AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH KULIT LIDAH BUAYA (Aloe barbandensis miller) - ROSELA (Hibiscus sabdariffa L) DENGAN VARIASI LAMA PENGERINGAN

Erik Lukman, Akhmad Mustofa & Yannie Asrie Widanti

Abstract


Aloe barbandensis miller yang kita kenal dengan nama lidah buaya adalah tanaman yang dapat tumbuh
dengan cepat dan mudah dibudidayakan. Lidah buaya memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi, anti jamur,
anti bakteri untuk mengontrol tekanan darah. Tanaman lidah buaya sudah dikenal luas di Indonesia,
khususnya di daerah pedesaan, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2
faktor. Faktor pertama dengan rasio kulit lidah buaya dan rosela (2:1, 1:1, 1:2) sedangkan faktor yang kedua lama
pengeringan (60, 70, 80 menit). Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan teh kering yang bersifat
fungsional dan mengandung antioksidan tinggi serta disukai konsumen. Hasil penelitian menunjukkan
kombinasi perlakuan rasio kulit lidah buaya dan rosela 1:3 dengan lama pengeringan 60 menit adalah yang
paling optimal. Pemilihan ini didasarkan pada aktivitas antioksidan yang tinggi dan disukai konsumen. Pada
perlakuan ini dihasilkan kadar air 7,91%, kadar abu 5,12%, total fenol 20,67%, aktivitas antioksidan 55,98%,
pH 2,00, serta uji organoleptik terhadap kesukaan keseluruhan yaitu 3,40 (suka).
Kata kunci: Antioksidan, teh, lidah buaya, rosella, pengeringan.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33061/jitipari.v3i2.2694

Copyright (c) 2019 JITIPARI




JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI)  Indexed by:
width="60" width="60" width="60" width="60"

 

 

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI
Fakultas Teknologi dan Industri Pangan , Universitas Slamet Riyadi
Sumpah Pemuda Street, No.18, Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57136 - Phone 0271-853839