Correlation between junk food consumption and caffeinated beverages on the nutritional status among college on food technology student in Slamet Riyadi University, Indonesia
Hubungan pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa teknologi pangan di Universitas Slamet Riyadi, Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.33061/agrobiotek.v2i2.10393Keywords:
pola konsumsi, junk food, minuman berkafein, status giziAbstract
Nutritional problems during the growth phase of adolescent are mostly caused by consumption patterns. The most commonly used eating patterns during adolescent are foods that are high in calories, fat, sugar and salt. The habits of an unhealthy eating pattern can affect nutritional status. The foods most consumed by adolescent are often junk food and caffeinated beverages. All kinds of food and drinks are easily found around campuses surrounded by student. The purpose of this study was to determine the relationship between junk food consumption and caffeinated beverages to the nutritional status of students of the Faculty of Technology and Food Industry at Slamet Riyadi University, Surakarta. The respondents involved were students aged 18-24 years. Data was collected using a questionnaire and interview to the student. Data were analyzed using Chi-Square test. The results showed that factor affecting the nutritional status of student was mother’s education (p=0,000) and father’s education (p=0.000). Factors that do not affect nutritional status were energy intake (p=0.545), protein (p=0.085), fat (p=0.204) and carbohydrate (p=0.112), the amount of pocket money (p=0.310), the consumption level of junk food (p=0.671) and caffeinated drinks (p=0.535). The results showed that there was no significant relationship between the consumption patterns of junk food and caffeinated drinks on the nutritional status of students of the Faculty of Food Technology and Industry at Slamet Riyadi University, Surakarta.
Permasalahan gizi yang terjadi saat pertumbuhan fase remaja lebih banyak disebabkan karena pola konsumsi. Pola makan yang sering diterapkan pada masa remaja adalah makanan tinggi kalori, lemak, gula, dan garam. Pola makan yang tidak sehat dapat mempengaruhi status gizi seseorang. Makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh kalangan remaja masuk dalam kategori junk food dan juga minuman berkafein. Makanan dan minuman kategori ini mudah ditemukan di sekitar kampus yang dikelilingi mahasiswa. Tujuan pada penelitian ini ialah menentukan hubungan pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan di Universitas Slamet Riyadi, Surakarta. Responden yang terlibat ialah mahasiswa berusia 18-24 tahun. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan wawancara kepada mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi status gizi mahasiswa adalah pendidikan ibu (p=0.000) dan pendidikan ayah (p=0.000). faktor yang tidak mempengaruhi status gizi ialah asupan energi (p=0.545), protein (p=0.085), lemak (p=0.204) and karbohidrat (p=0.112), jumlah uang saku (p=0.310), tingkat konsumsi junk food (p=0.671) dan minuman berkafein (p=0.535). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola konsumsi junk food dan minuman berkafein terhadap status gizi mahasiswa Fakultas Teknologi dan Industri Pangan Universitas Slamet Riyadi, Surakarta.
References
Almatsier, S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama.
Angesti, A. N., & Manikam, R. M. (2020). Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Gizi Mahasiswa Tingkat Akhir S1 Fakultas Kesehatan Universitas MH. Thamrin. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(1), 1–14.
Beck, M. E. (2010). Nutrition and Dietetics for Nurses (A. Hartono & Kristiani (trans.); 1st ed.). Andi Yogyakarta.
Chaterina, R., Supriyadi, & Kurniawan, A. (2019). Hubungan Pola Konsumsi , Aktivitas Fisik dan Jumlah Uang Saku dengan Status Gizi pada Siswa SMP Negeri di Kota Malang Tahun 2019. Sport Science and Health, 1(1), 22–27.
Damara Utami, H., Siregar, A., Studi Gizi, P., & Kesehatan Kemenkes Bengkulu, P. (2020). Hubungan Pola Makan, Tingkat Kecukupan Energi, dan Protein dengan Status Gizi pada Remaja. Jurnal Kesehatan, 11(2), 279–286.
Departemen Kesehatan RI. (2014). Pedoman Umum Gizi Seimbang.
Dheany, I. F. (2020). Frekuensi Konsumsi Softdrink, Aktivitas Fisik dan Status Gizi pada Orang Dewasa Usia 20-24 Tahun di Provinsi Jawa Tengah (Analisis Riset Data Kesehatan 2018). Publikasi Ilmiah, 1–15.
Dwimawati, E. (2020). Gambaran Status Gizi berdasarkan Antropometri. Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 3(1), 1–6.
Hardiansyah, M., & Supariasa, I. (2016). Ilmu Gizi: Teori dan Aplikasi eds. E. Rezkina & M. Ester. EGC.
Herwawan, J. H., Tomasoa, V. Y., Jotlely, H., & Madiuw, D. (2023). Hubungan Data Demografi Orang Tua Dengan Status Gizi Anak Sekolah. Jurnal Keperawatan, 15, 407–414.
Indarwati, N. K., & Sefrina, L. R. (2023). Faktor Pemilihan Makanan Sebagai Tolak Ukur Pemenuhan Gizi pada Generasi Muda: Literature Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 6(12), 2352–2356.
Islamiyati, A. N. (2014). Pengetahuan, Sikap, Tindakan Konsumen Makanan dan Minman Instan Pada Siswa Kelas XI Program Keahlian Jasa Boga Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 6 Yogyakarta. Universitas Negeri Yogyakarta.
Kadita, F., & Wijayanti, H. S. W. (2017). Hubungan Konsumsi Kopi dan Screen-Time dengan Lama Tidur dan Status Gizi Pada Dewasa. Journal of Nutrition College, 6, 301–306.
Kemenkes. (2014). Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia.
Kusharto, C., & Supariasa, I. (2014). Survei Konsumsi Gizi. Graha Ilmu.
Martony, O. (2018). Junk Food Makanan Favorite Dan Dampaknya Terhadap Tumbuh Kembang Anak Dan Remaja. E-Jurnal Bina Wakya, 13(4), 1157–1163.
Megawati, Ramlan, Umar, F., & Haniarti. (2022). Konsumsi Kopi Dan Screen-Time Dengan Lama Tidur Dan Status Gizi Pada Masyarakat Usia 20-45 Tahun. 17(2), 192–200.
Nugroho, P. S., & Hikmah, A. (2020). Kebiasaan Konsumsi Junk Food dan Frekuensi Makan Terhadap Obesitas. Jurnal Dunia Kesmas, 9(2), 185–191.
Pangemanan, A., Amisi, M., & Malonda, N.(2021). Gambaran Asupan Zat Gizi Makro Mahasiswa Semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat Saat Pembatasan Sosial Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Kesmas, 10(2), 123–132.
Puardini, M. (2014). Hubungan Penggunaan Minuman Berkafein Terhadap Pola Tidur Dan Pengaruhnya Pada Tingkah Laku Mahasiswa/i Universitas Surabaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 3(1), 1–15.
Putri, P. A. (2021). Hubungan Pola Konsumsi Makanan Tinggi Kalori dan Kopi, Durasi Tidur, dan Tingkat Stress dengan Status Gizi Pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Media Gizi Kesmas, 11(02), 464–474.
Rahmawati, A. N., Setiadi, D. K., & Sukaesih, N. S. (2023). Hubungan Pengetahuan Konsumsi Minuman Berpemanis dengan Status Gizi Remaja. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3), 1103–1112.
Rahmawati, T. (2017). Hubungan Asupan Zat Gizi dengan Status Gizi Mahasiswa Gizi Semester 3 STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. PROFESI, 14(2), 49–57.
RISKESDAS. (2018). Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI tahun 2018.
Sandala, T. C., Maureen I. Punuh, & Sanggelorang, Y. (2022). Gambaran Pengetahuan Tentang Anemia Gizi Besi pada Remaja Putri di SMA Negeri 3 Manado. Jurnal KESMAS, 11(2), 176–181.
Suhardjo. (1989). Berbagai Cara Pendidikan Gizi. DEPDIKBUD IPB.
Surjadi, C. (2013). Globalisasi dan Pola Makan Mahasiswa: Studi Kasus di Jakarta. Cermin Dunia Kedokteran, 40(6), 416–421.
Utari, L. D., Ernalia, Y., & Suyanto, S. (2016). Gambaran Status Gizi Dan Asupan Zat Gizi Pada Siswa Sekolah Dasar Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Kedokteran, 3(1), 1–17.
Wicaksana, D. A., & Nurrizka, R. H. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Status Gizi pada Anak Usia Sekolah di SDN Bedahan 02 Cibinong Kabupaten Bogor Tahun 2018. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 11, 35–47.
WNPG. (2012). Pemantapan Ketahanan Pangan dan Perbaikan Gizi Berbasis Kemandirian dan Kearifan Lokal. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).
Yuniah, B., Feriandi, Y., & Yulianto, F. A. (2023). Proporsi Konsumsi Junk Food dan Status Gizi Berlebih di Mahasiswa Kedokteran. 69–74.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Aninda Putri Cantikawanti, Yannie Asrie Widanti, Nanik Suhartatik

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Copyright on any article is retained by the author(s).
- The author grants the journal, right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work’s authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
- The article and any associated published material is distributed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

