Use of Celery (Apium graveolens L.) as a Source of Antioxidant in Potato Vermicelli (Solanum tuberosum)

Penggunaan Seledri (Apium graveolens L.) sebagai Sumber Antioksidan pada Bihun Kentang (Solanum tuberosum)

Authors

  • Maria Ulfah Universitas Slamet Riyadi
  • Akhmad Mustofa Universitas Slamet Riyadi
  • Nanik Suhartatik Universitas Slamet Riyadi

Keywords:

Vermicelli, potato flour, celery extract

Abstract

Vermicelli is an alternative food to replace rice, a type of noodle that is still in great demand by the public. Vermicelli is a popular food made from rice flour processed through an extrusion process so that it is shaped like a thread. The substitution of potato starch and the addition of celery extract will increase the antioxidant activity content of the vermicelli. The purpose of this research was produce vermicelli which has high antioxidant activity and produce vermicelli with characteristics according to Indonesian National Standard No. 01-2975-2006. Complete Randomized Design factorial with two factors were used in this research. The first factor was the ratio of rice flour and potatoes flour (10:90, 15:85, 20:80). The second factors was the levels of celery extract to water addition of dough (0,78; 1,04; 1,56%). The vermicelli were then tested for moisture content, ash content, crude fiber content and antioxidant activity as well as sensory analysis. The data analyse using Analysis of Variance (ANOVA). The best treatment was on ratio of substitution potatoes flour 20:80(g) with celery extract (0,78%). The fermicelli produced has the following characteristics water 10,65%, ash content 0,52%, fiber content 3,45% and 19,25% antioxidant activity. Femicelli produced in accordance with the quality requirements of SNI No. 01- 2975-2006. The sensory test of fermicelli that having color for dry fermicelli (3,82) color is yellowish dark green, color for wet fermicelli (3.62) is slightly faded green, texture (2,68) is not chewy, after taste (3.36) the taste of celery that lingers after being swallowed and overall preference (3,42).

References

Amrih, D., & Syarifah, A. N. (2020). Karakteristik kimiawi camilan keripik tortilla dengan substitusi sayuran hijau. Indonesian Journal of Agricultural and Food Research, 2(1), 21–32.

Aryani, F., Novari, F., Naibaho, netty maria, & Paurru, P. (2021). Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak daun ulin (Eusideroxylon zwageri) dengan menggunakan metode DPPH. Buletin Loupe, 17(01), 21–27.

Budiarti, A. N. (2011). Pembuatan mie kering kemangi (Ocimum sanctum L.) dengan bahan dasar tepung terigu dan tepung MOCAF (Modified Cassava Flour)(Kajian jenis perlakuan dan konsentrasi kemangi. (Skripsi). Universitas Brawijaya, Malang.

Dewi, I.K., & Rahmawati, C. (2021). Parameter mutu ekstrak herba seledri (Apium graveolens L.) dengan metode ekstraksi maserasi dan digesti. Jurnal Jamu Kusuma, 1(1), 22–26.

Faizal, N.F.A.B., & Iskandar, Y. (2018). Artikel tinjauan : studi kimia dan aktivitas farmakologi tanaman seledri (Apium graveolens L.). Farmaka, 16(2).

Haryady, A.N.F. (2019). Pengaruh subtitusi parsial tepung (Eucheuma cottoni) terhadap karakteristik bihun beras. (Skripsi). Universitas Brawijaya, Malang.

Korompis, O. S., Mamuaja, C. F., & Mandey, L. C. (2016). Karakteristik beras analog dari tepung kentang (Solanum tuberosom L.) tepung jagung (zea mays l.) dan pati sagu baruk (Arenga microcarpa Beccari). Ilmu dan Teknologi Pangan, 4(2).

Kurniawan, A. (2019). Kajian proporsi tepung jagung, tepung beras merah dan karagenan terhadap sifat kimia dan organoleptik bihun. (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Mataram.

Liliana, W. (2005). Kajian proses pembuatan teh herbal dari seledri ( Apium graveolens L . ). (Skripsi). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Amrih, D., & Syarifah, A. N. (2020). Karakteristik kimiawi camilan keripik tortilla dengan substitusi sayuran hijau. Indonesian Journal of Agricultural and Food Research, 2(1), 21–32.

Aryani, F., Novari, F., Naibaho, netty maria, & Paurru, P. (2021). Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak daun ulin (Eusideroxylon zwageri) dengan menggunakan metode DPPH. Buletin Loupe, 17(01), 21–27.

Budiarti, A. N. (2011). Pembuatan mie kering kemangi (Ocimum sanctum L.) dengan bahan dasar tepung terigu dan tepung MOCAF (Modified Cassava Flour)(Kajian jenis perlakuan dan konsentrasi kemangi. (Skripsi). Universitas Brawijaya, Malang.

Dewi, I.K., & Rahmawati, C. (2021). Parameter mutu ekstrak herba seledri (Apium graveolens L.) dengan metode ekstraksi maserasi dan digesti. Jurnal Jamu Kusuma, 1(1), 22–26.

Faizal, N.F.A.B., & Iskandar, Y. (2018). Artikel tinjauan : studi kimia dan aktivitas farmakologi tanaman seledri (Apium graveolens L.). Farmaka, 16(2).

Haryady, A.N.F. (2019). Pengaruh subtitusi parsial tepung (Eucheuma cottoni) terhadap karakteristik bihun beras. (Skripsi). Universitas Brawijaya, Malang.

Korompis, O. S., Mamuaja, C. F., & Mandey, L. C. (2016). Karakteristik beras analog dari tepung kentang (Solanum tuberosom L.) tepung jagung (zea mays l.) dan pati sagu baruk (Arenga microcarpa Beccari). Ilmu dan Teknologi Pangan, 4(2).

Kurniawan, A. (2019). Kajian proporsi tepung jagung, tepung beras merah dan karagenan terhadap sifat kimia dan organoleptik bihun. (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Mataram.

Liliana, W. (2005). Kajian proses pembuatan teh herbal dari seledri ( Apium graveolens L . ). (Skripsi). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mandasari, A. (2009). Pembuatan teh herbal campuran kelopak bunga rosella (Hibicus sabdariffa) dan herba seledri (Apium graveolens L.) (Skripsi). UI, Depok

Murfihenni, W. (2013). Penanganan bahan hasil pertanian dan perikanan 1. Jakarta.

Nareswara, A., & Anjani, G. (2016). Studi tentang susu almond dan kentang sebagai alternatif minuman fungsional untuk ank autis. Journal of Nutrition College, 5(4), 8–13.

Nurwati, & Hasdar, M. (2021). Sifat organoleptik kue brownies dengan penambahan rumput laut (Eucheuma cottonii). Journal of Food Technology and Agroindustry, 3(2), 69–75.

Pertiwi, A.D. (2017). Substitusi tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) pada mie kering dengan penambahan ekstrak bit (Beta vulgaris L.). (Skripsi). Universitas Slamet Riyadi, Surakarta.

Raksananda, S. A. (2019). Pengaruh perbandingan tepung beras merah (Oriza sativa) dengan tepung beras putih (Oriza sativa L.) dan suhu pemanggangan terhadap karakteristik cookies cokelat. (Skripsi). Universitas Pasundan, Bandung.

Simanora, A., Suhadi, I., & Yusraini, E. (2014). Pengaruh lama pengeringan kentang dan perbandingan tepung terigu dan tepung kentang terhadap mutu cookies kentang. Rekayasa Pangan dan Pertanian, 2(3), 1–10.

Sinaga, N. J. (2017). Pengaruh penambahan udang dan daun seledri terhadap mutu kerupuk opak. (Skripsi). Universitas Sumatera Utara, Medan.

Syahidah, F. M., & Sulistiyaningsih, R. (2018). Potensi seledri (Apium graveolens) untuk pengobatan: review article. Farmaka, 16(1), 55–62.

Triana, R. N., Andarwulan, N., Adawiyah, D. R., Agustin, D., Kesenja, R., & Gitapratiwi, D. (2016). Karakteristik fisikokimia dan sensori mi dengan substitusi tepung kentang. Jurnal Mutu Pangan,3(1),35–44.

Amrih, D., & Syarifah, A. N. (2020). Karakteristik kimiawi camilan keripik tortilla dengan substitusi sayuran hijau. Indonesian Journal of Agricultural and Food Research, 2(1), 21–32.

Aryani, F., Novari, F., Naibaho, netty maria, & Paurru, P. (2021). Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak daun ulin (Eusideroxylon zwageri) dengan menggunakan metode DPPH. Buletin Loupe, 17(01), 21–27.

Budiarti, A. N. (2011). Pembuatan mie kering kemangi (Ocimum sanctum L.) dengan bahan dasar tepung terigu dan tepung MOCAF (Modified Cassava Flour)(Kajian jenis perlakuan dan konsentrasi kemangi. (Skripsi). Universitas Brawijaya, Malang.

Dewi, I.K., & Rahmawati, C. (2021). Parameter mutu ekstrak herba seledri (Apium graveolens L.) dengan metode ekstraksi maserasi dan digesti. Jurnal Jamu Kusuma, 1(1), 22–26.

Faizal, N.F.A.B., & Iskandar, Y. (2018). Artikel tinjauan : studi kimia dan aktivitas farmakologi tanaman seledri (Apium graveolens L.). Farmaka, 16(2).

Haryady, A.N.F. (2019). Pengaruh subtitusi parsial tepung (Eucheuma cottoni) terhadap karakteristik bihun beras. (Skripsi). Universitas Brawijaya, Malang.

Korompis, O. S., Mamuaja, C. F., & Mandey, L. C. (2016). Karakteristik beras analog dari tepung kentang (Solanum tuberosom L.) tepung jagung (zea mays l.) dan pati sagu baruk (Arenga microcarpa Beccari). Ilmu dan Teknologi Pangan, 4(2).

Kurniawan, A. (2019). Kajian proporsi tepung jagung, tepung beras merah dan karagenan terhadap sifat kimia dan organoleptik bihun. (Skripsi). Universitas Muhammadiyah Mataram.

Liliana, W. (2005). Kajian proses pembuatan teh herbal dari seledri ( Apium graveolens L . ). (Skripsi). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Mandasari, A. (2009). Pembuatan teh herbal campuran kelopak bunga rosella (Hibicus sabdariffa) dan herba seledri (Apium graveolens L.) (Skripsi). UI, Depok

Murfihenni, W. (2013). Penanganan bahan hasil pertanian dan perikanan 1. Jakarta.

Nareswara, A., & Anjani, G. (2016). Studi tentang susu almond dan kentang sebagai alternatif minuman fungsional untuk ank autis. Journal of Nutrition College, 5(4), 8–13.

Nurwati, & Hasdar, M. (2021). Sifat organoleptik kue brownies dengan penambahan rumput laut (Eucheuma cottonii). Journal of Food Technology and Agroindustry, 3(2), 69–75.

Pertiwi, A.D. (2017). Substitusi tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) pada mie kering dengan penambahan ekstrak bit (Beta vulgaris L.). (Skripsi). Universitas Slamet Riyadi, Surakarta.

Raksananda, S. A. (2019). Pengaruh perbandingan tepung beras merah (Oriza sativa) dengan tepung beras putih (Oriza sativa L.) dan suhu pemanggangan terhadap karakteristik cookies cokelat. (Skripsi). Universitas Pasundan, Bandung.

Simanora, A., Suhadi, I., & Yusraini, E. (2014). Pengaruh lama pengeringan kentang dan perbandingan tepung terigu dan tepung kentang terhadap mutu cookies kentang. Rekayasa Pangan dan Pertanian, 2(3), 1–10.

Sinaga, N. J. (2017). Pengaruh penambahan udang dan daun seledri terhadap mutu kerupuk opak. (Skripsi). Universitas Sumatera Utara, Medan.

Syahidah, F. M., & Sulistiyaningsih, R. (2018). Potensi seledri (Apium graveolens) untuk pengobatan: review article. Farmaka, 16(1), 55–62.

Triana, R. N., Andarwulan, N., Adawiyah, D. R., Agustin, D., Kesenja, R., & Gitapratiwi, D. (2016). Karakteristik fisikokimia dan sensori mi dengan substitusi tepung kentang. Jurnal Mutu Pangan,3(1),35–44.

Wanti, S., Andriani, M. A. ., & Parnanto, R. (2015). Pengaruh berbagai jenis beras terhadap aktivitas antioksidan pada angkak oleh Monascus purpureus. Biofarmasi, 13(1), 1–5.

Wardani, W.R. (2018). Pengaruh rasio tepung beras merah, tepung kacang merah, dan karagenan terhadap karakteristik bihun. (Artikel Ilmiah). Universitas Mataram, Mataram.

Wiriani, D. (2015). Pemanfaatan pati termodifikasi fisik dari pisang dan kentang, tepung jagung serta karaginan untuk pembuatan bihun instan berdaya cerna rendah. (Skripsi). Universitas Sumatera Utara, Medan

Wulandari, P., Herdini, & Yumita, A. (2015). Uji aktivitas antioksidan DPPH dan aktivitas terhadap artemia salina leach ekstrak etanol 96 % daun seledri (Apium graveolens L.). Sainstech Farma, 8(2), 6–13.

Downloads

PlumX Metrics

Published

2024-04-09

How to Cite

Ulfah, M. ., Mustofa, A., & Suhartatik, N. (2024). Use of Celery (Apium graveolens L.) as a Source of Antioxidant in Potato Vermicelli (Solanum tuberosum) : Penggunaan Seledri (Apium graveolens L.) sebagai Sumber Antioksidan pada Bihun Kentang (Solanum tuberosum) . Agrobiotek, 1(1), 10–19. Retrieved from https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/Agro/article/view/9820

Issue

Section

Articles