PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR (POC) URINE KELINCI DAN PUPUK KCl TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN GARUT (Maranta arundinacea L.)
The Effect of Rabbit Urine Liquid Organic Fertilizer (LOF) and KCl Fertilizer on The Growth of Arrowroot (Maranta arundinacea L.)
Abstrak
Tanaman garut (Maranta arundinacea L.) merupakan salah satu sumber pangan alternatif yang memiliki potensi tinggi
namun belum banyak dibudidayakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian
pupuk organik cair (POC) urine kelinci dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan tanaman garut. Penelitian dilaksanakan
di Kebun Benih Tanaman Pangan Hortikultura Tohudan, Karanganyar, pada Januari–April 2025 dengan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 4×4, terdiri dari empat dosis urine kelinci (0, 150, 250, dan 300 ml/l) dan
empat dosis pupuk KCl (0, 3, 4,5, dan 6 g/tanaman), masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi
tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah batang, warna daun, panjang akar, berat basah, dan biomassa kering. Hasil
analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter
pertumbuhan seperti tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat biomassa kering. Sementara itu, urine kelinci hanya
menunjukkan pengaruh nyata terhadap panjang akar. Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara kedua perlakuan
terhadap semua parameter yang diamati. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada pemberian urine kelinci 300 ml/l
dan pupuk KCl 4,5 g/tanaman, yang memberikan hasil pertumbuhan tanaman garut paling optimal.