IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 9 TAHUN 2019 TENTANG KAWASAN TANPA ROKOK DI TAMAN JAYAWIJAYA MOJOSONGO KOTA SURAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.33061/w0d5nm22Abstract
Kawasan Tanpa Rokok merupakan tempat atau zona dimana merokok atau kegiatan yang berkaitan dengan produksi, penjualan, iklan, produk tembakau dilarang. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis dan mendeskripsikan tentang implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Taman Jayawijaya Mojosongo Kota Surakarta. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan teori Edward III (1980), dengan indikator kunci meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Informan dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan pendekatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2019 tentang Kawasan Bebas Rokok di Taman Jayawijaya, Kota Surakarta, secara keseluruhan dapat dianggap cukup efektif berdasarkan empat indikator. Namun, terdapat kurangnya pemanfaatan sumber daya yang optimal dan struktur birokrasi yang tidak memadai.
Kata kunci: Implementasi, Perda, KTR
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bintang Adi Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can separately make additional contractual arrangements for non-exclusive distribution published by the journal (e.g., publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are allowed and encouraged to send their work via online (e.g., in the institutional repositories or their website) after published by the journal.









