COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA DI KELURAHAN KEPRABON KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA

Authors

  • Luthfi Khamid administrasi
  • Suwardi Suwardi
  • Aris Tri Haryanto

Abstract

Hasil penelitian  Collaborative Governance dalam pengembangan Kampung Wisata Kelurahan Keprabon dilakukan dengan beberapa hal yaitu : 1) Dialog tatap muka sebagai alat komunikasi dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangatlah penting untuk membangun kepercayaan, menyelesaikan masalah bersama, dan merancang strategi yang efektif. Masyarakat lokal yang dilibatkan dalam dialog ini akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pengembangan wisata, yang pada gilirannya akan memperkuat keberlanjutan kampung wisata tersebut.  2) Membangun kepercayaan dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon merupakan proses yang memerlukan komunikasi terbuka, keterlibatan aktif masyarakat, konsistensi dalam tindakan, serta komitmen terhadap keberlanjutan proyek. Kepercayaan yang dibangun dengan baik akan memungkinkan semua pihak bekerja sama dengan lebih efektif dan mewujudkan pengembangan kampung wisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kepercayaan ini harus dipupuk secara terus-menerus melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, serta penghargaan terhadap kearifan lokal yang ada. 3) Komitmen untuk memproses dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangat penting untuk keberhasilan proyek ini. Semua pihak yang terlibat harus memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya menjalankan proses dengan penuh tanggung jawab, dari perencanaan hingga evaluasi. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan kampung wisata dapat berlangsung dengan terkoordinasi, mengatasi tantangan yang muncul, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.

 

Kata Kunci : Collaborative Governance Kampung Wisata

Hasil penelitian  Collaborative Governance dalam pengembangan Kampung Wisata Kelurahan Keprabon dilakukan dengan beberapa hal yaitu : 1) Dialog tatap muka sebagai alat komunikasi dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangatlah penting untuk membangun kepercayaan, menyelesaikan masalah bersama, dan merancang strategi yang efektif. Masyarakat lokal yang dilibatkan dalam dialog ini akan merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap pengembangan wisata, yang pada gilirannya akan memperkuat keberlanjutan kampung wisata tersebut.  2) Membangun kepercayaan dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon merupakan proses yang memerlukan komunikasi terbuka, keterlibatan aktif masyarakat, konsistensi dalam tindakan, serta komitmen terhadap keberlanjutan proyek. Kepercayaan yang dibangun dengan baik akan memungkinkan semua pihak bekerja sama dengan lebih efektif dan mewujudkan pengembangan kampung wisata yang inklusif dan berkelanjutan. Kepercayaan ini harus dipupuk secara terus-menerus melalui pengelolaan yang transparan dan akuntabel, serta penghargaan terhadap kearifan lokal yang ada. 3) Komitmen untuk memproses dalam kolaborasi pengembangan kampung wisata di Kelurahan Keprabon sangat penting untuk keberhasilan proyek ini. Semua pihak yang terlibat harus memiliki kesadaran yang sama tentang pentingnya menjalankan proses dengan penuh tanggung jawab, dari perencanaan hingga evaluasi. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan kampung wisata dapat berlangsung dengan terkoordinasi, mengatasi tantangan yang muncul, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.

Kata Kunci : Collaborative Governance Kampung Wisata

Downloads

Published

2026-04-10

Issue

Section

Artikel

How to Cite

COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA DI KELURAHAN KEPRABON KECAMATAN BANJARSARI KOTA SURAKARTA. (2026). JI@P, 15(1). https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/MAP/article/view/12383

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 > >>