PEMANFAATAN AMPAS TAHU PADA PEMBUATAN SNACK BARS DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG LABU KUNING (Cucurbita moschata Durch) DAN VARIASI JENIS GULA

Mutiara Gustina Rohmawati Yannie Asrie Widanti Akhmad Mustofa

Abstract


Ampas tahu memiliki potensi gizi sebagai sumber protein dan mengandung serat yang tinggi. Labu
kuning merupakan sumber Beta-karoten. Beta-karoten adalah pembentuk Vitamin A atau retinol yang
bermanfaat untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penggunaan jenis gula dengan tingkat penambahan ampas tahu dan tepung labu
kuning terhadap karakteristik fisikokimia snack bars dan tingkat kesukaan. Penelitian ini menggunakan
Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu perbandingan
ampas tahu dan tepung labu kuning (80:20, 60:40, 50:50) dan faktor yang kedua yaitu jenis gula (gula jawa,
madu, fruktosa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa snack bars ampas tahu dengan penambahan tepung
labu kuning (80:20) dan variasi jenis gula (gula jawa) yang memiliki karakteristik terbaik yaitu: protein
(7,77%), betakaroten (25,52 mg/g), kadar air (20,73%), kadar abu (2,41%), gula total (18,18%), warna coklat
(3,66), rasa labu kuning sedikit terasa (2,06), rasa ampas tahu terasa (1,86), tekstur sedikit lengket (2,26),
dan kesukaan keseluruhan yang paling disukai (3,40).
Kata kunci: ampas tahu, labu kuning, snack bars.


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.33061/jitipari.v3i1.1982

Copyright (c) 2018 JITIPARI




JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI)  Indexed by:
width="60" width="60" width="60" width="60"

 

 

JITIPARI (Jurnal Ilmiah Teknologi dan Industri Pangan UNISRI
Fakultas Teknologi dan Industri Pangan , Universitas Slamet Riyadi
Sumpah Pemuda Street, No.18, Kadipiro, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57136 - Phone 0271-853839