Urgensi Wacana Bahasa Indonesia Lebih Pantas sebagai Bahasa Kedua ASEAN daripada Bahasa Melayu dalam Perspektif Identitas Nasional Indonesia

Penulis

  • Brillian Najwa Nayantaka Universitas Sebelas Maret
  • Suryo Ediyono Universitas Sebelas Maret

DOI:

https://doi.org/10.33061/rky9pj30

Abstrak

Munculnya wacana penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua ASEAN sebagai respons Indonesia atas pengusulan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua ASEAN oleh Malaysia memicu ancaman bagi posisi bahasa Indonesia sebagai identitas nasional bangsa Indonesia, sekaligus memberikan kesempatan dan faktor pendorong bgai bahasa Indonesia dalam melancarkan visinya untuk menjadi bahasa Internasional. Artikel ini disusun menggunakan metode studi pustaka, yakni dengan pendekatan kualitatif dengan mengkaji sumber-sumber terkait bahas a Indonesia sebagai identitas nasional yang kemudian digunakan sebagai sudut pandang dalam mengkaji wacana ini. Sehingga dapat diketahui bagaimana kondisi bahasa dan nasionalisme masyarakat dari Indonesia dan Malaysia sebagai syarat kepantasan bagi salah satu bahasa untuk dijadikan sebagai bahasa kedua ASEAN, di mana bahasa Indonesia mendominasi pada perannya sebagai identitas nasional dan jati diri bangsa. 

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-01

Cara Mengutip

Urgensi Wacana Bahasa Indonesia Lebih Pantas sebagai Bahasa Kedua ASEAN daripada Bahasa Melayu dalam Perspektif Identitas Nasional Indonesia. (2026). Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan, 15(1), 77-84. https://doi.org/10.33061/rky9pj30