PARADIGMA PANCASILA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN SIKAP TOLERANSI ANTAR SUKU DI KABUPATEN OKU TIMUR (STUDI KASUS MAHASISWA UNIVERSITAS NURUL HUDA)
DOI:
https://doi.org/10.33061/hg123s55Abstrak
Kajian ini dikerjakan guna menggali adanya penerapan Pancasila sebagai paradigma untuk menguatkan sikap toleransi antar suku pada mahasiswa di Universitas Nurul Huda. Metode yang dipakai yaitu kualtitatif dengan pendekatan deskriptif. Sedangkan untuk data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melalui teknik interview serta menggali kasus terhadap sebagian mahasiswa Universitas Nurul Huda yang berlatar belakang etnis yang beragam. Hasil penelitian ini menunjukkan tingginya sikap toleransi antar mahasiswa di Universitas Nurul Huda yang didasari oleh rasa senasib seperjuangan sehingga semakin lama hubungan terjalin maka semakin tinggi pula rasa toleran dan solidaritas yang tercipta. Kajian ini membuktikan adanya penerapan Pancasila sebagai paradigma dalam sikap toleransi yang dilakukan di lingkungan kampus dalam hal menerima pendapat antar mahasiswa, tidak menyinggung, adanya sikap tolong menolong, rasa solidaritas yang tinggi, menghargai satu sama lain meskipun berbeda suku, serta bertindak bijaksana dalam mengambil keputusan.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Anisa Ulkhusnah, Muhammad Nanang Rifa'i, Zulaikah Zulaikah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can separately make additional contractual arrangements for non-exclusive distribution published by the journal (e.g., publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are allowed and encouraged to send their work via online (e.g., in the institutional repositories or their website) after published by the journal.