IMPLEMENTASI PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATISSEBAGAI WUJUD KEADILAN SOSIAL DAN PENINGKATANKUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA
DOI:
https://doi.org/10.33061/t4kmpv43Abstrak
Penelitian ini membahas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya
pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial dan meningkatkan kualitas sumber daya
manusia menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian ini adalah upaya untuk mengetahui
pelaksanaan, peran, dan tantangan Program MBG. Pendekatan yang digunakan pada
penelitian ini adalah kajian pustaka dengan kualitatif melalui penelaahan berbagai sumber
literatur relevan. Hasil penelitian membuktikan bahwa Program MBG berperan sebagai cara
untuk memperluas akses makanan sehat untuk siswa, membantu mengurangi stunting serta
kekurangan gizi, meningkatkan konsentrasi belajar, serta meringankan beban ekonomi
keluarga. Namun, pada pelaksanaannya terdapat banyak sekali tantangan misalnya besarnya
pengeluaran biaya, distribusi belum merata, kelayakan makanan, dan kasus keracunan
makanan. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan dan kerja sama berbagai pihak supaya
keberlangsungan dan keberhasilan program dapat terus terjaga.
Kata Kunci: Program Makan Bergizi Gratis, keadilan sosial, sumber daya manusia,
Indonesia Emas 2045.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Faisal Ahyar Maulana, Muhamad Dwiki Fauzan, Revi Nurul Amalia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors can separately make additional contractual arrangements for non-exclusive distribution published by the journal (e.g., publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are allowed and encouraged to send their work via online (e.g., in the institutional repositories or their website) after published by the journal.