An Analysis of Cultural Diplomacy and the Role of Muslim Communities in Facing Islamophobia and Identity Tensions in Paris
Abstrak
Fenomena Islamofobia di Paris menjadi cerminan dari ketegangan antara prinsip sekularisme Prancis dan ekspresi identitas keagamaan umat Muslim. Dalam konteks ini, diplomasi budaya berperan penting sebagai pendekatan lunak dalam meredakan konflik simbolik dan membangun koeksistensi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran diplomasi budaya dan kontribusi komunitas Muslim lokal dalam menghadapi Islamofobia serta krisis identitas yang terjadi di ruang publik Paris. Menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kasus dan analisis wacana, penelitian ini menyoroti berbagai inisiatif komunitas seperti Institut des Cultures d’Islam dan forum lintas iman dalam memperkuat dialog antarbudaya. Hasil temuan menunjukkan bahwa meskipun terbatas oleh arus politik populis dan kebijakan negara yang represif terhadap simbol agama, diplomasi budaya mampu membuka ruang bagi narasi alternatif tentang Islam di tengah masyarakat. Dengan melibatkan komunitas akar rumput, seni, pendidikan, dan media, diplomasi budaya menjadi instrumen strategis dalam melawan stereotip dan membangun jembatan sosial yang lebih inklusif di kota Paris.
Kata Kunci: Diplomasi Budaya; Islamofobia; Komunitas Muslim; Identitas; Paris
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Kasta Alfian Noor

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


