KOMUNIKASI PEMASARAN KELOMPOK SADAR WISATA DESA KEPUHSARI MANYARAN WONOGIRI DALAM MEMPROMOSIKAN OBJEK WISATA KAMPUNG WAYANG
Abstrak
Perkembangan pariwisata menjadi sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, serta penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah, termasuk di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri. Desa ini dikenal sebagai sentra pengrajin wayang kulit dan telah berkembang menjadi destinasi wisata budaya melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT). Kampung Wayang Kepuhsari tidak hanya menawarkan keindahan budaya, tetapi juga mengedepankan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam mengelola dan mempromosikan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh pengelola wisata, khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis), dalam memasarkan potensi budaya. Komunikasi menjadi kunci dalam membangun citra destinasi, meningkatkan daya tarik, serta memperluas jangkauan promosi kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Melalui pendekatan kualitatif dan observasi lapangan, ditemukan bahwa komunikasi melalui media sosial, event budaya, dan kolaborasi lintas sektor menjadi sarana utama dalam menyampaikan nilai budaya kepada publik. Meskipun jumlah kunjungan masih fluktuatif, keberadaan Kampung Wayang memiliki nilai edukatif tinggi dan potensi besar untuk berkembang.
Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran, Pokdarwis, Kampung Wayang Kepuhsari


