KOMUNIKASI PERSUASIF PADA HUMAS PALANG MERAH INDONESIA (PMI) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT UNTUK DONOR DARAH
Abstrak
Pada penelitian ini berjudul Komunikasi Persuasif Humas Unit Palang Merah Indonesia Dalam Meningkatkan Kesadaran Mayarakat Untuk Donor darah. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan donor darah masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Grobogan. Data menunjukan bahwa jumlah pendonor sukarela belum mampu memenuhi kebutuhan darah yang terus meningkat setiap tahunnya, sehingga ketersediaan stok darah sering kali tidak seimbang dengan permintaan. Kondisi ini menimbulkan masalah dalam pelayanan kesehatan, bahkan beresiko mengancam keselamatan jiwa pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau menganalisis bagaimana komunikasi persuasif yang dilakukan oleh Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Grobogan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk donor darah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara terhadap pihak humas dan masyarakat, serta dokumentasi sebagai sumber data. Pada penelitian ini menggunakan teori komunikasi persuasif dari Burgoon dan Huffiner sebagai landasan konseptual, dengan fokus pada komponen komunikator, pesan, media/saluran, komunikan, dan efek komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas PMI berperan sebagai komunikator yang Menyusun pesan persuasif dengan pendekatan rasional (fakta medis, manfaat donor darah) dan emosional (nilai kemanusiaan, empati). Pesan tersebut disampaikan melalui komunikasi langsung (sosialisasi dengan masyarakat), media cetak (spanduk, brosur), serta media digital digital (Istagram, Facebook, dan WhatsApp). espon masyarakat bervariasi, namun mayoritas menunjukkan peningkatan pemahaman, tumbuhnya kesadaran, serta partisipasi aktif dalam kegiatan donor darah. Pesan persuasif disusun dengan menekankan aspek kognitif, afektif, dan konatif sesuai kerangka Burgon & Huffner, yaitu dengan menggabungkan informasi faktual dan sentuhan emosional agar mampu memengaruhi pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat. Respon masyarakat beragam, namun sebagian besar menunjukkan perubahan positif berupa meningkatnya pemahaman, tumbuhnya empati, dan partisipasi aktif dalam kegiatan donor darah. Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi persuasif yang kredibel, sistematis, dan adaptif dapat memperkuat citra positif PMI serta mendorong keterlibatan masyarakat. Dengan demikian, strategi komunikasi persuasif menjadi instrumen penting dalam menjaga ketersediaan stok darah sekaligus membangun solidaritas sosial kemanusiaan.
Kata kunci: Komunikasi Persuasif, Humas, Palang Merah Indonesia, Kesadaran Masyarakat.


