KOMUNIKASI PUBLIK DINAS LINGKUNGAN HIDUP SURAKARTA DALAM KAMPANYE KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI KOTA SURAKARTA
Abstrak
Masalah kebersihan di Kota Surakarta cukup serius, dengan produksi sampah mencapai sekitar 450 ton per hari. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah masih rendah, hanya 32% dari target 70% sesuai RPJMD. Berbagai kampanye melalui media seperti poster, media sosial, dan webinar telah dilakukan, namun belum memberikan hasil signifikan. Rendahnya alokasi anggaran untuk komunikasi partisipatif, hanya sekitar 5%, membuat kampanye cenderung bersifat satu arah dan kurang menyentuh aspek demografis serta sosiokultural masyarakat. Kondisi ini menuntut adanya kajian mendalam mengenai peran komunikasi publik dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Surakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan dari Dinas Lingkungan Hidup serta masyarakat. Analisis data dilakukan dengan pendekatan tematik reflektif Braun & Clarke untuk mengidentifikasi pola komunikasi publik yang dijalankan dalam kampanye kebersihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Surakarta melaksanakan komunikasi publik melalui media digital dan tatap muka. Upaya ini terbukti meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan area publik. Namun, keterlibatan masyarakat di wilayah pinggiran sungai masih rendah. Sungai Jenes di Pajang Laweyan, Sungai Pepe Hulu di Kadipiro, dan Pintu Air Kleco masih tercemar cukup parah, sedangkan Sungai Premulung, Anyar, dan Brojo relatif lebih baik meskipun belum sepenuhnya bersih. Kesimpulannya, komunikasi publik yang dilakukan telah meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi masih diperlukan upaya tambahan untuk mendorong partisipasi aktif, terutama di wilayah pinggiran sungai, guna mewujudkan kebersihan lingkungan yang merata di Surakarta.
Kata Kunci: Komunikasi Masyarakat, Surakarta. Publik, Kampanye Kebersihan, Partisipasi


