ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TERHADAP REPRESENTASI MITOS KEPERCAYAAN BUDAYA JAWA TIMUR DALAM FILM SEKAWAN LIMO
Abstrak
Penelitian ini menganalisis representasi mitos dan kepercayaan budaya
Jawa Timur dalam film Sekawan Limo karya Bayu Skak dengan pendekatan
semiotika Roland Barthes. Film ini menampilkan larangan budaya seperti
mendaki pada bulan Suro, menoleh ke belakang saat mendaki, jumlah pendaki
harus genap, serta larangan mengambil benda dari hutan. Metode penelitian yang
digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tiga lapisan makna Barthes:
denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekawan
Limo tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga merepresentasikan nilai-nilai
kearifan lokal masyarakat Jawa Timur. Larangan budaya yang ditampilkan
mengandung pesan kehati-hatian, penghormatan terhadap alam, serta keyakinan
spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Film ini berfungsi sebagai media
pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas lokal melalui tanda-tanda
yang sarat makna.
Kata kunci: Semiotika Roland Barthes, representasi, mitos, budaya Jawa
Timur, film Sekawan Limo.


