KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA TERAPIS WICARA DAN ANAK USIA 1–4 TAHUN DENGAN GANGGUAN SPEECH DELAY DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA
Abstrak
Menurut WHO, sekitar 10% anak mengalami keterlambatan bicara yang dapat memengaruhi interaksi sosial, pencapaian akademis, serta perkembangan emosional. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan komunikasi interpersonal antara terapis wicara dan anak usia 1–4 tahun dengan gangguan keterlambatan bicara (speech delay) dalam meningkatkan kemampuan berbicara. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap dua terapis wicara dan dua orang tua pasien di Rumah Terapi Wicara Ceria Bersama, Karanganyar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilandasi keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan mampu membangun hubungan yang baik antara terapis dan anak. Komunikasi verbal, nonverbal, serta keterlibatan orang tua menjadi faktor pendukung keberhasilan terapi. Dengan demikian, komunikasi interpersonal yang efektif menjadi kunci dalam intervensi keterlambatan bicara pada anak usia dini.
Kata kunci: komunikasi interpersonal, terapis wicara, anak usia dini, speech delay, kemampuan berbicara.


