ANALISIS PERSEPSI GENERASI MILENIAL DAN Z TERHADAP KARAKTER DILAN DALAM FILM "DILAN 1991”
Abstrak
Penelitian ini menganalisis secara komprehensif persepsi Generasi Milenial dan Generasi Z terhadap karakter Dilan dalam film "Dilan 1991" sebagai representasi romansa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan 10 narasumber (masing-masing 5 dari Generasi Milenial dan Generasi Z) yang berdomisili di Kota Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam persepsi kedua generasi, yang dianalisis menggunakan Teori Persepsi, Teori Generasi Strauss-Howe, dan Teori Segitiga Cinta Sternberg. Generasi Z, sebagai digital natives, cenderung mengkritisi romantisme Dilan yang dianggap berlebihan, teatrikal, dan tidak relevan dengan dinamika hubungan modern yang menekankan kesetaraan, transparansi, dan efisiensi komunikasi. Sikap protektif Dilan diinterpretasikan sebagai bentuk kontrol atau perilaku toxic yang tidak sehat. Sebaliknya, Generasi Milenial, sebagai digital adopters atau generasi transisi, melihat sisi romantis Dilan sebagai nostalgia positif yang mendalam, menghargai ketulusan dan komitmennya yang merefleksikan romansa era 90-an. Meskipun demikian, Milenial juga menunjukkan kemampuan adaptasi dengan menyadari bahwa beberapa aspek Dilan, seperti posesif, perlu "disaring" agar relevan dengan konteks masa kini. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa persepsi terhadap romansa adalah konstruksi sosial yang cair dan dinamis, terus dibentuk ulang oleh pengalaman generasional dan lanskap teknologi yang berubah, menjadikan Dilan cermin perbedaan fundamental dalam cara Generasi Milenial dan Z memahami dan menghargai cinta di era digital.
Kata Kunci: Persepsi, Generasi Milenial, Generasi Z, Karakter Dilan, Film Dilan 1991, Romansa.


