PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN JAYENGAN TERHADAP IKLAN POLITIK MELALUI MEDIA BALIHO PADA PILKADA SURAKARTA 2024
Abstrak
Menjelang Pemilu, ruang - ruang publik di berbagai sudut kota sering kali dipenuhi dengan baliho politik yang berukuran besar. Hampir di setiap perempatan jalan, pasar, hingga area strategis lainnya, terpampang wajah para kandidat dengan slogan - slogan kampanye yang dikemas secara singkat dan mencolok. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi masyarakat Kelurahan Jayengan terhadap iklan politik melalui media baliho dalam konteks Pilkada Surakarta 2024. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada saat menjelang Pemilu, warga sering mengeluhkan banyaknya baliho politik yang memenuhi ruang kota, sehingga mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan. Selain itu, baliho politik kerap dianggap kurang esensial karena keberadaannya memakan banyak ruang di perkotaan. Pemasangan baliho oleh kandidat di lokasi yang tidak teratur perlu mendapat penataan agar tidak menyebabkan ketidakteraturan kota. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap enam informan, termasuk empat warga dan dua tim pemenangan dari masing-masing kandidat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap baliho politik dipengaruhi oleh faktor internal seperti pengalaman pribadi, sikap politik, dan latar belakang informasi, serta faktor eksternal seperti desain visual, lokasi penempatan, dan simbol yang digunakan dalam baliho. Sebagian besar informan menganggap baliho hanya sebagai alat pengenal kandidat, bukan sebagai media utama yang memengaruhi pilihan politik.
Kata kunci: Persepsi, Komunikasi Politik, Baliho, Pilkada Surakarta, Strategi Kampanye


