HAMBATAN KOMUNIKASI ORGANISASI KARANG TARUNA DUSUN MALANGAN DESA KEPATIHAN KABUPATEN WONOGIRI
Abstrak
Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan desa yang berperan dalam pembentukan karakter dan peningkatan kepedulian sosial pemuda. Namun, dalam praktiknya sering muncul hambatan komunikasi internal yang berdampak pada rendahnya partisipasi anggota. Hal ini juga terjadi di Karang Taruna Dusun Malangan, Desa Kepatihan, Wonogiri, yang mengalami miskomunikasi dalam koordinasi dan pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan teori Hambatan komunikasi organisasi dari Ummah dalam buku Komunikasi Organisasi, yang memandang komunikasi sebagai proses pertukaran pesan dalam jaringan hubungan saling bergantung untuk menghadapi ketidakpastian dan perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan komunikasi dalam organisasi Karang Taruna Dusun Malangan, Desa Kepatihan, Kabupaten Wonogiri. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan dokumentasi, penelitian ini mengungkap bahwa hambatan utama dalam komunikasi organisasi mencakup hambatan psikologis, seperti rasa tidak percaya diri dan ketakutan menyampaikan pendapat; hambatan pola pikir akibat perbedaan pandangan dan kurangnya diskusi terbuka; serta hambatan status yang muncul dari perbedaan peran dan tingkat keaktifan anggota. Hambatan fisik dan sosial budaya tidak ditemukan signifikan karena latar belakang anggota yang seragam dan kedekatan geografis. Temuan ini menegaskan pentingnya membangun pola komunikasi yang lebih terbuka, inklusif, dan efektif untuk meningkatkan partisipasi serta keberlangsungan kegiatan Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan di tingkat desa.
Kata kunci: komunikasi organisasi, hambatan komunikasi, Karang Taruna, kepemudaan.


