REPRESENTASI KESEHATAN MENTAL TOKOH UTAMA TARI DALAM FILM BOLEHKAH SEKALI SAJA KUMENANGIS: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES

Penulis

  • Hasna Muna Mufidah Universitas Slamet Riyadi Surakarta
  • Herning Suryo S

Abstrak

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi isu sosial yang serius di Indonesia, dengan dampak yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional dan psikologis, terutama bagi perempuan dan anak. Dampak KDRT ini bisa mempengaruhi kesehatan mental pada korban, seperti trauma, kecemasan, dan depresi, yang dapat berlangsung dalam jangka panjang. Film sebagai media komunikasi massa memiliki potensi besar untuk mengedukasi masyarakat tentang isu-isu sosial, termasuk kesehatan mental akibat KDRT. Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis mengangkat isu mengenai kesehatan mental dalam konteks keluarga.

              Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap representasi kesehatan mental dalam film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi adegan,  yang mendapatkan 12 scene untuk dianalisis menggunakan model semiotika Roland Barthes. Selain itu, penelitian ini juga menerapkan teori representasi Stuart Hall. 

              Melalui sebuah analisis yang telah dilakukan, penelitian ini disimpulkan bahwa film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis menggambarkan representasi kesehatan mental yang tergolong dalam mental health problem, mental illness, dan positive mental health.

Kata kunci: KDRT, kesehatan mental, semiotika Roland Barthes, film “Bolehkah Sekali Saja Kumenangis”

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-13

Terbitan

Bagian

Solidaritas: Volume 2 No 2

Cara Mengutip

REPRESENTASI KESEHATAN MENTAL TOKOH UTAMA TARI DALAM FILM BOLEHKAH SEKALI SAJA KUMENANGIS: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES. (2026). Solidaritas, 9(2). https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sldrts/article/view/13219