PERSAINGAN HEGEMONI CHINA DAN KOREA SELATAN
Studi Kasus Penolakan Produk Hallyu di China Tahun 2016-2017
Abstrak
Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis perebutan hegemoni budaya antara Tiongkok dan Korea Selatan melalui kasus kebijakan Korean wave atau larangan Hallyu yang dilakukan pemerintah Tiongkok pada tahun 2016-2017. Perluasan Hallyu membuat pemerintah Tiongkok khawatir. Penelitian ini menggunakan teori hegemoni dan imajinasi komunitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pemerintah Tiongkok mencoba melawan kontrol budaya dengan kebijakan larangan Hallyu pada tahun 2016-2017. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data sekunder. Dari seluruh data mengenai penelitian semacam ini, peneliti berasumsi bahwa alasan pelarangan Hallyu oleh pemerintah Tiongkok adalah karena pemerintah Tiongkok menilai kembali kuatnya hegemoni budaya Korea Selatan. Korea Selatan menggunakan produk Hallyu untuk menyebarkan nilai-nilai modernisme, westernisasi, dan kapitalisme yang semuanya bertentangan dengan nilai-nilai Tiongkok seperti sosialisme dan komunisme.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Fadhilah Permata Nira

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms: Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.


