SEKULARISME DAN ISLAMOPHOBIA DALAM KEBIJAKAN PUBLIK PRANCIS TERHADAP MUSLIM

Studi Transformasi Laïcité dan Diskriminasi Terlembaga Pasca 2020

Penulis

  • Muhammad Alfareza Romadhoni Universitas Slamet Riyadi

Abstrak

Abstrak (Bahasa):

Makalah ini membahas dinamika penerapan prinsip laïcité atau sekularisme dalam kebijakan publik Prancis dan hubungannya dengan meningkatnya Islamophobia terhadap komunitas Muslim. Laïcité pada awalnya dimaksudkan sebagai prinsip netralitas negara terhadap agama tetapi prinsip ini mengalami pergeseran makna dan fungsi dari perlindungan kebebasan beragama menjadi alat eksklusi sosial terhadap Muslim. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal yang berfokus pada kebijakan negara Prancis sejak tahun 2004 hingga pasca-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kebijakan seperti pelarangan jilbab, cadar, dan abaya secara tidak langsung memperkuat praktik diskriminasi yang dilegitimasi oleh tafsir eksklusif terhadap laïcité. Fenomena ini diperparah oleh retorika politik, peran media dan dinamika identitas nasional yang menstigmatisasi Islam. Selain itu, respon komunitas Muslim dan kritik internasional menggarisbawahi pentingnya peninjauan kembali terhadap prinsip laïcité agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa laïcité dalam kebijakan publik Prancis telah bergeser menjadi instrumen yang memperkuat Islamophobia dan mengancam integrasi sosial di tengah masyarakat yang semakin multikultural.

Kata Kunci: Prancis; Laïcité; Sekularisme; Islamophobia; Kebijakan Publik; Diskriminasi

 

Unduhan

Diterbitkan

2024-07-20

Cara Mengutip

Romadhoni, M. A. (2024). SEKULARISME DAN ISLAMOPHOBIA DALAM KEBIJAKAN PUBLIK PRANCIS TERHADAP MUSLIM: Studi Transformasi Laïcité dan Diskriminasi Terlembaga Pasca 2020. Globalization and Foreign Affairs Journal, 1(2). Diambil dari https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/gfa/article/view/12946