the Integrated Desalination Innovation for Clean Water Independence and Food Security in Coastal Villages: Collaboration Farmers, Village-Owned Enterprises, and Places of Worship
Integrated Desalination Innovation for Clean Water Independence and Food Security in Coastal Villages: Collaboration Farmers, Village-Owned Enterprises, and Places of Worship
DOI:
https://doi.org/10.33061/sbcbbe49Abstrak
Desa Ujung Alang, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, merupakan wilayah pesisir yang menghadapi permasalahan krusial terkait ketersediaan air bersih akibat intrusi air laut dan keterbatasan sumber air tawar. Kondisi ini berdampak pada kebutuhan domestik, sanitasi, serta produktivitas pertanian masyarakat. Program Kosabangsa 2025 hadir sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kemandirian air bersih dan ketahanan pangan melalui penerapan teknologi desalinasi berbasis Reverse Osmosis (RO) dan energi surya. Kegiatan pengabdian ini melibatkan BUMDes Banyu Urip Sentosa sebagai pengelola unit usaha air bersih serta Kelompok Tani Mekar Sari sebagai penerima manfaat irigasi air hasil desalinasi.
Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan air bersih, pelatihan teknis pengoperasian mesin RO, instalasi sistem desalinasi, pendampingan manajemen usaha bagi BUMDes, penerapan air hasil RO untuk irigasi pertanian, serta monitoring dan evaluasi kualitas air dan dampaknya terhadap lahan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa teknologi desalinasi mampu menyediakan air layak konsumsi untuk masyarakat dan tempat ibadah, sekaligus menyuplai air non-konsumsi untuk mendukung pertanian pesisir. Kapasitas masyarakat meningkat melalui pelatihan dan pendampingan, sementara BUMDes memperoleh peluang pengembangan usaha air bersih secara berkelanjutan.
Secara keseluruhan, program ini membuktikan bahwa integrasi teknologi tepat guna, energi terbarukan, dan pemberdayaan kelembagaan desa mampu meningkatkan kemandirian air bersih, memperkuat ketahanan pangan, dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat pesisir. Model kolaboratif ini berpotensi direplikasi di wilayah pesisir lain yang memiliki karakteristik dan tantangan serupa.
Kata kunci: desalinasi, reverse osmosis, energi surya, BUMDes, pemberdayaan masyarakat, pesisir, Kosabangsa 2025
.
Unduhan
Referensi
Al-Karaghouli, A., & Kazmerski, L. L. (2013). Energy consumption and water production cost of conventional and renewable-energy-powered desalination processes. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 24, 343–356.
Duffie, J. A., & Beckman, W. A. (2013). Solar engineering of thermal processes (4th ed.). Wiley.
International Desalination Association. (2023). IDA Desalination Yearbook 2023–2024. IDA Publishing.
Iskandar, A., Prasetyo, I., & Firmansyah, H. (2022). Groundwater salinity and freshwater scarcity in coastal rural communities of Indonesia. Journal of Water and Climate Change, 13(4), 1792–1803.
Maas, E. V., & Hoffman, G. J. (1977). Crop salt tolerance—Current assessment. Journal of the Irrigation and Drainage Division, 103(2), 115–134.
Mohsen, M., & Al-Rawajfeh, A. (2021). Solar-powered RO desalination: A comprehensive review of performance and sustainability. Desalination, 516, 115–203.
Rahmawati, R., Santosa, B., & Widodo, T. (2023). Strengthening rural water service through village-owned enterprises (BUMDes): Evidence from community water systems in Indonesia. Journal of Rural Development Studies, 44(1), 55–68.
Setiawan, B., & Nugroho, A. (2020). Impacts of soil salinity on rice production in coastal farming systems in Indonesia. Indonesian Journal of Agricultural Science, 21(2), 101–110.
Sunaryo, S. (2014). Seawater intrusion in coastal aquifer and its impact on groundwater quality. Indonesian Journal of Environmental Science, 6(1), 45–53.
United Nations Development Programme. (2020). Human Development Report 2020: The next frontier—Human development and the Anthropocene. UNDP.
United Nations Environment Programme. (2021). Coastal Aquifers and Climate Risks Report 2021. UNEP.
Widjaja, H. (2015). Peran BUMDes dalam pengembangan ekonomi desa. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 8(2), 123–132.
World Health Organization. (2017). Guidelines for drinking-water quality (4th ed.). WHO Press
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Opi Irawansah, Susanti Susanti, Anwar Ma’ruf, Fajar Nurwibowo, Isna Hikmawati, Rum Sapundani, Nuh Almahdi, Rasyid Miftah, Dayna Rizkya, Myra Zaqia Alwi, Nandita Vitarin Putri Maulida

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal PKM dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal PKM, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.
