SENADIMAS https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms PENINGKATAN KUALITAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MEMASUKI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 en-US SENADIMAS PEMBERDAYAAN PETERNAK DI DESA TAMBAK KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI MELALUI KEGIATAN KKN TEMATIK https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3216 KKN dilakukan di Desa Tambak Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali dengan tujuan untuk 1) meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam hal pembuatan pakan konsentrat dengan memanfaatkan bahan baku lokal, 2) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam manajemen pemeliharaan sapi perah yang baik, 3) meningkatkan produktifitas sapi perah yang dipelihara oleh peternak dengan pakan yang berkualitas, 4) memberdayakan peternak sapi perah dengan menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) masyarakat.<br />Kegiatan KKN-PPM ini dilaksanakan dalam beberapa tahap mulai dari persiapan, pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi. Kegiatan ini direncanakan selesai dalam waktu 1.5 bulan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tambak Kecamatan Mojosongo dengan metode penentuan lokasi purposive sampling dengan pertimbangan desa tersebut mayoritas adalah peternak sapi perah. Kegiatan melibatkan 2 DPL (Dosen Pembimbing Lapang) dan 20 mahasiswa.<br />Kegiatan KKN dilapang dilaksankan meliputi kegiatan utama dan kegiatan penunjang. Kegiatan utama yang dilakukan adalah 1) Pelatihan pembuatan pakan konsentrat, 2) penyuluhan pemeliharaan sapi, pelatihan pengelolaan keuangan dan pemasaran sederhana serta 4) Penyuluhan mengenai pangan da gizi serta ketahanan pangan keluarga. Adapun kegiatan penunjang yang di berikan pada masyarakat disana adalah 1) Pelatihan Pembuatan Yoghurt, 2) Kegiatan yang diberi judul “Road To School” dengan macam kegiatan Penyuluhan dan Pelatihan Kreasi Limbah Plastik dan Sosialisasi kesehatan Alat Reproduksi dan Stop Pernikahan Dini, serta kefiatan penunjang 3) Penyuluhan tentang 8 Fungsi Keluarga<br />Kata Kunci : Pemberdayaan, Peternak, Produktivitas Sapi Perah, Pakan Kosentrat Bekti Wahyu Utami Eka Handayanta Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 INDUKSI TEKNOLOGI E-MARKET PLACE PADA INDUSTRI KREATIF BLANGKON PETROJAYAN SERENGAN SURAKARTA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3217 Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan induksi teknologi e-Market Place yang terdiri dari promosi dan penjualan secara online pada pengrajin blangkon di Kampung Petrojayan Serangan Surakarta yang tergabung dalam paguyuban “Maju Utomo”. Induksi teknologi yang akan diterapkan pada mitra adalah aplikasi e-Market Place sebagai sarana promosi dan transaksi penjualan secara online. Kegiatan ini memiliki target untuk perluasan tempat pemasarandan penjualan secara online. Metode kegiatan ini dilakukan dalam lima tahap yaitu (1) Penyusunan Materi, (2) Pelatihan, (3) Persiapan peralatan, Konfigurasi Sistem dan Implementasi Sistem, (4) Pendampingan dan (5) Monitoring. Pendekatan yang dilakukan untuk proses penyusunan materi dan pelatihan adalah pendekatan konsep-proses. Pada Penyusunan materi tim menyusun materi mengenai optimalisasi dan pemanfaatan aplikasi e-market place. Pelatihan yang dilakukan dengan menggunakan metode diskusi dan demonstrasi sehingga mitra dapat dengan mudah memahami materi cara menggunakan aplikasi sistem promosi dan penjualan online dengan menggunakan aplikasi e-market place. Kegiatan pengabdian ini dapat memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam pemanfaatan aplikasi e-Market Place kepada mitra sehingga dapat meningkatkan jumlah omzet penjualan mitra.<br />Kata Kunci : Induksi, Teknologi, e-Market Place, Penjualan, Online Eko Purwanto Bangun Pradjadi Cipto Utomo Pipin Widyaningsih Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PKM PENDAMPINGAN PETANI DALAM PEMANFAATAN JAMUR MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR (MVA) PADA BUDIDAYA PADI ORGANIK PADA SAWAH TADAH HUJAN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3218 Kelompok tani padi organik ”RUKUN MAKMUR” terletak di desa Demangan, kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali terdiri dari 15 anggota dan kelompok tani ”SRI MAKMUR” terdiri 13 anggota merupakan kelompok tani tadah hujan. Produktivitas padi di sawah tadah hujan cukup rendah (3 ton/ha) dibandingkan lahan irigasi (10 ton/ha) hal ini karena adanya stress kekeringan. Salah satu solusi adanya stres kekeringan adalah dengan penggunaan jamur Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA). Jamur MVA mempunyai hifa yang panjang dan melebihi panjang akar sehingga dapat membantu penyerapan air pada jeluk tanah yang lebih dalam.<br />Terdapat tiga permasalahan dari kedua kelompok tani ini adalah (1) Aspek Penggunaan Varietas:Dalam berbudidaya padi kelompok tani masih menggunakan varietas padi yang beraneka ragam. (2)Aspek Pemanfaatan Teknologi : anggota kelompok tani di kedua kelompok tani tidak mempunyai teknologi untuk meningkatkan produktivitas padi (3). Aspek Kesuburan Tanah :anggota kelompok tani sedikit sekali menggunakan pupuk organik dalam budidaya padi sawah.<br />Solusi dari permasalahan yang timbul adalah dengan mengarahkan anggota kelompok tani untuk menggunakan varietas yang memang sesuai untuk lahan tadah hujan, memperkenalkan jamur Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) untuk mengantisipasi adanya kekeringan, dan mengarahkan untuk menggunakan pupuk organik sesuai dengan dosis yang dianjurkan untuk lahan sawah tadah hujan. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan penghasilan petani padi dengan cara memperbaiki cara budidaya padi secara benar di lahan sawah tadah hujan.<br />Adapun target dari kegiatan PKM ini adalah : Segi Ipteks: petani trampil dalam penggunaan MVA dan memahami penggunaan varietas tahan cekaman air dan segi ekonomi : penghasilan petani padi tadah hujan meningkat. Capaian Luaran dari kegiatan ini adalah publikasi di jurnal nasional dan buku ajar.<br />Kegiatan ini akan dilaksanakan di dua tempat, 1) di pekarangan anggota kelompok tani dan 2) di lahan sawah. di desa Demangan, kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali pada bulan April 2019 sampai dengan Juli 2019.<br />Metode yang digunakan adalah 1) Penyuluhan tentang pemilihan varietas dan pembuatan pupuk organik serta budidaya padi organik secara benar, 2) Praktek, tentang pembuatan pupuk organik berbasis kearifan lokal 3) Budidaya padi organik di lahan sawah tadah hujan, 4). Monitoring dan evaluasi<br />Kata kunci : budidaya organik, jamur mikoriza, padi, petani, tadah hujan Achmad Fatchul Aziez Agus Budiyono Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PELATIHAN PEMBUATAN BIOPORI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN KEMARAYA SEBAGAI SALAH SATU BENTUK KONSERVASI TANAH https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3219 Wilayah RT 09 Kelurahan Kemaraya berbatasan langsung dengan Taman Hutan Raya Nipa-nipa berada pada daerah dengan kelerengan di atas 35o. Kawasan ini merupakan kawasan yang rentan akan erosi dan longsor. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan ancaman dan dampak akibat pembangunan pemukiman pada wilayah tertentu mengakibatkan tidak adanya upaya konservasi tanah terutama di sekitar pemukiman. Salah satu cara untuk mengantisipasi bencana erosi dan longsor pada kawasan ini adalah melakukan konservasi tanah dan air (KTA). Sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi Universitas Halu Oleo terhadap pembangunan manusia dilakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat yang Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dengan tujuan utama peningkatan kapasitas masyarakat dalam konservasi tanah.Beberapa metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian partispatif ini adalah 1) sosialisasi dan penyuluhan kegiatan kepada masyarakat; 2) pelatihan konservasi tanah berupa pembuatan lubang serapan (biopori). Selain mengatasi erosi dan longsor, kegiatan ini dapat berkontribusi di dalam mengatasi sedimentasi pada wilayah hilir. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan kapasitas dan pengetahuan masyarakat akan konservasi tanah yang dapat mendukung pembangunan manusia secara berkelanjutan<br />.<br />Kata Kunci : Biopori, Erosi, Kapasitas masyarakat, Kelurahan Kemaraya, Konservasi Tanah Laode Sabaruddin Murjani K., Hasbullah S., Tresjia. R., Zulfikar & Arniawati Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 REKAYASA MESIN PERAJANG PISAU GANDA UNTUK MAKANAN TAMBAHAN TERNAK SAPI DI KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3220 Penggunaan pakan yang baik sangat dibutuhkan para peternak penggemukan sapi. Rumput Gajah dan singkong merupakan pakan ternak tambahan yang digunakan peternak penggemukan sapi. Untuk memudahkan proses pencernaan makanan oleh sapi, rumput gajah dan singkong sebelum diberikan sebagai pakan dirajang secara konvensional dengan menggunakan pisau atau sabit. Cara ini kurang efisien sehingga membutuhkan waktu yang realtif lama dan juga dibutuhkan tenaga manusia yang melelahkan. Proses perajangan secara konvensional juga menghasilkan ukuran rajangan pakan yang kurang homogen. Penggunaan mesin perajang rumput dan singkong sangat dibutuhkan para peternak untuk merajang pakan ternak. Mesin perajang ini dimodifikasi dengan tambahan pisau perajangnya. Mekanisme yang terjadi dengan modifikasi tersebut dapat meningkatkan kapasitas produk dan berimbas terhadap waktu dan biaya operasional mesin. Hasil rajangan pakan ternak juga homogen, sehingga pakan dapat dengan mudah dicerna oleh sapi. Kegiatan pengabdian ini adalah pembuatan mesin perajang pakan ternak tambahan seperti singkong dan rumput gajah. Diperoleh hasil para peternak dapat terbantukan dengan adanya mesin perajang ini. Kualitas pakan ternak menjadi meningkat sehingga hasil penggemukan sapi juga meningkat. Para peternak juga semakin produktif dalam mengelola waktu dengan melakukan kegiatan lain yang berhubungan dengan peternakan sapi.<br />Kata-kata kunci: Mesin perajang pakan ternak Bambang Hari Priyambodo & Suhartoyo Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENGEMBANGAN SISTEM MONITORING PEMBELAJARAN ONLINE UNTUK PENINGKATAN KINERJA SEKOLAH DI SEKITAR KAMPUS ITS SURABAYA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3221 Berkembangnya era Revolusi Industri 4.0 menghadirkan konsep baru seperti Smart City, Smart Campus, atau bahkan Smart Class. Pada hakekatnya sistem ini berupa pengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses tata kelola operasionalnya yang bertujuan untuk mengurangi efek human error, memperbaiki pelayanan dan kinerja, serta pada akhirnya dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses tersebut. Departemen Teknik Kelautan (DTK) FTK-ITS mengembangkan sebuah sistem monitoring perkuliahan berbasis web dalam upaya untuk mengimplementasikan penggunaan teknologi yang efektif dan efisien dengan tujuan mengurangi human error, penggunaan kertas (paperless), serta meningkatkan kinerja. Sistem monitoring proses pembelajaran ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan database MySQL. Sistem monitoring online ini, selain dapat mempermudah juga sebagai solusi atas proses monitoring belajar mengajar di DTK yang masih konvensional yang kurang efektif dan efisien serta rentan terhadap ketidakakuratan akibat kesalahan manusia. Sistem ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kampus ITS yang bergerak di bidang pendidikan. Jumlah sekolah di sekitar kampus ITS Sukolilo Surabaya saat ini sebanyak 68 lembaga pendidikan dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK, yang potensial ditingkatkan kinerja sekolahnya dengan menghadirkan sebuah teknologi tepat guna yang bermanfaat dalam proses pembelajaran. Lembaga pendidikan yang dijadikan mitra dalam aktivitas pengabdian masyarakat saat ini adalah Lembaga Pendidikan AL Uswah Surabaya, meliputi tingkat SD, SMP, dan SMA. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diketahui bahwa penggunaan TIK terkait penggunaan sistem monitoring pembelajaran online pada sekolah di sekitar kampus ITS Sukolilo yang masih bersifat konvensional, adalah sangat sesuai dan cocok dengan harapan pihak sekolah dalam upaya peningkatan kinerja sekolahnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai salah satu usaha guna meningkatkan peran serta dan kebermanfaatan ITS dalam menghadirkan teknologi tepatguna bagi masyarakat sekitar agar dapat meningkatkan kualitas proses pendidikannya.<br />Kata-kata kunci: monitoring pembelajaran online, masyarakat sekitar kampus, smart class, kinerja sekolah. Rudi Walujo Prastianto Yoyok Setyo Hadiwidodo Murdjito Murdjito Eko Budi Djatmiko Dwi Purnomo H Dwi Purnomo H, Zuhud Ubaidillah, Miftakh D.S Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN AGEN HAYATI PADA KWT KENANGA DI DESA TUBOHAN KEC.SEMIDANG AJI KAB. OKU https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3222 Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit yang banyak tersedia menjadi kompos dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk dan media tanam. Sedangkan agen hayati Trichoderma sp. dapat digunakan dalam pembuatan kompos TKKS, karena cendawan ini dapat mempercepat proses dekomposisi bahan-bahan organik yang akan menjadikan kompos yang kaya unsur hara baik makro maupun mikro. Trichokompos TKKS mempunyai peran penting yaitu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah terutama pada sebagian besar tanah masam PMK) yang cenderung liat dan miskin unsur hara di Kabupaten OKU. Berdasarkan hasil penelitian pemanfaatan Trichokompos TKKS sebagai pupuk dapat meningkatkan bobot umbi bawang merah dan dapat digunakan sebagai media aklimatisasi planlet pisang asal kultur jaringan. Metode kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan pelatihan perbanyakan Trichoderma sp padat dan teknik pembuatan Trichokompos TKKS. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setelah 1 bulan Trichokompos TKKS siap untuk diaplikasikan sebagai pupuk dan media tanam. Kesimpulan bahwa kegiatan ini dapat membantu kelompok wanita tani praktik budidaya tanaman serta diharapakan dari pengetahuan ini dapat disebarkan di tingkat petani setempat.<br />Kata kunci: Kompos, TKKS, Trichoderma Ekawati Danial Dora Fatma Nurshanti & Joko Kuswanto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 ANALISIS TINGKAT RESIKO AGROINDUSTRI TEMPE DI KOTA MALANG https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3223 Permasalahan pada sektor agroindustri yaitu lemah dalam perencanaan, lemah dalam bekerja sama dengan individu lain baik pemasok, pemodal, maupun dengan pengusaha lain, serta pengusaha mikro belum dapat memposisikan diri sebagai pengusaha yang berkualitas dan subsisten. Agroindustri kemungkinan besar dihadapkan pada suatu ketidakpastian usaha atau risiko usahasebagai akibat dari permasalahan tersebut.Penelitian inibertujuan untuk menganalisis tingkat resiko dengan mengetahui sejauh mana resiko yang ditimbulkan agroindustri tempe. Setelah mengetahui tingkat resiko usaha maka pengusaha tempe di Kota Malang dapat meminimalisir resiko tersebut dengan memilah tingkat resiko manakah yang dapat diminimalisir sehingga dapat meningkatkan pendapatan agroindustri tempe di Kota Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total penerimaan rata-rata yang diperoleh agroindustri tempe adalah sebesar Rp 889.958. Sehingga total pendapatan rata-rata yang diterima oleh pengusaha tempe adalah sebesar Rp 284.932. Usaha tempe skala kecil di Kota Malang berpeluang mengalami resiko yang menimbulkan kerugian. Hal tersebut dilihat dari nilai koefisien variasi (CV) lebih dari 0,5 yaitu sebesar 0,91 dan batas bawah (L) kurang dari 0 yaitu sebesar (- 234.414,15). Adanya risiko usaha tersebut diakibatkan oleh adanya sumber-sumber risiko usaha sehingga menimbulkan kerugian bagi para pengusaha<br />Kata kunci :agroindustri tempe, resikousaha, sumber risiko Febriananda Faizal Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENINGKATAN KUALITAS DAN KAPASITAS JAMUR CRISPY DI UKM MISTER R JAMUR CRISPY https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3224 Jamur tiram adalah salah satu jenis tumbuhan yang kaya akan kandungan gizi. Jamur tiram dapat diolah menjadi beberapa jenis makanan, salah satunya diolah menjadi keripik jamur. UKM yang ikut meramaikan usaha pengolahan jamur di Kabupaten Sukoharjo adalah UKM Mister R Jamur Crispy. Permasalahan yang dihadapi UKM ini adalah 1) Hasil penggorengan jamur masih memiliki kandungan minyak yang tinggi, 2) Kurangnya jumlah peralatan produksi; 3) Belum memiliki sistem pembukuan yang rapi. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi UKM ini antara lain : 1) Introduksi alat peniris minyak (spinner); 2) penambahan jumlah alat produksi antara lain : kompor gas low pressure dan kelengkapannya untuk menggoreng jamur crispy; container serba guna untuk tempat produk jadi; 3) pelatihan pembukuan sederhana. Dengan adanya kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi jamur crispy, yang pada akhirnya dapat peningkatan pedapatan.<br />Kata-kata kunci: Jamur Tiram, Kapasitas, Kualitas, Spinner Nur Her Riyadi Parnanto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK DAN KOMPOS UNTUK MEMPRODUKSI TANAMAN HIAS SEBAGAI ELEMEN ESTETIK INTERIOR DI BANK SAMPAH GULON ASRI, JEBRES, SURAKARTA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3225 Sampah terdiri dari 3 jenis yaitu sampah basah (organik), sampah kering (anorganik), dan sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Ketiga jenis sampah tersebut membutuhkan penanganan yang berbeda, sehingga kesadaran untuk memisahkan sampah-sampah tersebut perlu dilakukan. Sampah basah dapat diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah kering yang tidak dapat terurai dapat digunakan kembali (re-use) menjadi sesuatu yang baru. Sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi permasalahan sampah di kota Surakarta telah didirikan beberapa bank sampah di beberapa tempat. Pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah ini diharapkan mampu membantu pemerintah dalam menangani sampah dan meningkatkan ekomoni masyarakat. Salah satu bank sampah yang masih beroperasi sampai sekarang adalah bank Sampah Gulon Asri, di Jebres, Surakarta. Pada awalnya bank sampah ini berjalan dengan cukup baik, tetapi seiring berjalannya waktu, bank sampah ini mengalami perosotan dari segi pemasukan dan juga peserta yang terus berkurang. Diperkirakan hal tersebut disebabkan karena kurangnya kreatifitas dan tambahan inovasi baru terhadap produksi produknya. Oleh karena itu pengabdian ini berfokus pada edukasi terhadap daya kreatifitas warga di bank sampah tersebut, salah satunya adalah dengan mengkombinasikan sampah plastik dan kompos menjadi suatu karya paket tanaman hias untuk menghias interior. Trend menghias ruangan dengan tanaman menjadi suatu peluang yang baik untuk dapat membuat sesuatu produk yang bernilai ekonomis tetapi juga ramah lingkungan. Diharapkan dengan ide pengolahan sampah menjadi satu paket tanaman hias interior ini akan memberikan peluang bagi bank sampah Gulon Asri, Jebres, Surakarta. Untuk melengkapi paket olahan limbah plastik dan kompos tersebut maka ditambahkan dengan penanaman bibit tanaman, kemudian produk tersebut dikemas menjadi suatu kesatuan yang menarik. Pengabdian ini pada awalnya melibatkan masyarakat di paguyuban bank sampah Gulon Asri saja, namun meluas ke beberapa kecamatan di beberapa RW di kelurahan Jebres.<br />Kata-kata kunci: Daur ulang, limbah, plastik, kompos, tanaman, elemes estetik, interior. Iik Endang Siti Wahyuningsih Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENYULUHAN BUDIDAYA BELUT YANG EFEKTIF DAN PROSPEKTIF PADA LAHAN KERING DI DESA DONOYUDAN, KECAMATAN KALIJAMBE, KABUPATEN SRAGEN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3226 Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Habitat belut yang baik:1). Secara klimatologis tidak membutuhkan kondisi yang spesifik (bisa di dataran rendah atau tinggi, curah hujannya tinggi atau rendah). 2). Memerlukan kualitas air dan tanah yang baik dan bersih, terhindar dari bahan kimia beracun; 3). Suhu ideal 25 – 31 °C; 4). Bibit belut muda (berukuran 1-2 cm) memerlukan kondisi air yang lebih baik, bening dan kaya akan oksigen. Belut dewasa tidak terlalu memilih jenis air. Tujuan pengabdian untuk memotivasi dan memberikan pengetahuan penting serta secara luas dan komprehensip kepada masyarakat menyangkut sifat-sifat tanah, produktivitas tanah, pemanfaatan dan pengelolaan tanah serta diversifikasi usaha pertanian melalui budidaya belut yang efektif dan prospektif pada lahan kering.<br />Hasil berupa Materi penyuluhan tentang penerapan budidya belut yang efektif menyangkut penjelasan teori dan praktek / pelatihan, diskusi, penugasan, pendampingan di lapangan kepada peserta / anggota kelompok tani meliputi cara-cara / tahapannya: a. penyiapan bahan, alat dan tempat; b. penebaran bibit belut; c.pemeliharaan; d.pengamatan pertumbuhan hasil budidaya belut; e.kriteria dan cara panen kegiatannya berupa Penangkapan belut, Pengukuran tubuh belut antara lain lingkar tubuh, panjang tubuh, berat rata-rata bibit per ekor, penimbangan berat belut tiap kolam.<br />Persiapan dan kegiatan budidaya belut: a). Persiapan sarana produksi berupa jenis kolam antara lain: 1). kolam induk / kolam pemijahan, 2). kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), 3). kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm), 4). kolam pemeliharaan belut konsumsi (terdiri 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi 15 - 20 cm dan pemeliharan belut dengan ukuran 15 - 20 cm hingga menjadi ukuran 30 - 40 cm; b). Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, di atasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air); c). Kemudian media tersebut dibiarkan beberapa saat agar menjadi lumpur sawah; dan d).setelah itu belut-belut dapat ditebarkan ke dalam kolam, pemeliharaan (pemberian pakan, pengendalian hama &amp; penyakit), panen dan pasca panen.<br />Kata kunci: Penyuluhan, budidaya belut, efektif, lahan kering Priyono Priyono Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PELATIHAN DESAIN KHAS DAERAH DAN MANAJEMEN PADA UKM BATIK DESA PILANG KABUPATEN SRAGEN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3227 Program pengabdian ini dilakukan di dua UKM Batik di desa Pilang Kabupaten Sragen yaitu Batik Nurul Huda dan Batik Ontorejo. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk pengembangan produk UKM dalam peningkatan peluang pasar melalui kualitas produk dan desain khas daerah.<br />Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan pelatihan peningkatan pengetahuan dan praktik keterampilan serta desain khas daerah dan manajemen usaha pada karyawan di kedua UKM batik. Luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah: 1. Meningkatnya kualitas produk melalui peningkatan ketrampilan karyawan dalam memproduksi dengan desain khas daerah, 2. Adanya pembenahan manajemen usaha dari berbagai aspek meliputi manajemen pemasaran hingga manajemen produksi dan inovasi.<br />Kata kunci: ketrampilan SDM, desain khas, manajemen usaha. Asri Laksmi Riani, Edi Kurniadi, Mohammad Cholil, Moh Amien Gunadi, Atmaji, Puspa Devi Maharani,Agung Prabowo Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENINGKATAN USAHA TELUR ASIN DI UKM ZADDAM https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3228 Telur asin merupakan salah satu sumber protein hewani yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat. UKM yang mengusahan telur asin di Kabupaten Sukoharjo adalah UKM Zaddam. Di dalam proses produksi, UKM Zaddam mengalami kendala antara lain : 1) umur simpan produk yang perlu diperpanjang, 2) kompor gas yang digunakan, memiliki nyala api yang tidak stabil, 3) UKM belum memiliki sistem pembukuan sederhana. Metode yang digunakan untuk menanggulangi permasalahan ini adalah 1) introduksi oven telur asin; 2) penambahan peralatan produksi berupa kompor kompor gas low pressure dan dudukan kompor; 3) pelatihan pembukuan sederhana. Kegiatan yang dilakukan oleh Tim Pengabdian, diharapkan dapat meningkatkan kelangsungan usaha telur asin, meningkatan kualitas dan kapasitas produksi, memperluas pemasaran telur asin sehingga dapat meningkatkan pendapatan UKM.<br />Kata-kata kunci: Kompor Gas, Oven, Telur asin Rr. Aulia Qonita Nur Her Riyadi Parnanto & Erlyna Wida Riptanti Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 REKAYASA MESIN PELET MULTIFUNGSI UNTUK MEMBUAT PAKAN TAMBAHAN IKAN NILA DARI LIMBAH PERTANIAN DAN INDUSTRI https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3300 <p>Tingginya harga pelet dan konsentrat sebagai pakan utama ikan nila, berdampak pada banyaknya budidaya ikan nila yang gulung tikar. Ketersediaan limbah pertanian yang difermentasi dengan Suplemen Organik Cair (SOC) menjadi pakan tambahan yang ekonomis untuk pelet ikan nila memicu.eksistensi budidaya ikan nila. Limbah yang dimanfaatkan dan diolah sebagai pakan tambahan antara lain: limbah kedelai, ampas tahu dan tongkol jagung. Namun, seiring eksistensi budi daya ikan nila ini terselip permasalahan dalam pembuatan pakan tambahan, khususnya proses pengolahan pakan. Hal ini berdampak pada tingginya penggunaan pelet dan konsentrat karena peralatan untuk pembuatan pelet belum tersedia. Tujuan kegiatan ini adalah rekayasa mesin pelet sistem multifungsi menggunakan horizontal screw system berkapasitas 30 kg/jam untuk membuat pakan tambahan ikan nila yang ekonomis, cepat, dan berkualitas sehingga dapat mengurangi penggunaan konsentrat dan meminimasi biaya pakan agar kesejahteraan mitra meningkat.<br />Hasil kegiatan ini adalah 1) Mesin pelet horizontal screw system multifungsi berkapasitas 30kg/jam yang memiliki 3 ukuran lubang pelet berbeda, 2) Pakan tambahan ikan nila yang ekonomis, 3) Perbaikan proses produksi pakan ikan.<br />Kata-kata kunci: mesin pelet, horisontal screw, nila, pakan ikan tambahan, ekonomis</p> Samsul Bakri & Musabbikhah Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-19 2019-10-19 PENGELOLAAN LAHAN SAWAH DI DESA DUKUH KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3229 Pertanian berkelanjutan merupakan suatu program kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan kelompok mitra tani yaitu kelompok tani ”Ngupoyo Subur” yang berkecimpung dalam pengelolaan lahan sawah di Desa Dukuh Kec. Mojolaban Kab. Sukoharjo, Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pemahaman kepada petani tentang bagaimana mengelola lahan pertaniannya agar dapat berkelanjutan yang bisa dinikmati oleh anak cucu. Target luaran kegiatan yaitu adanya perubahan perilaku petani dalam mengelola lahannya tidak menggunakan input yang dapat merusak lingkungan tetapi petani menggunakan input yang ramah lingkungan yaitu sistem pertanian organik. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan pupuk organik, pendampingan dan sekaligus praktek langsung / demplot. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat desa dukuh yang mayoritas penduduknya petani, dengan sistem pertaniannya masih menggunakan input yang tidak ramah lingkungan yaitu mengunakan pupuk dan pestisida anorganik. Oleh karena itu dalam kegiatan ini dipaparkan sistem pertanian yang ramah lingkungan yang dikenal dengan pertanian organik. Sebagai langkah awal kegiatan para petani dibekali dengan penyuluhan dan pelatihan cara pembuatan pupuk organik yang baik dan benar . Kemudian pupuk organik yang dihasilkan digunakan untuk memupuk tanaman padinya melalui demplot. Disamping itu guna menunjang dan memotivasi mitra, maka dalam kegiatan ini diberikan bantuan alat pembuat pupuk organik sederhana (Komposter). Agar program kemitraan ini dapat keberkelanjutan maka dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.<br />Kata kunci : pertanian, organik, berkelanjutan. Siswadi, Sartono Joko Santoso & Elly Istiana Maulida Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT BAGI KELOMPOK WANITA TANI NGUPOYO BOGA GODEAN, SLEMAN, YOGYAKARTA DALAM PENGOLAHAN BUNGA TELANG https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3230 Akhir-akhir ini peran serta wanita dalam menciptakan kesejahteraan keluarga sangatlah penting. Wanita bisa membantu suami untuk meringankan beban ekonomi dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya dengan tujuan untuk memperoleh penghasilan. Bunga telang (Clitoria ternatea/butterfly pea) disebut juga blue pea merupakan bunga yang mengandung komponen fungsional dan biasa digunakan sebagai pewarna makanan seperti nasi biru, puding, kue dan sebagainya; serta dibuat minuman seperti coctail dan lain-lain. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngupoyo Boga Jengkelingan Sidoarum Godean Sleman tentang aspek penggunaan teknologi tepat guna dalam pengolahan/penanganan bunga telang yaitu metoda pengeringannya. Materi kegiatan berupa penyuluhan yang bisa menginisiasi kegiatan agribisnis dan wirausaha berbasis potensi lokal hasil pertanian dan pekarangan; tentang bunga telang sebagai tanaman hias rambat berkhasiat, dan upaya mengawetkan bunganya. Metode yang digunakan berupa metode partisipasi aktif, penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan dengan sasaran kelompok wanita tani. Hasil dari kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan ketrampilan kepada kelompok wanita tani, tentang pemahaman dan pengetahuan manfaat fungsional bunga telang, dan efisiensi pengelolaan usaha melalui penggunaan teknologi tepat guna dalam pengeringan bunga telang. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mempercepat proses pengeringan bunga telang yang higienis dan meningkatkan peran wanita dalam pembangunan nasional.<br />Kata-kata kunci: Kelompok Wanita Tani, bunga telang, teknologi tepat guna, pengeringan Siti Nur Purwandhani, Cicilia Tri Kusumastuti & Setyo Indroprahasto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MELALUI DIGITAL BOOK PADA GURU-GURU SMK TEKNIK BANGUNAN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3231 Bahan ajar merupakan sarana yang wajib ada bagi guru maupun dosen sebagai salah satu referensi dan pedoman mengajar, sehingga semakin banyak sumber belajar atau referensi yang digunakan dalam proses belajar mengajar maka sangat mempengaruhi keberhasilan dan kualitas belajar. Dari hasil pengamatan banyak guru bahkan dosen belum menyusun bahan ajar sendiri, walaupun banyak materi atau bahan ajar yang dipunyai, tetapi belum terkemas menjadi buku ajar, hal itu dikarenakan karena manajemen yang kurang dan kurangnya pengetahuan dalam mengembangkan bahan ajar. Dengan perkembangan teknologi khususnya bidang pendidikan dalam rangka menyongsong pembelajaran Abad 21 dan Revolusi industri 4.0 maka penting sekali sebagai seorang pengajar untuk mengembangan materi ajar dalam bentuk buku dgital (e book). Dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat mengambil tema IbM Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar pada Guru-guru SMK Teknik Bangunan Melalui Digital Book. Adapun langkah kegiatan meliputi : Penjelasan penyusunan bahan ajar, Workshop penyusunan ebook, seta pemantauan hasil kegiatan. Hasil dari kegiatan para peserta guru SMKN 2 Sukoharjo dan SMKN 2 Surakarta mempunyai bahan ajar berupa ebook.<br />Kata-kata kunci: Bahan ajar, ebook, SMK Fajar Danur Isnantyo Sri Sumarni Budi Siswanto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENGGUNAAN ISI RUMEN SEBAGAI SUMBER MIKROBA DALAM FERMENTASI LIMBAH JERAMI PADI DAN SUPLEMENTASI MOLASES BLOK UNTUK PAKAN TERNAK DI KABUPATEN WONOGIRI https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3232 Isi rumen adalah bagian dari nutrient yang ada di dalam rumen dan belum di absorpsi oleh ternak tersebut sehingga kandungan nutrientnya masih tinggi. Selanjutnya untuk mendapatkannya yaitu pada saat ternak di potong baru dikeluarka dari rumennya.<br />Penggunaan limbah jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia mempunyai keterbatasan yaitu adanya kandungan serat kasar yang tinggi sehingga daya cernanya rendah. Agar penggunaan dari limbah jerami padi dapat ditingkatkan nilai daya cernanya (nilai nutriennya) maka perlu adanya metode pengolahan antara lain dengan fermentasi.<br />Melalui fermentasi maka limbah jerami padi dapat ditingkatkan kualitas dan daya cernanya.Selanjutnya biasanya peternakan rakyat dalam memberikan pakan khususnya bahan baku konsentrat tidak selalu rutin (kontinyu) artinya hanya diberikan pada waktu musim panen padi saja, sehingga kecukupan nutrient dari ternak belum memenuhi baik secara kualitas dan kuantitasnya. Oleh karena itu perlu pakan tambahan dalam hal ini urea molases blok.<br />Tujuan pertama dari kegiatan ini yaitu: a) memproduksi fermentasi dari limbah jerami padi yang baik, b) menumbuhkan budaya penerapan Ipteks hasil penelitian perguruan tinggi secara komersial, c) menumbuhkan usaha kecil menengah, d) meningkatkan sumber daya manusia,e) menciptakan lapangan kerja, f) memanfaatkan potensi sumber daya daerah khususnya limbah jerami padi dan g) menumbuhkan kegiatan usaha yang income generating. Tujuan yang kedua dari kegiatan ini yaitu ingin menambahkan molasses blok untuk meningkatkan nilai nutrien sehingga daya cerna dari konsentrat ternak meningkat, akibat lebih lanjut pertambahan bobot badan ternak akan meningkat.<br />Target luaran dari kegiatan ini adalah: a) tercapainya peternak yang mampu melakukan pengelolaan pakan dengan fermentasi dari limbah jerami padi sebagai teknologi tepat guna, b) ketersediaan pakan sepanjang tahun dapat terpenuhi, sehingga peternak tidak kesulitan dalam pemberian pakan ternak. Selain itu suplementasi molasses blok akan meningkatkan nilai nutrient bahan dan nilai kecernaanya bertambah akibat lebih lanjut produktifitas ternak meningkat terutama bobot badan sapi dan kambing sehingga pendapatan peternak bertambah.<br />Manfaat dari kegiatan tersebut adalah menambah pengetahuan kepada peternak dalam bidang bahan pakan terutama hijauan, meningkatkan keterampilan peternak dalam mengolah limbah jerami padi dengan teknik fermentasi menjadi bahan baku hijauan yang siap keberadaannya sepanjang tahun dan dapat meningkatkan nilai nutriennya serta suplementasi molasses blok dapat meningkatkan nilai nutrient konsentrat.<br />Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah, percontohan dan evaluasi kegiatan. Khalayak sasaran yang strategis adalah kelompok ternak sapi potong dan ternak kambing serta ternak domba..<br />Lokasi kegiatan adalah di kelompok ternak “Ngudi Hasil” di Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri dan kelompok ternak sapi “Lembu Suro” Desa Bendungan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri.Beberapa institusi yang terlibat antara lain Dinas Peternakan Kabupaten Wonogiri, Universitas Sebelas Maret serta Pemerintah Desa Jendi dan desa Bendungan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri.<br />Sebagai kerangka berfikir untuk memecahkan masalah adalah diperlukan adanya pendekatan dengan masyarakat setempat agar terjadi interaksi sosial. Pendekatan tersebut menggunakan sistem instruksional dalam bentuk penyuluhan dan percontohan. Adanya interaksi sosial tersebut diharapkan tumbuh pengertian yang memberikan manfaat bagi masyarakat tersebut. Adapun yang menjadi khalayak sasaran adalah masyarakat peternak sapi potong sebanyak 32 orang di wilayah Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri termasuk para ketua kelompok, anggota kelompok dan pamong ternak dan 55 orang di wilayah desa Bendungan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan dalam Sudibya, Supriyono P.Setyaningrum Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 IbM BENGKEL LAS TEKNIK DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS RECTANGULAR PIPE BENDING PROCESS DENGAN DESAIN FLEXIBLE ROLL https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3233 Penggunaan teknologi pengerolan dengan sistem roll bending sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksi dengan berkurangnya waktu proses serta peningkatan kualitas produk dengan berkurangnya resiko cacat produk. Proses bending pipa persegi untuk membuat frame lengkung di bengkel teknik dengan sistem manual menghasilkan cacat tekuk pada sisi dalam, puntiran/distorsi penampang pipa, dan ketidakseragaman radius kelengkungan. Selain itu proses bending manual menghasilkan tingkat produktivitas dan efektivitasnya yang rendah. Secara umum ukuran komponen roll mesin bending pipa menyesuaikan dengan ukuran penampang pipa yang akan dibentuk. Hal ini tentunya memerlukan banyak sekali komponen roll sesuai dengan ukuran penampang pipa. Tujuan program pengabdian masyarakat ini untuk melakukan perbaikan teknologi pembentukan pada proses pengerolan pipa persegi frame lengkung di mitra bengkel teknik. Teknologi tersebut menggunakan proses roll bending dengan mesin roll mekanik yang memiliki desain flexible roll untuk penampang pipa persegi yang memungkinkan dapat digunakan pada proses roll bending dengan berbagai ukuran. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan diatas adalah perbaikan teknologi dengan membuat konsep desain dan perencanaan mesin roll mekanik yang memiliki desain flexible roll. Hasil yang diperoleh berorientasi meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses pengerolan. Hal ini ditentukan oleh tahapan proses pengerolan yang efektif berdasarkan radius kelengkungan yang direncanakan dan jenis material serta dimensi pipa yang akan dilengkungkan. Selain itu cacat tekuk dan keseragaman radius kelengkungan hasil produk dapat dicapai dengan mengontrol tahapan proses pengerolan yang tepat dan efektif. Manfaat lain yang diperoleh dengan adanya mesin roll bending ini adalah peningkatan keuntungan dengan melakukan disversifikasi pekerjaan berupa order pengerolan pipa dari bengkel teknik yang lain.<br />Kata Kunci : Roll Bending Pipa Persegi, Desain Roll Flexsible, Produktivitas, Tahapan Proses, Kualitas Produk R Djoko Andrijono Sufiyanto Sufiyanto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PKM KELOMPOK TANI HUTAN RAKYAT JASEMA DESA TERONG DLINGO KABUPATEN BANTUL DI YOGYAKARTA DALAM MENINGKATKAN PRODUKSI DAN PEMASARAN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3234 Kelompok Tani Hutan Rakyat JASEMA Desa Terong Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul Propinsi DI Yogyakarta mempunayi potensi hutan rakyat yang sangat besar, demikian pula dengan potensi karbon, industri arang, mebel dan kerajinan kayunya. JASEMA dibentuk karena kebutuhan hidup dan pemikiran kreatif dari kelompok masyarakat Desa Terong. Permasalahan pokok Kelompok Tani Hutan Rakyat JASEMA adalah ; 1.belum terdatanya potensi tegakan jati di beberapa anggota, sehinga harus ada inventariasi tegakan, 2. Anggota belum banyak yang aktif, kelembagaan belum berjalan dengan optimal, 3. Belum terbentuknya organisasi yang profesional untuk melakukan pengelolaan hutan rakyat, 4. Mekanisme perdagangan kayu rakyat di luar kendali petani hutan rakyat sebagai produsen, sehingga keuntungan terbesar dari pengelolaan hutan tidak dirasakan petani hutan rakyat. Demikian pula dengan pemasaran produk kayunya yang belum menjangkau ke dunia maya. Kondisi ini memerlukan pembenahan segera, khususnya pada pemberdayaan kelompok tani, potensi hutannya dan pemasaran produk kayunya.Target dan luaran dari aspek produksi dan pemasaran adalah penyuluhan pemberdayaan kelompok tani hutan rakyat, pelatihan perhitungan potensi hutan rakyat dan pemasaran produk kayu hutan rakyat dan hasil ikutannya dengan menggunakan web site.<br />Hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan menunjukan kelompok tani hutan rakyat semakin mengetahui pentingnya mengelola hutan rakyat dengan sebaik-baiknya. Pentingnya mengelola hutan rakyat akan berdampak meningkatnya produktifitas hutan dalam jangka panjang. Pelaksanaan kegiatan pelatihan penggunaan alat mengukur potensi hutan dan website akan meningkatkan kapasitas kelompok tani hutan rakyat. Hal tersebut akan meningkatkan kesadaran kelompok tani hutan rakyat untuk mengetahui potensi hutannya dan memasarkan potensi hutan, produk kayu, arang, mebel, kerajinan dan hutan hasil ikutannya. Pembuatan web site akan meningkatkan produksi dan pemasaran online untuk memperluas jangkauan wilayah pemasaran, terlebih lagi apabila pangsa pasar terhadap produk yang dihasilkan dari wisatawan mancanegara (pasar ekspor). Luaran yang dihasilkan program PKM adalah penyuluhan dan pelatihan, bantuan BIBIT, alat, web site, artikel ilmiah pada jurnal nasional tidak terakreditasi, media masa cetak, video dan prosiding seminar nasional.<br />Kata kunci : Kelompok tani, JASEMA, produktifitas dan pemasaran Agus Priyono & Sushardi Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PRODUKSI ES SUSU DENGAN ICE MAKER DI KABUPATEN BOYOLALI JAWA TENGAH https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3235 Es krim merupakan produk olahan dari susu yang dibuat dengan cara membekukan dan mencampurkan bahan-bahan baku es krim secara bersama-sama seperti susu, gula dan bahan pendukung lainnya. Kabupaten Boyolali adalah sentra peternakan sapi terbesar di Provinsi Jawa Tengah dan terdapat beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) namun hanya sebatas mengumpulkan (pengepul) susu sapi segar hasil pemerahan kemudian langsung dijual di Koperasi Unit Desa (KUD) setempat serta pabrik susu olahan INDOLAKTO. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan pemasaran susu sapi segar hasil produksi para peternak sapi yang tergabung dalam UKM Karya Bumi dan UKM Tunas Mekar melalui produksi es krim menggunakan alat ice maker. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan program adalah pelatihan pembuatan es krim dengan alat ice maker, membuat standar operasional proses (SOP) produksi es krim, membuat SOP sanitasi dan hygiene produksi es krim serta SOP keselamatan dan kesehatan kerja. Hasil dari kegiatan ini adalah tercapainya keterampilan kedua UKM dalam mengelola susu sapi segar menjadi produk es krim dengan beberapa variasi rasa, higienis yang sesuai persyaratan BPOM dan telah mempunyai SOP produksi es krim dengan alat ice maker, SOP sanitasi dan hygiene produksi es krim serta SOP keselamatan dan kesehatan kerja.<br />Kata Kunci: Es krim, Susu sapi segar, UKM Karya Bumi, UKM Tunas Mekar, Ice Maker Susiana Purwantisari, Siti Nur Jannah, Dwi Handayani, Muhammad Endy Yulianto, Ilyas Teguh Pangestu, Kresna Suryadi Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 SIKAP DAN KESIAPAN PETERNAK SAPI POTONG TERHADAP PENERIMAAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH FESES DAN URIN DI KECAMATAN NGARGOYOSO KABUPATEN KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3236 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap dan kesiapan peternak sapi potong terhadap penerimaan teknologi pengolahan limbah feses dan urine ternak di Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Propinsi Jawa Tengah. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode survei dengan jumlah sampel 60 responden. Data yang diperoleh meliputi data primer dari pengisian kuesioner oleh responden yaitu peternak dan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Karanganyar. Analisis data yang digunakan adalah analisis validitas, analisis reliabilitas, analisi Fishbein’s Attitude Model dan analisis regresi dilanjut dengan uji f dan t. Uji Validitas dan Reliabilitas menunjukkan hasil yang valid r hitung &gt;0,3 dan reliabilitas nilai α &gt;0,6. Uji Fishbein’s Attitude Model menunjukkan jawaban dari data netral hingga sangat positif. Uji regresi linier berganda diperoleh persamaan Y = 14,823 + 0,308 X1 + 0,522 X2. Nilai koefesien determinasi (R2) sebesar 0,471 berarti variansi variabel penerimaan teknologi pengolahan limbah feses dan urine dapat dijelaskan oleh variansi data sikap dan kesiapan peternak sebesar 47,1% dan 52,9% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Pada uji F, diketahui nilai fhitung = 25,414 dan signifikan pada 0,000 &lt; 0,05 terdapat pengaruh sikap dan kesiapan peternak terhadap penerimaan teknologi pengolahan limbah feses dan urine secara simultan, berdasar uji t sikap peternak, kesiapan peternak berpengaruh signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah sikap dan kesiapan peternak sapi potong berpengaruh terhapan penerimaan teknologi pengolahan limbah feses dan urine.<br />Kata-kata kunci : Peternak, Teknologi pengolahan limbah feses dan urine, Sikap dan kesiapan. Sutrisno Hadi Purnomo, Rendi Fathoni Hadi & Sulistyo Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 SIKAP DAN KESIAPAN DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERPADU UNIT PENGELOLA KKN UNIVERSITAS SEBELAS MARET https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3237 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap dan kesiapan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN terhadap penggunaan Sistem Informasi dan Komunikasi Terpadu (SIKOTER) di Universitas Sebelas Maret. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pengelola KKN pada saat sosialisasi penggunaan SIKOTER pada DPL KKN. Metode pengambilan data yang digunakan adalah metode survei dengan jumlah sampel 60 responden. Data yang diperoleh meliputi data primer dari pengisian kuesioner oleh responden yaitu DPL KKN UNS. Analisis data yang digunakan adalah analisis validitas dan reliabilitas, Fishbein’s Attitude Model, dan analisis regresi yang dilanjutkan dengan uji F dan t. Hasil Uji Validitas dan reliabilitas menunjukkan hasil yang valid rhitung &gt;0,3 dan reliabilitas nilai α &gt;0,6 pada semua variabel. Pada semua variabel Uji Fishbein’s Attitude Model menunjukkan jawaban dari data netral hingga sangat positif. Uji regresi linier diperoleh persamaan Y = -6,234+ 0,211 X1 + 0,213X2 + 0,550 X3 + 0,119 X4 + 1,252X5 + 0,665X6. Nilai koefesien determinasi (R2) sebesar 0,816 berarti variansi variabel penerimaan SIKOTER dapat dijelaskan oleh variansi data sikap dan kesiapan DPL KKN (sikap DPL, kesiapan DPL, infrastruktur, dukungan manajemen, dukungan budaya) sebesar 81,6% dan 18,4% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel yang diteliti. Pada uji F, diketahui nilai fhitung = 44,683 dan signifikan pada p &lt; 0,05 menunjukkan pengaruh sikap dan kesiapan DPL KKN terhadap penerimaan SIKOTER secara simultan, Berdasarkan uji t sikap DPL, kesiapan DPL, dukungan manajemen dan dukungan budaya berpengaruh signifikan. Simpulan dari penelitian ini adalah sikap dan kesiapan DPL berpengaruh terhadap penerimaan SIKOTER.<br />Kata-kata kunci : DPL KKN, Sistem informasi dan komunikasi terpadu, Sikap dan kesiapan. Sutrisno Hadi Purnomo, Dewi Kusuma Wardani & Winarno Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PEMANFAATAN APLIKASI GOOGLE SEBAGAI CARA MEWUJUDKAN KONSEP SEKOLAH BERBASIS TEKNOLOGI DAN INFORMASI DIGITAL https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3238 Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memperlihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi seperti e-government, e-commerce, e-education. Perkembangan teknologi informasi dewasa ini tidak dapat dibendung dan harus cerdas dalam memanfaatkan daya yang berlimpah, di Indonesia salah satu perusahaan TIK yang sudah tidak asing adalah Google, diantara aplikasi-aplikasi yang telah disediakan Google terdapat aplikasi yang mampu memberikan manfaat bagi kegiatan belajar mengajar serta membantu tugas-tugas administrasi di lingkungan sekolah. Permasalahannya adalah tidak semua guru atau pegawai sekolah mengetahui dan memahami manfaat memiliki akun Google, masalah yang sama terjadi pada Taman An-Nahl yakni belumnya memahami dan mahir memanfaatkan aplikasi-aplikasi Google untuk kebutuhan kerja di lingkungan sekolah. Maka metode pelaksanaan menanggulangi permasalahan guru dan pegawai Taman An-Nahl yaitu dengan mengadakan penyuluhan dan pelatihan terkait pemanfaatan aplikasi Google untuk mewujudkan konsep sekolah berbasis teknologi dan informasi digital. Hasil yang dicapai dari penyuluhan dan pelatihan adalah para guru dan pegawai mengetahui serta memahami manfaat penggunaan aplikasi Google sebagai cara baru untuk meningkatkan produktifitas kerja, dari pelatihan guru dan pegawai mampu menerapkan aplikasi-aplikasi Google yang bermanfaat secara langsung sebagai penunjang kinerja para guru dan pegawai di Taman An-Nahl. Terbukti sebanyak lebih dari 90% para peserta pelatihan merasa puas dan bermanfaat atas pelatihan yang diselenggarakan.<br />Kata-kata kunci: Aplikasi Google, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Sekolah, Guru dan Pegawai. Tri Lathif Mardi Suryanto, Syurfah Ayu Ithriah & Asif Faroqi Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PEMANFAATAN SUMBER MODAL DI DESA TKI UNTUK WIRAUSAHA JAMUR TIRAM https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3239 Tanggulturus dikenal sebagai desa TKI (Tenaga Kerja Indonesia) karena banyak warganya bekerja sebagai TKI. Dampak positif dari fenomena tersebut adalah tingkat perekonomian warga yang cukup baik. Terdapat tiga potensi utama dalam pengembangan wirausaha jamur tiram di Tanggulturus meliputi ketersediaan modal usaha, adanya minat berwirausaha, dan tersedianya pasar untuk penjualan jamur tiram. Adapun faktor pembatas dalam mengawali wirausaha jamur tiram meliputi terbatasnya informasi jumlah modal awal, tahap budidaya, panen, dan penjualan pasca panen. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengumpulan data dan pelatihan pada bulan Juli 2019. Pengumpulan data dilakukan secara acak melalui survey terhadap 100 sampel warga dan wawancara terhadap pamong desa. Pelatihan dilakukan terhadap 30 warga yang diambil berdasarkan rekomendasi pamong desa. Jumlah TKI desa Tanggulturus sebanyak 40%. Sumber pendapatan lainnya berupa pertanian 20%, perdagangan 10%, peternakan 5%, buruh 25%, karyawan swasta 15%, dan PNS 3%. Besarnya pendapatan warga non TKI bervariasi dari 0 sampai 5 juta per bulan. Preferensi warga dalam menginvestasikan modalnya berupa sawah 40%, pekarangan 55%, dan perdagangan atau toko 14%. Jumlah warga yang tertarik wirausaha jamur tiram sebanyak 44%. Pelatihan ini menjadi sarana transfer IPTEK bagi warga Desa Tanggulturus. Kegiatan ini juga memotivasi warga untuk memanfaatkan sumber modal mereka di bidang wirausaha jamur tiram.<br />Kata-kata kunci: Desa TKI, Wirausaha, Jamur Tiram Yushi Mardiana & Sumarji Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PKM KELOMPOK USAHA SANGRAI KACANG TANAH DAN ROTI KACANG DI DESA GENTUNGAN, KEC. MOJOGEDANG. KAB. KARANGANYAR JAWA-TENGAH https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3240 Desa Getungan Kec. Mojogedang Kab. Karanganyar sebagian besar masyarakatnya adalah petani kacang dan polowijo, ada sebagian masyarakat yang membuat perkumpulan yang tergabung dalam ”UMKM “Barokah“ dengan usaha kacang sangrai dan roti kacang guna memanfaatkan hasil panen kacang tanah yang melimpah ruah, UMKM ini Didukuh Banaran Rt 02/01 Desa Gentungan Kecamatan Mojogedang, bergerak dibidang kacang sangrai, roti kacang dan sambel pecel UMKM ini mempunyai permasalahan yaitu dalam pembuatan kacang sangrai sampai saat ini cara pengolahannya masih dilakukan secara sederhana yaitu dengan cara kacang yang sudah dicuci dan dijemur dimasukkan dalam tong dan diberi pasir dengan perbandingan 40 Kg kacang tanah 5 Kg pasir kemudian diputar dengan cara di engkol dengan tenaga manusia, sehingga produksi terbatas serta tidak bisa mencukupi permintaan dari rekanan pedagang maupun bakul kacang sangrai yang ada dipasar tradisonal, disamping itu sistem pemasarannya masih memakai getok tular antara pedagang satu dengan yang lainnya, dan belum adanya sistem pembukuan keuangan semuanya dilakukan dengan cara tradisonal.<br />Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, Dirjen Penguatan Risbang Kementrian Ristek dan Pendidikan Tinggi bekerja sama dengan Politeknik Pratama Mulia Surakarta ini membantu dalam pendampingan dana guna mengatasi permasalahan yang ada pada UMKM tersebut, dengan cara diantaranya melalui pembuatan mesin sangrai kacang tanah secara elektrik, pengemasan produk dengan alat press otomatis, pelatihan manajemen usaha dan pelatihan manajemen pembukuan keuangan serta manajemen pemasaran. Sehingga dapat meningkatkan omset produk yang dihasilkan. Dampak yang diharapkan dari program ini diantaranya peningkatan produktifitas dan kualitas produks, peningkatan pendapatan UMKM dan anggotanya, juga peningkatan order bagi pemilik bengkel teknologi tepat guna dilingkungannya, serta pengemasan produk yang higienis dan baik, sehingga akan meningkatan nilai jual dari kacang tersebut ,UMKM sendiri dengan manajemen yang sehat. Secara umum terlaksana program ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat kalangan menengah ke bawah dan meningkatkan pendapatan, khususnya usaha/UMKM kacang sangrai dan perbengkelan. Diharapkan dengan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dalam skala Nasional akan meningkatkan pendapatan perkapita daerah.<br />Kata kunci : Kacang sangrai, teknologi tepat guna, produktivitas, pendapatan Annisa Nur Fatimah Siswanto Siswanto Sri Yuliati Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENDAYAGUNAAN GULMA ENCENG GONDOK DARI AREAL RAWA PENING DENGAN CAMPURAN INDIGOFERA SEBAGAI PAKAN TERNAK NON KONVENSIONAL https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3241 Enceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan gulma air yang banyak menutupi areal pemukaan Rawa Pening yang teletak di Kabupaten Semarang. Gulma ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat dan berdampak negatif bagi perairan. Tingkat penutupan yang sangat cepat menyebabkan pendangkalan, menganggu ekosistem air serta menganggu sektor pariwisata. Untuk itu, pengabdian masyarakat ini berupaya mendayagunakan potensi enceng gondok menjadi pakan ternak non konvesional atau pakan ternak alternatif yang sekaligus dapat mengurangi populasi enceng gondok. Pembuatan ternak dilakukan melalui pembuatan silase baik secara tunggal enceng gondok maupun dengan tambahan indigofera sebagai sumber protein. Pengabdian ini dilakukan di Desa Kadirejo, Kabupaten Semarang. Bahan enceng gondok diambil dari areal Rawa Pening. Kegiatan pengabdian masyarakat terdiri atas 6 tahap utama yaitu sosialisasi pengenalan enceng gondok dan silase, pembuatan rumah silase, praktek pembuatan silase pakan komplit, monitoring silase, analisis, dan pemberian pakan ke ternak. Hasil pengabdian manunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat tentang potensi enceng gondok untuk menjadi silase pakan komplit. Selain itu, menghasilkan peningkatan ketrampilan masyarakat dikarenakan masyarakat dapat mengetahui dengan jelas proses pembuatan silase. Silase yang dihasilkan selama proses fermentasi 3 minggu menghasilkan aroma yang segar dan bebas jamur. Silase pakan komplit baik secara tunggal maupun dengan campuran indigofera dapat menjadi alternatif pakan ternak terutama pada periode musim kering saat hijauan sulit dipenuhi secara maksimal.<br />Kata-kata kunci: Enceng gondok, Indigofera, Rawa Pening, silase, pakan non konvensional Mercy Bientri Yunindanova, Bayu Setya Hertanto & Supriyono Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENGUATAN TATA KELOLA ORGANISASI SEBAGAI PILAR KEBERLANJUTAN KELOMPOK PENGRAJIN BATIK https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3242 Organisasi yang baik merupakan kunci penting dalam mewujudkan suatu tujuan bersama. Sebuah organisasi membutuhkan pengelola dan tata kelola yang teratur. Fungsi tata kelola organisasi adalah untuk mengatur, mengelola, mengendalikan pemanfaatan sumber daya (dapat berupa uang, material, metode, lingkungan) dan sarana-prasana, agar dapat dipergunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi. Pelatihan ini merupakan bagian dari pembekalan untuk pelatihan kewirausahaan dan desain branding bagi pengrajin batik untuk menguatkan keberlanjutan hasil kerajinan batik tulis Langensari. Dari pelatihan ini diharapkan para pelaku usaha batik tulis memiliki kesamaan visi, misi serta tujuan dalam mengelola usaha bersama ini. Diawali dengan sesi pengenalan potensi diri dan kelompok, diharapkan para anggota kelompok memahami kekuatan maupun kelemahan bersama, untuk dapat mengelolanya menjadi sebuah kekuatan bersama untuk berkembang. Menggunakan model pelatihan ceramah, diskusi dan evaluasi interaktif menggunakan aplikasi “mentimeter”, para peserta pelatihan menjadi lebih aktif untuk terlibat secara langsung menjawab kuis-kuis yang diberikan. Hal ini menunjukkan partisipasi aktif anggota kelompok dalam menyumbangkan pemikiran serta ide-ide untuk keberlanjutan paguyuban batik ini. Terkait dengan sistem organisasi, kelompok paguyuban batik dapat memilih sistem bisnis yang sesuai dengan gaya kerja kelompok. Tipe horisantal agaknya menarik bagi studi kasus ini. Tipe horisontal lebih mengedepankan kesetaraan diantara pembatik. Sebagai efeknya perlu diperhatikan bahwa setiap anggota harus memiliki peraturan bersama, sehingga memudahkan untuk bekerjasama.<br />Kata-kata kunci: pelatihan kewirausahaan, desain branding, produk kerajinan, batik tulis Sita Yuliastuti Amijaya Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PKM BAGI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) PENGOLAHAN KERIPIK PEGAGAN DI DESA GERBOSARI KECAMATAN SAMIGALUH KABUPATEN KULON PROGO https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3243 Pemanfaatan pegagan sebagai keripik diharapkan untuk mengoptimalkan fungsi lahan dan membantu meningkatkan pendapatan petani. Proses produksi keripik pegagan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Desa Gerbosari Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo masih mengalami kendala terutama pada aspek kualitas/mutu produk yaitu menyangkut cita rasa, kerenyahan dan warna terlalu coklat, pengemasan produk, manajemen usaha dan pembukuan keuangan. Melalui progran usulan kegiatan Program Kemitraan Msyarakat (PKM) ini, Tim pengusul mencoba menawarkan solusi terhadap permasalahan tersebut melalui kegiatan pokok 1) pelatihan reformulasi pembuatan keripik pegagan, 2) Pengolahan aneka rasa keripik pegagan , 3) Pelatihan pengemasan produk, 4) Pelatihan manajemen usaha, dan 5) Pelatihan pembukuan/akuntansi sederhana.<br />Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dikalukan, maka kelompok sudah mampu memanfaatkan teknologi pengolahan keripik daun pegagan, pemanfaatan kemasan untuk meningkatkan daya tarik konsumen, melakukan pengendalian mutu dalam proses pengolahan keripik pegagan, pengetahuan keterampilan kelompok dalam manajemen pengelolaan usaha keripik daun pegagan serta jiwa wirausaha para anggota KWT Melati meningkat.<br />Kata kunci : keripik, daun pegagan, dan kemasan. Eman Darmawan & Cahya PurnamaAsri Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG OBAT MELALUI GAMES SIMULATION METHODE https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3244 Sikap anak-anak yang enggan minum obat pada saat sakit dikarenakan anggapan bahwa obat merupakan “hukuman” akibat kenakalannya, didukung oleh rasa pahit dan tidak enak dari obat, dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Keengganan minum obat oleh anak-anak ini menyebabkan turunnya kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat, yang dapat berdampak pada tidak tercapainya tujuan terapi. Dalam hal ini, sekolah selaku pelaku transfer pendidikan memegang peranan sangat penting dalam menanamkan informasi mengenai obat dan pemanfaatannya. Minimnya pengetahuan anak usia dini tentang obat mendorong perlunya penanaman pemahaman mengenai obat dan pemanfaatannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang obat pada anak usia dini dalam upaya peningkatan kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Games Simulation Method melalui simulasi pembuatan obat dalam bentuk kapsul, sehingga peserta didik lebih memahami tentang obat melalui aktivitas yang menggembirakan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta didik mengenai obat dan pemanfaatannya. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian adalah adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anak usia dini tentang obat melalui Games Simulation Method sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesehatan.<br />Kata-kata kunci: Games Simulation Method, Obat, Anak Usia Dini Rina Wijayanti Oktarina Puspita Wardani Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 MENINGKATKAN NILAI PRODUK PAGUYUBAN PENGHASIL GULA JAWA DUSUN KLIWONAN UNTUK MEMASUKI PASAR NASIONAL https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3245 Masyarakat yang tergabung pada paguyuban ini bermatapencaharian sebagai penghasil gula jawa Dusun Kliwonan, Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Selama ini masyarakat secara turun temurun memproduksi gula jawa dan menjualnya ke pasar-pasar tradisional di sekitar desa terdekat saja. Melihat potensi yang ada dapat dikembangkan untuk mencapai jangkauan pasar yang lebih luas demi kesejahteraan yang lebih baik bagi masyarakat, maka melalui program KKN UKDW pada tahun 2019, masyarakat diberikan pendampingan untuk meningkatkan nilai produk gula jawa. Pendampingan ini dilakukan dalam 4 tahap : Pertama : penyuluhan tentang proses produksi yang baik dan higienis sesuai standar P-IRT, pendampingan untuk menciptakan branding dan packaging produk yang lebih baik, penyuluhan serta inisiasi marketing produk baik online melalui media digital maupun offline bekerja sama dengan toko ritel dalam satu wilayah provinsi, serta pendampingan dan inisiasi pembentukan organisasi yang lebih tertata untuk melanjutkan pengelolaan paguyuban secara mandiri. Hasil yang didapatkan selama masa pendampingan intensif satu bulan penuh adalah terciptanya produk gula jawa dengan branding yang lebih baik, jaringan pemasaran offline yang lebih luas melalui ritel modern dan media online yang cukup representatif, ijin usaha P-IRT yang telah berhasil terbit, serta organisasi sederhana untuk pengelolaan mandiri oleh paguyuban untuk keberlangsungan industri rumah tangga gula jawa ini ke depannya.<br />Kata-kata kunci: UMKM, Gula Jawa, Nilai Produk, Kliwonan Yohanes Satyayoga Raniasta Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENERAPAN TEKNOLOGI PENGENDALIAN HAMA TIKUS DI DESA JATEN, KECAMATAN JUWIRING, KABUPATEN KLATEN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3246 Salah satu kendala yang dihadapi petani di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten dalam meningkatkan produksi padi adalah serangan hama tikus sawah (Rattus argentiventer. Serangan tikus sering menyebabkan petani gagal panen, sehingga banyak lahan yang saat ini dibiarkan bera. Pengendalian tikus yang dilakukan petani saat ini yakni dengan rodentisida dan atau dengan gropyokan, masih belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Pengendalian tikus dengan Trap barrier system (TBS) dan Burung Hantu (dengan pemasangan Rubuha) adalah teknologi pengendalian tikus yang efektif dan ramah lingkungan, namun belum banyak dikenal petani. Oleh karena itu, kedua teknologi pengendalian tikus tersebut diterapkan melalui kegiatan ini. Penyuluhan/ pendampingan dan praktik lapangan/demplot dipilih dalam kegiatan ini. Sepuluh unit Rubuha dan satu unit TBS telah dipasang pada bulan Juli-Agustus 2019 dan terus dipantau dan dievaluasi dampaknya. Tanggapan masyarakat, khususnya anggota Kelompok Tani Rejeki Agung terkait penerapan teknologi tersebut sangat antusias. Hampir semua anggota kelompok tani hadhir dalam penyuluhan terkait penerapan teknologi tersebut. Dalam kegiatan tersebut hadhir pula pimpinan wilayah kecamatan Juwiring, karena pemasangan Rubuha di Desa Jaten adalah yang pertama di kecamatan Juwiring. Perangkap bubu yang dipasang pada TBS, mampu menangkap antara 1-18 ekor tikus per malam pemasangan. Sementara itu Rubuha yang dipasang telah digunakan sebagai tempat bertengger saat mengincar dan memangsa tikus (mangsa) di sawah dan satu unit rubuha telah dihuni.<br />Kata Kunci : Tikus, Burung hantu, Trap barrier system, Rubuha, Supriyadi, Setya Nugraha, Yanuartono, Okid Parama Astirin & Suparni Setyowati Rahayu Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENINGKATAN PENDAPATAN DAN KAPASITAS KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI JAGUNG https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3247 Kelompok Tani Sidomaju 3 dan dan Kelompok Tani Puji Rahayu merupakan kelompok tani di Desa Wonoharjo Kecamatan Kemusu Kabupaten Boyolali. Lahan yang dimiliki oleh anggota kelompok tani ini adalah lahan kering sehingga hampir seluruhnya membudidayakan tanaman jagung. Dalam pengelolaan usahatani, petani hanya menjual produk pertanian dalam bentuk pipilan kepada para tengkulak dengan harga yang berbeda-beda dan relatif rendah. Pendapatan usahatani yang relatif rendah serta belum adanya kelembagaan petani yang kuat merupakan masalah yang dihadapi oleh kelompok tani di daerah atau kawasan lahan kering. Perlu ada upaya untuk memberdayakan anggota kelompok melalui peningkatan kapasitas dan penguatan kelembagaan yang mampu mendukung kegiatan petani, baik yang bersifat ekonomi produktif maupun kerjasama sosial. Pengabdian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengolah jagung menjadi produk olahan (tortilla) sehingga mampu meningkatkan nilai tambah (value added). Selaras dengan peningkatan kemampuan tersebut keberadaan kelompok tani perlu ditingkatkan peran dan fungsinya. Melalui pelatihan produksi, penyediaan alat produksi, serta pendampingan kelompok diharapkan tujuan pengabdian dapat memberikan manfaat yang optimal bagi peningkatan pendapatan petani.<br />Kata kunci: pendapatan, kelembagaan, kelompok tani, jagung Sapja Anantanyu, D. Padmaningrum & Suminah Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 SOSIALISASI OLAHAN LIMBAH BEKATUL ORGANIKSEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3248 Bekatul merupakan limbah hasil penggilingan padi yang belum banyak dimanfaatkan. Dari setiap 100 kg gabah kering giling akan diperoleh sekitar 3 kg bekatul. Sampai saat ini bekatul hanya digunakan sebagai pakan ternak. Jika dilihat kandungan nutrisinya, bekatul mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi dan dapat digunakan sebagai bahan pangan fungsional, apalagi jika bekatul tersebut berasal dari padi organik. Rasa bekatul yang kurang enak menjadikan bahan pangan ini hanya dianggap sebagai limbah. Kegiatan pengabdian dilakukan di Kelompok Tani yakni Dewi Ratih yang merupakan produsen padi organik di daerah Klaten. Tujuan kegiatan (1) Meningkatkan ketrampilan petani dalam membuat produk olahan berbahan baku limbah bekatul, (2) Membaut analisis ekonomi untung rugi dari usaha produksi olahan limbah bekatul, dan (3) Menambah penghasilan petani. Tujuan tersebut dapat tercapai dengan melakukan kegiatan penyuluhan dan demontrasi membuat aneka produk pangan dengan bahan baku bekatul organik. Produk yang dibuat berupa biskuit, puding, dan minuman.<br />Kata-kata kunci: bekatul, limbah, pangan fungsional, pendapatan petani Retno Wijayanti, Retna Bandriyati Arniputri, Supriyadi & Sholahuddin Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENGEMBANGAN DESA WISATA MELALUI PENGUATAN STRATEGI KOMUNIKASI PARIWISATA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3249 Program pengabdian ini memfokuskan pada pengembangan desa wisata melalui peningkatan strategi komunikasi pariwisata. Tujuan program ini adalah menjadikan mitra sebagai model pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan dan kesejahteraan masyarakat berkelanjutan melalui potensi desa wisata di Desa Mangunan dengan strategi komunikasi pariwisata. Komunikasi pariwisata yang ditawarkan ke masyarakat adalah: public relations (humas kepariwisataan),tourism and hospitality campaign planner, tourism brand and branding specialist, marketing communication, digital communication, yang berbasis pada community based tourisms dan kearifan lokal.<br />Program pemberdayaan masyarakat (partisipasi aktif) sebagai inti gerakannya, pendekatan yang dilakukan dengan community based tourism dengan menempatkan mitra sebagai pelaku utama pada setiap tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program dalam komunikasi pariwisata. Pendekatan pemberdayaan (partisipasi aktif) dalam pengabdian ini berprinsip pada kemandirian masyarakat, metode ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan menguatkan kemampuan pengelola desa wisata dalam hal mengelola pengunjung dengan keramahtamahan dan profesionalisme.<br />Program yang dilakukan, meliputi: Pelatihan komunikasi pariwisata untuk mendesain model komunikasi pariwisatadan komunikasi Pemasaran Desa Wisata. PelatihanKomunikasi Efektif dan Komunikasi Pariwisata menghadirkan narasumber Ibu NitaAndrianti, S.IP., M.A (Dosen dan Peneliti bidang Komunikasi Pariwisata). Pelatihan komunikasi pariwisata ini meliputi pemberian pemahaman berkaitan dengan peran dan tanggungjawab humas, sekaligus mengurai persoalan desa wisata dengan pendekatan komunikasi pariwisata. Pelatihan komunikasi pemasaran, strategi promosi produk wisata, iklan, dan branding Desa Wisata menghadirkan narasumber Erwan Sudiwijaya,S.Sos., MBA (Dosen Ilmu Komunikasi UMY). Sementara FGD penentuan Branding dipandu oleh Bapak Tanto Lailam, S.H., LL.M. Selain itu, program komunikasi pariwisata yang ditawarkan terkait digital tourismuntuk merebut pasar global. Program lainnya adalah fasilitasi website untuk desa wisata www.dewimangunan.com<br />Kata Kunci: Desa Wisata, Komunikasi Pariwisata, digital tourism Nita Andrianti Tanto Lailam Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PEMBUDAYAAN MENDONGENG ISLAMI BERBANTU MEDIA BONEKA JARI PADA MASYARAKAT (POKDAWIS) DESA ROWOSARI https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3250 Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat adalah membudayakan mendongeng Islami berbantu media boneka jari pada masyarakat (pokdarwis) Desa Rowosari. Penggunaan metode praktek bertujuan agar dapat memperoleh gambaran yang akan dijabarkan atau dijelaskan dengan penelitian kuantitatif deskriptif mengenai pembudayaan mendongeng Islami. Penelitian ini berusaha memberikan solusi strategi pemecahan masalah dengan memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan dalam memparafrasekan cerita dengan media audio visual berupa dongeng “Kisah 25 Nabi dan Rasul” melalui interaksi, partisipasi, dan kolaborasi antara peneliti dan masyarakat. Pengabdian ini berusaha mencari strategi pemecahan masalah dengan memanfaatkan tindakan nyata dan proses pengembangan kemampuan ibu-ibu Pokdawis dalam memparafrasekan cerita, mendeteksi dan memecahkan masalah terhadap kelompok sasaran yang terlibat yaitu kelompok Pokdawis di Rowosari. Berdasarkan hasil kegiatan penerapan mendongeng Islami berbantu media boneka jari kepada kelompok dawis (pokdawis) Desa Rowosari berlangsung berjalan baik dan lancar. Penggunaan alat peraga boneka jari oleh ibu-ibu Pokdawis menjadikan mudah memahami cerita, kemudahan dalam mendongeng, meningkatkan minat anak dalam menyimak dongeng, dan menambah pengetahuan orang tua dan anak terhadap budaya mendongeng.<br />Kata kunci: Mendongeng Islami, boneka jari, masyarakat Pokdawis Leli Nisfi Setiana, Turahmat, Evi Chamalah, Aida Azizah & Oktarina P.W. Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENDAMPINGAN KELOMPOK GURU SD GENUKSARI 02 DALAM PEMBUATAN ACTION RESEARCH MELALUI METODE EXAMPLE NON EXAMPLE https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3251 Action research adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan seorang guru profesional dalam peningkatan kualitas pembelajaran serta sebagai salah satu syarat bagi guru untuk kenaikan pangkat. Pelatihan penulisan PTK dalam kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pemahaman guru-guru SD Genuksari 02 tentang action research, dan (2) meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan laporan action research. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah example non example. Metode example non example adalah metode yang menggunakan contoh-contoh melalui bantuan media gambar atau video yang relevan, sehingga menjadi lebih aktif, kreatif, dan bermakna. Kegitan pengabdian berlangusng selama 5 kali pertemuan pertama memberikan soal pretest, penyampaian materi pengertian, hakikat, dan karakteristik action research; pertemuan kedua membahas model-model dan prosedur action research; pertemuan ketiga membahas penyusunan proposal action research, pertemuan keempat pembahasan tentang pelaksanaan penelitian dan analisis data action research, pertemuan kelima dengan materi penyususnan laporan akhir action research. Kegiatan pengabdian berlangsung kurang lebih selama 3 bulan dimulai dari observasi ke lokasi pengabdian, identifikasi masalah sampai dengan pelatihan dan pendampingan pembuatan action research. Hasil pretest dari 18 peserta dengan jumlah soal 25 diperoleh rata-rata 48,88 setelah dilakukan pendampingan hasil posttest diperoleh rata-rata 79,33.<br />Kata-kata kunci: kelompok guru SD Genuksari 02, action research, exemple non exemple. Yulina Ismiyanti Nuhyal Ulia Leli Nisfi Setiana Muhamad Afandi M. Syaifudin Novi Mayasari Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENINGKATAN KEMANDIRIAN EKONOMI MELALUI PELATIHAN DESAIN FASHION https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3252 Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pelatihan desain fashion bagi jemaat Paroki Keluarga Kudus Banteng dan Pengembangan Ekonomi Jemaat GKJ Pakem, Yogyakarta. Pelatihan ini merupakan lanjutan dari pelatihan shibori, jumputan dan ecoprint yang pernah dilakukan sebelumnya. Melihat tingginya persaingan produk dengan teknik-teknik tersebut, maka dipandang perlu untuk meningkatkan nilai produk yang dihasilkan oleh jemaat melalui pelatihan ketrampilan desain fashion. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan jemaat di bidang desain fashion yang pada akhirnya akan memperkuat kemandirian ekonomi jemaat dari kedua gereja. Peningkatan nilai produk diupayakan melalui prinsip ramah lingkungan, yaitu menggunakan pewarna alam dan meminimalkan sisa bahan (zero waste). Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode workshop atau pelatihan. Materi disampaikan di awal oleh narasumber dan dilanjutkan dengan praktek oleh peserta. Pembekalan bagi fasilitator melalui Training of Trainer (ToT) dilakukan sebelum pelatihan. Pelatihan diselenggarakan selama dua hari berturut-turut yang diikuti oleh 28 peserta dari kedua gereja. Metode kerja kelompok dilakukan untuk membuat desain komposisi dan ‘zero waste kimono’, sedangkan kerja individu dilakukan untuk membuat pola dasar. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pengetahuan tentang komposisi desain dan penguasaan ketrampilan desain fashion merupakan langkah awal untuk mewujudkan kemandirian ekonomi jemaat gereja. Perkembangan selanjutnya sangat tergantung pada masing-masing individu. Meski demikian, keaktifan kelompok pengembangan ekonomi jemaat memiliki peran penting dalam kemandirian ekonomi jemaatnya.<br />Kata-kata kunci: desain fashion, kemandirian ekonomi, pelatihan, ramah lingkungan, zero waste Wiyatiningsih Wiyatiningsih Sita Yuliastuti Amijaya Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PELATIHAN PEMANFAATAN WEBSITE UMKM KEGIATAN JARINGAN INFRASTRUKTUR USAHA KECIL DAN MENENGAH KOTA SALATIGA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3253 E-commerce memiliki kekuatan yang sangat besar dalam meningkatkan perkembangan suatu usaha. Penggunaan market place memungkinkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk mempromosikan usahanya secara online serta memperluas pangsa pasar dalam rangka meningkatkan omset penjualan dan keuntungan. Sejauh ini, pemanfaatan market place untuk mendukung Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di kota Salatiga masih sangat rendah. Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mendorong para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Salatiga lebih memaksimalkan penggunaan marketplace dalam rangka memajukan usahanya.<br />Dalam rangka mendukung UMKM di Salatiga, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah kota Salatiga bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana menyelenggarakan pelatihan penggunaan marketplace yaitu http://larisumkm.com bagi para pelaku UMKM di Salatiga. Dalam kegiatan ini diberikan wawasan kepada para pelaku UMKM tentang model bisnis dan tata aturan bagaimana memasarkan produk melalui internet. Materi yang diberikan meliputi pemahaman tentang bisnis online, keamananan pembayaran dan teknis tata cara membuka toko online di sebuah portal jual beli online.<br />Pelatihan ini diikuti oleh 35 pelaku usaha di wilayah kota Salatiga, yang berasal dari berbagai bidang usaha meliputi usaha kuliner, kerajinan dan konveksi. Para pelaku UMKM sangat antusias dan sangat terbantu dengan pelatihan ini. Pengembangan aplikasi terus dilakukan untuk menunjang usaha para pelaku UMKM di kota Salatiga.<br />Kata kunci: e-commerce, marketplace, UMKM Suharyadi & Irwan Sembiring Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PENGARUH UKURAN KAP, PERGANTIAN MANAJEMEN, DAN PERUBAHAN ROA TERHADAP AUDITOR SWITCHING PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2017 https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3254 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran KAP, pergantian manajemen, dan perubahan ROA terhadap auditor switching pada perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan sebanyak 33 sampel perusahaan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model regresi peluang linier (linear probability regression model). Hasil analisis data dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ukuran KAP dan pergantian manajemen berpengaruh signifikan terhadap auditor switching pada perusahaan properti di Bursa Efek Indonesia tahun 2017.<br />Kata-kata kunci : Linear probability regression model, Auditor Switching, Ukuran KAP, Pergantian Manajemen, Perubahan ROA. Nur Azizah & Kim Budiwinarto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-12 2019-10-12 PKM KELOMPOK INDUSTRI HANDYCRAFT DI DESA BLANCERAN KEC.KARANGANOM KAB. KLATEN - JAWA TENGAH https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3255 Kampung Butuh Desa Blanceran terletak di sebelah barat jalan jogja-solo antara penggung-karangwuni, termasuk dalam Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Di desa Blanceran masyarakatnya banyak yang bermata pencaharian sebagai wiraswasta kreatif yaitu kerajinan Handicraft. Usaha berjenis Home Industry ini telah lama ditekuni oleh masyarakat di desa itu tersebut. Produk dari Kerajinan handicraft sendiri sebenarnya bervariasi, akan tetapi Produksi Kerajinan yang paling diminati diantara produk-produk lainnya, yaitu jenis Harley sepeda motor, kapal dan mobil. Kerajinan handicraft termasuk usaha yang sudah berkembang sejak lama dan kini semakin ramai dan menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Permasalahan yang dihadapi adalah mesin produksi yang berbentuk mesin gergaji dan mesin gerinda serta pembentuk profil pembentuk kerajinan sangat sederhana, sehingga jumlah produksinya terbatas padahal pemesanan kerajinan tersebut tiap bulannya meningkat pesanan datang dari luar daerah yang banyak, maka tenaganya harus lembur guna mencukupinya, walaupun sudah lembur tetapi tidak semua pesanan dari luar dapat terpenuhi karena keterbatasan alat. Begitu juga dari finishing produk masih memakai mesin gerinda yang sederhana sehingga hasilnya kurang rapi dan tidak merata maka hal ini akan berpengaruh terhadap nilai jual dari kerajinan tangan itu sendiri. Hal ini tentu kurang effektif disamping hasil yang tidak sesuai yang diinginkan dalam hal kapasitas produksi apabila menambah tentu menambah tenaga kerja lagi sehingga akan menambah biaya produksi,<br />Program Kemitraan Masyarakat dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Penguatan Risbang Kementrian Ristek dan PendidikanTinggi ini membantu mengatasi permasalahan yang ada di pengrajin tersebut dengan mendanai setiap kegiatan dan pelatihan pada pengrajin. Program ini bekerja sama dengan Politeknik Pratama Mulia Surakarta. Kegiatan ini diawali dengan survey dilokasi bertemu dengan ketua mitra berdiskusi tentang Program Kemitraan Masyarakat dan permasalahan yang harus ditangani oleh team untuk dapat dicarikan solusi dari permasalahan selama ini melalui alih teknologi serta metode guna meningkatkan produktivitasnya. Diharapkan dengan program PKM ini para pengrajin dan mitra setelah mendapat penyuluhan dan pelatihan dapat menularkan maupun membina masyarakat sekitarnya, sehingga masyarakat disekitarnya mempunyai motivasi untuk berwirausaha baru dan dapat menambah wawasan serta pendapatan bagi masyarakat disekitarnya serta dapat mengurangi urbanisasi bagi generasi mudanya.<br />Terlaksananya program ini secara khusus meningkatkan ketrampilan yang mendukung produktifitas serta dapat meningkatkan pendapatan para pengrajin dan kelompoknya di Kampung Butuh Desa Blanceran, Kec. Karanganom, Kab. Klaten, diharapkan dengan program ini dalam skala Nasional akan meningkatkan pendapatan perkapita daerah.<br />Kata kunci : Pengrajin handicraft, mesin teknologi tepat guna, kualitas, peningkatan<br />produktifitas Nuning Melianingsih Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PRODUK MODEL PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN REGULASI FAIRPLAY DAN SPORTIF CABANG FUTSAL DI SURAKARTA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3256 Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membantu cabang futsal untuk kelompok ( KU - 16 ) yang ada disurakarta yang mengalami kesulitan dalam menemukanformula yang tepat untuk mensosialisasikan regulasi dan memberikan Pembelajaran peraturan permainan futsal khususnyadi sekolah menengah atas ( SMA ). Cabang futsal merupakan cabang baru di indonesia dan baru berkembang disurakarta karena ketidaktahuan terkait regulasi atau aturan mainnya menyebabkan cabang futsal sulit untuk berkembang dan rawan kericuhan antar penonton, pemain maupun perangkat pertandingan. Oleh sebab itu perlu adanya sosialisasi dan pembelajaran terkait dengan peraturan permainan futsal demi mewujudkan pertandingan yang sportif dan fair play.<br />Populasi pada penelitian ini adalah pemain futsal di Surakarta. Sampel yang terpilih menggunakan random sampling saat pengamatan di kompetisi SOLO MEDICAL CUP tingkat SMA di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Dan sampel yang mendapat pretest, materi peraturan permain futsal dan posttest dipilih menggunakan purposive sampling yaitu 5 sekolah di Surakarta yang mengikuti kompetisi atau liga futsal. Diantaranya SMA 1, 2, 3, SMAbatik 1 Surakarta dan SMA batik 2 surakarta. setiap sekolah mengirim 10 pemain futsal dan total sempel sebanyak 50 orang. Pengumpulan data dilaksanakan melalui angket pengamatan dan quisioner melalui prettest, pelakuan sampel 2 kali dan posttest untuk mengetahui pesentase peningkatanpengetahuan sampel.<br />Hasil penelitian adalah dilakukan pretest rata- rata dapat menjawab 22 soal dari 50 soal. Setelah dilakukan edukasi menggunakan model karikatur sebanyak 2 kalimeningkat dengan rata- rata dapat menjawab 28 soal pada saat posttest. Menunjukkan peningkatan sebanyak 20%, hal ini menunjukkan perkembangan dan peningkatan yang baik bagi sampel terhadap pengetahuan bermain futsal di Surakarta.<br />Penelitian ini dapat mengembangkan pemahaman sampel melalui model karikatur yang diciptakan dari peraturan yang resmi FIFA. Dengan begitu sampel mudah dalam menerima dan memahami peraturan permainan futsal. Hal ini dapat diketahui melalui tes awal untuk mengetahui pengetahuan sampel tentang peraturan permainan. Setelah diberikan peraturan permainan dengan model karikatur, pengetahuan sampel meningkat ditunjukan dengan hasil tes akhir. Sehingga model karikatur ini dapat memberikan manfaat kepada pemain, pelatih, wasit dan pihak yang ikut dalam permainan futsal.<br />Kata Kunci : model pembelajaran , peraturan permainan futsal Rumi Iqbal Doewes,Islahuzzaman Nuryadin, Mohammad Furqon Hidayatullah, Sapta Kunta Purnama & Waluyo Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 STRATEGI MENGHIDUPKAN BUDAYA LITERASI MELALUI DONGENG https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3257 Pada abad 21 ini, peserta didik dituntut mempunyai keterampilan membaca yang baik sehingga mereka mempunyai kemampuan untuk memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah menggagas dan mengembangkan gerakan literasi sekolah (GLS). Namun, GLS hasilnya belum seperti yang diharapkan. Program ini bisa diselenggarakan dengan baik jika ada dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak. Baik dukungan dari orangtua, guru, sekolah, maupun masyarakat. Tujuan penulisan artikel ini yaitu ingin memaparkan tentang pengertian literasi dan strategi guru dalam menghidupkan literasi melalui dongeng di sekolah dasar, khususnya pada tahap pembiasaan. Metode penulisan yang dipilih yaitu metode penulisan deskriptif yang bersumber dari kajian pustaka. Simpulan dari artikel ini yaitu sebagai berikut 1. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan audio. 2. Strategi guru yang bisa dilakukan guru dalam menghidupkan literasi melalui dongeng pada tahap pembiasaan yaitu dengan cara (1) menumbuhkan minat siswa gemar membaca,(2) memilih materi yang menarik sesuai dengan timgkat sekolah siswa dan ada pesan moral yang baik.(3) mengondisikan suasana yang nyaman untuk siswa berliterasi dan siswa aktif terlibat di dalamnya, (4) Kegiatan membaca dilakukan secara terus-menerus.<br />Kata kunci: gerakan literasi sekolah, strategi guru, dongeng Atikah Anindyarini Sumarwati Sumarwati Budi Waluyo Sri Hastuti & Yant Mujiyanto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PEMBINAAN ETOS KERJA GURU DAN KARYAWAN SEKOLAH DI BAWAH YAYASAN UMAT ISLAM KALIOSO (YAUMIKA) KALIJAMBE SRAGEN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3258 Yayasan Umat Islam Kalioso (YAUMIKA) is one of the foundations in Kalijambe sub-district, Sragen regency that keep growing and contribute in educating the nation's life as well as building the character of the next generation of intelligent, religious by managing Madrasah Tsanawiyyah, Madrasah Ibtidaiyyah and Madrasah Diniyyah. To be able to carry out this noble task, it is necessary to continuously improve the work ethic of teachers and employees as an important element in improving the quality and achievement of school / madrasah. Based on these considerations, lectures, counseling and various activities for coaching in order to improve the work ethic of teachers and employees is important to do. This event is attended by 25 (twenty five) Teachers and School Workers / Mdrasah under Yayasan Umat Islam Kalioso (YAUMIKA), Kalijambe, Sragen. The purpose of this activity is that the work ethic of teachers and employees of schools / madrasah under YUMIKA can be improved, maintained and maintained, so that teachers and employees will be motivated in working, discipline, always positively to the task and work and able to build good cooperation with Fellow teachers and employees to realize the process of learning and teaching is good and able to produce graduates qualified and character. This activity is expected to provide benefits to various stakeholders of the school / madrasah under YAUMIKA, namely: First, for teachers and employees, this activity is useful to provide enlightenment and motivation so that it will increase the work ethic in carrying out its duties. Second, for the students, this activity will provide indirect benefits to the students, because with the work ethic of teachers and employees of high students will get a better service of teaching and learning process. Third, for the YAUMIKA, this activity will provide indirect benefits on improving the quality of the institution because it is supported by teachers and employees who have a good work ethic. The result of this coaching activity is the increasing work ethic of teachers and school / madrasah employees under YAUMIKA with an indicator of increasing morale, and discipline of teachers and employees in teaching and providing services to students that impact on student's learning achievement.<br />Keywords: work ethic, teacher discipline, service to students Amin Wahyudi & Sutarno Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENGUATAN PEMASARAN PRODUK BATIK PADA PAGUYUBAN BATIK TULIS GIRILOYO https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3259 Paguyuban Batik Tulis Giriloyo merupakan kelompok pengrajin di Kampung Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang pada awalnya mengkhususkan pada produksi batik tulis berbahan alam. Sejalan dengan perkembangan industri batik, maka pengrajin juga memproduksi batik kombinasi (cap dan tulis) dengan bahan alam maupun sintesis. Produk yang dihasilkan telah dipasarkan baik pada pasar domestik maupun internasional, namun pasar utama yang selama ini dilayani adalah pasar domestik.<br />Batik yang dihasilkan memiliki kualitas yang bagus, baik dari sisi motif, pewarnaan maupun kehalusan pengerjaannya. Meskipun produk yang dihasilkan telah memiliki kualitas yang bagus, akan tetapi kelompok pengrajin pada Paguyuban Batik Tulis Giriloyo masih memiliki keterbatasan dalam memasarkan produknya khususnya dalam kegiatan promosi. Umumnya promosi dilakukan dengan mengikuti kegiatan pameran, bekerjasama dengan biro perjalanan wisata ataupun komunikasi pemasaran melalui getok tular. Sebagian kecil pengrajin yang sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan produknya akan tetapi masih sangat terbatas dalam pengetahuan dan keterampilan untuk megunakan media on-line sebagai sarana promosi untuk memperluas jaringan pemasarannya.<br />Permasalahan tersebut diatasi dengan memberikan transfer Iptek kepada pengrajin melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan advokasi atau pendampingan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah: (1). Penyuluhan mengenai strategi pemasaran bagi UKM, (2). Penyuluhan tentang peran penting e-commerce atau e-marketing dalam kegiatan usaha, (2) Penyuluhan dan pelatihan penggunaan media sosial seperti facebook dan instagram secara efektif untuk mendukung aktivitas pemasaran, dan (3). Pengoperasioan on-line shop untuk Paguyuban Batik Tulis Giriloyo yang dibarengi dengan pengadaan penyediaan on-line shop serta pendampingan penggunaannya.<br />Kata-kata kunci: Promosi, Pemasaran on-line, Media Sosial, Teknologi Informasi Audita Nuvriasari, Titik Desi Harsoyo & Anief Fauzan Rozi Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 SISTEM INFORMASI UNTUK PERBAIKAN MANAJEMEN UKM BATIK MUTIARA HASTA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3260 UKM Mutiara Hasta terletak di Kelurahan Tandang Kecamatan Tembalang Kota Semarang merupakan usaha kecil menengah yang berfokus pada pelatihan membatik disamping juga memproduksi batik. Ciri utama dari usaha ini adalah jenis batik yang dikembangkan berupa batik kontemporer. Berbagai kegiatan pelatihan membatik telah dilakukan baik yang bekerjasama dengan instansi pemerintah, kelompok masyarakat maupun swasta. UKM Mutiara Hasta juga melakukan pendampingan terhadap UKM batik lain yang memerlukan pembinaan. Salah satu permasalahan pada pengelolaan UKM ini adalah dalam hal manajemen administrasi dan keuangan. Tenaga administrasi yang dimiliki belum mempunyai kemampuan yang mumpuni untuk mengelola administrasi kegiatan pelatihan, pemesanan, transaksi maupun kebutuhan bahan membatik. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pelatihan terhadap tenaga administrasi di UKM Mutiara Hasta melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk memperbaiki manajemen UKM. Kegiatan dilakukan melalui pengembangan sistem informasi manajemen batik dengan aplikasi berbasis Personal Home Page (PHP). Aplikasi dibuat sesuai dengan operasional yang selama ini berjalan di UKM untuk memudahkan pengoperasian sistem. Data yang diinputkan ke sistem merupakan data UKM yang telah tercatat di buku induk pencatatan dan selanjutnya dapat digunakan untuk input data terbaru secara real time. Hasil penginputan juga bisa diunduh dan disimpan untuk digunakan sesuai kepentingan. Melalui kegiatan ini sistem tatakelola administrasi dan keuangan UKM menjadi lebih baik.<br />Kata-kata kunci: sistem informasi, UKM batik, Mutiara Hasta, manajemen Budi Warsito, Di Asih I Maruddani, Suryono & Endang Purbowati Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 MANFAAT PROGRAM INOVATIF BELASUNGKAWA KIRIM AKTE KEMATIAN (BESUK KIAMAT) PEMERINTAH KOTA SURAKARTA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3261 Peraturan Walikota Surakarta Nomor 1 Tahun 2018 tentang Program Belasungkawa Kirim Akta Kematian, memuat penjelasan bahwa Program Belasungkawa Kirim Akta Kematian yang selanjutnya disebut Besuk Kiamat adalah program pelayanan cepat penerbitan Kutipan Akta Kematian, Kartu Keluarga, dan Kartu Tanda Penduduk elektronik yang langsung dapat diberikan kepada keluarga pada saat penyampaian ucapan belasungkawa oleh Pemerintah Kota Surakarta. Register Akta Kematian adalah daftar yang membuat data autentik mengenai peristiwa kematian yang diterbitkan dan disahkan oleh pejabat berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kutipan Akta Kematian adalah kutipan data autentik yang dipetik sebagian dari register akta kematian yang diterbitkan dan disahkan oleh pejabat berwenang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Untuk mencapai validasi data kependudukan, Pemerintah Kota Surakarta membuat terobosan layanan penerbitan akta kematian satu hari jadi. Layanan baru yang diberi nama Besuk Kiamat, Bela Sungkawa Kirim Akta Kematian, diluncurkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta bekerja sama dengan Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian Kota Surakarta, Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan Pemerintah Kelurahan. Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surakarta, Suwarta, program “Besuk Kiamat” diluncurkan untuk memberikan kemudahan bagi warga agar melaporkan dan mengurus akta kematian. Suwarta mengakui selama ini masih banyak yang mengabaikan untuk melapor dan membuat akta kematian ketika ada anggota keluarganya yang meninggal dunia. Program Besuk Kiamat ini untuk memberi kemudahan bagi warga yang anggota keluarganya meninggal dunia. Karena begitu melapor, hari itu juga ahli waris atau pihak keluarga akan langsung menerima akta kematian. Besuk Kiamat, tidak hanya akta kematian yang akan diproses. Pemohon akta kematian juga bakal mendapatkan dokumen kependudukan yang lain. Begitu ada satu anggota keluarga yang meninggal otomatis data dalam kartu keluarga turut berubah, Layanan Besuk Kiamat akan membuatkan Kartu Keluarga baru bagi keluarga tersebut.<br />Dengan dilaksanakannya Pengabdian Kepada masyarakat ini, diharapkan terciptanya pemahaman warga masyarakat tentang Program Besuk Kiamat, yaitu:<br />1) Berhasil memberikan pemahaman tentang program Belasungkawa Kirim Akta Kematian (Besuk Kiamat) kepada warga masyarakat sasaran di wilayah Kecamatan Serengan.<br />2) Berhasil merciptakan pemahaman warga masyarakat di wilayah Kecamatan Serengan, akan program Besuk Kiamat, sehingga mampu membantu Pemerintah Kota Surakarta dalam pelaksanaan program tersebut.<br />Kata Kunci: Program Besuk Kiamat, Pemahaman Masyarakat. Dian Esti Nurati Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK, KEMASAN, DAN CARA PEMASARAN PRODUK BERBAHAN DASAR LOKAL DI PANTI ASUHAN AL-IKHLAS MALANG, JAWA TIMUR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3262 Pada saat era digital seperti saat ini, teknologi semakin canggih, sehingga memasarkan produk juga akan semakin muda, yaitu salah satunya melalui online. Pemasaran secara online telah memberikan kemudahan bagi pebisnis untuk menjalankan usahanya, karena bisa lebih menghemat modal, sehingga dengan kemudahan tersebut banyak remaja yang memulai bisnis secara online, agar tidak ketinggalan jaman atau tertindas oleh persaingan yang ada. Dengan latar belakang tersebut, kami melakukan pengabdian masyarakat di Yayasan Al -Ikhlas yang mana ada bebarapa remaja yang sudah siap untuk diberi pelatihan, dan mengaplikasikannya secara langsung. Sebelum melakukan pengabdian, kami melakukan observasi ke tempat pengabdian, dari observasi tersebut diketahui dari pembina yayasan, bahwa selama ini sudah terdapat beberapa pihak yang melakukan pengabdian di tempat tersebut tentang pembuatan produk, akan tetapi belum terlaksana secara maksimal, dan diketahui pula bahwa anak-anak yang ada di yayasan tersebut belum begitu mengetahui tentang pemasaran produk. Tujuan yang ingin dicapai pada pengabdian kepada masyarakat ini adalah: 1. memberikan pengetahuan teoritis dan praktis tentang pembuatan sebuah produk, 2. memberikan pengetahuan teoritis dan praktis tentang cara membuat kemasan sebuah produk, 3. memberikan pengetahuan teoritis dan praktis tentang cara memasarkan sebuah produk secara online. Lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah di kota Malang dengan sasaran pengabdian kepada masyarakat ini adalah anak panti asuhan Yayasan Al-Ikhlas, yang berjumlah 23 orang, yang sebagian besar adalah siswa SMA, sedangkan yang lainnya ada siswa SMP. Bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan pembuatan produk, kemasan dan cara memasarkannya yang berbahan dasar lokal, yaitu bawang putih hitam, yang dibuat permen kesehatan dan sambal kesehatan. Pengabdian dilakukan dalam tiga kali pertemuan, pertemuan pertama adalah pemberian materi, pertemuan ke-dua adalah meminta sasaran pengabdian untuk melakukan praktek, sedangkan pertemuan terakhir/ke-tiga adalah evaluasi terhadap praktik yang telah dilakukan, serta memberikan saran perbaikan. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta pengabdian masyarakat memperoleh tambahan wawasan, pengetahuan serta ketrampilan cara membuat sebuah produk (permen dan sambal kesehatan yang berbahan dasar bawang hitam), cara membuat kemasan serta memasarkan produk secara online yang sesuai dengan STP. Kata kunci: pengabdian, masyarakat, pelatihan ,pembuatan produk, kemasan,pemasaran online Fitriana Fitriana Suwarni Suwarni Sopiah Sopiah Suryo Hadi Wira P Imam Bukhori Elvia Nora I Nyoman Suputra Mohammad Hari Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 DIVERSIFIKASI PRODUK LIMBAH KAYU SEBAGAI IMPLEMENTASI ECO-FRIENDLY https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3263 Proses produksi kerajinan kayu banyak menyisakan limbah. Limbah tersebut akan memiliki nilai tambah apabila mendapat perlakuan kreatif. Sehingga dapat menjadi alternative sumber pendapatan yang bernilai tinggi. Selain masalah limbah, permasalahan yang dihadapi oleh pengrajin adalah alat produksi dan pemasaran produk. Solusi yang ditawarkan pengabdi terhadap masalah tersebut adalah 1) introduksi teknologi penyiapan komponen furniture dengan mesin bubut, 2) introduksi mesin router untuk membuat profil kayu, 3) peningkatan ketrampilan SDM berbasis konsep eco-friendly. Target capian pengabdian masyarakat ini adalah 1) diversifikasi produk berbahan limbah kayu melalui introduksi mesin bubut, 2) peningkatan kualitas dan ragam profil kayu dengan adanya introduksi mesin router, 3) terolahnya limbah kayu menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, 4) meningkatnya ketrampilan pengrajin dalam mengolah limbah kayu dengan adanya pelatihan desain, proses produksi, dan finishing. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi mitra untuk meningkatkan daya saingnya, yang berbanding lurus dengan peningkatan kebutuhan tenaga kerja. Selain itu diharapkan mitra terus dapat mengembangkan desain dengan pendekatan gaya modern dipadukan dengan sentuhan estetis local sebagai ciri khasnya.<br />Kata-kata kunci: limbah kayu, craft, eco-friendly, serenan IF Bambang Sulistyono, Yayan Suherlan & Sayid Mataram Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 INDUKSI TEKNOLOGI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF PADA PAUD AISIYAH AL-HASANAH SUKOHARJO https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3264 Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan induksi teknologi media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada pendidikan anak usia dini. Kegiatan ini untuk meningkatkan proses kegiatan pembelajaran yang lebih menarik siswa. Metode kegiatan Induksi teknologi dilakukan dalam lima tahap yaitu (1) Pembuatan Materi, (2) Pelatihan, (3) Implementasi Program, (4) Pendampingan dan (5) Monitoring. Proses penyusunan materi dan pelatihan adalah pendekatan konsep proses pembelajaran interaktif berbasis multimedia. Pendekatan yang digunakan untuk proses pendampingan adalah pendekatan Project pembuatan materi pembelajaran interaktif berbasis multimedia. Pendekatan yang digunakan untuk kegiatan monitoring adalah problem solving. Kegiatan ini mitra dikenalkan dengan teknologi dan cara menggunakan aplikasi media pembelajaran berbasis multimedia. Proses implementasi media pembelajaran interaktif yang terdiri dari pembuatan aplikasi pembelajaran berbasis multimedia akan dilakukan oleh mitra dengan pendampingan dari tim pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah implementasi media pembelajaran interaktif berbasis multimedia yang meliputi pembuatan aplikasi pembelajaran interaktif berbasis multimedia, mengedit gambar dan video dan publish aplikasi ke media penyimpanan.<br />Kata Kunci : Pembelajaran, Interaktif, Eavaluasi, Manajemen Indah Nofikasari Fajar Suryani Margareta Evi Yuliana Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENGUATAN PRODUK SEBAGAI DAYA TARIK DAN PROMOSI DI DESA EKOWISATA PAMPANG GUNUNGKIDUL YOGYAKARTA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3265 Potensi wisata yang dimiliki oleh Yogyakarta adalah wisata alam, budaya, kuliner serta wisata buatan. Salah satu potensi yang sedang dikembangkan adalah potensi wisata alam di Gunung Kidul. Potensi alam di Gunung Kidul dikelola dalam masyarakat desa yang terbentuk dalam sebuah desa wisata. Salah satu desa wisata yang sedang dikembangkan di Gunung Kidul adalah Desa Ekowisata Pampang. Desa Ekowisata Pampang didirikan pada tahun 2017 sehingga masih membutuhkan pengembangan untuk menarik kunjungan wisatawan. Kegiatan yang dilakukan di Desa Ekowisata Pampang, yaitu melayani jasa pariwisata sebagai mitra. Pada pengembangan jasa pariwisata masih banyak permasalahan yang dialami oleh mitra. Pengembangan pariwisata dibutuhkan paket wisata, brosur wisata, inovasi kuliner berbahan ketela, buku panduan wisata herbal, buku panduan dolanan anak yang dipadukan dengan sains,buku panduan makanan tradisional, serta kelengkapan sarana dan prasarana kawasan wisata. Desa Ekowisata Pampang diperlukan peguatan produk dan promosi sehingga menambah minat wisatawan untuk berkunjung. Oleh karena itu hasil dari pengabdian ini adalah, yaitu (1) Terlaksananya penyuluhan dalam pembuatan paket wisata minimal 1 kali dalam setahun (2) Terlaksananya penyuluhan dalam menggali potensi yang dimiliki minimal 1 kali dalam setahun (3) Terlaksananya bimbingan dalam pembuatan brosur wisata (4) Terlaksananya penyuluhan dalam pembuatan buku panduan makanan tradisional, jamu herbal, dolanan anak tradisional dan wisata alam (5) Terlaksananya penyuluhan mengenai strategi pemasaran untuk meningkatkan jumlah wisatawan (6) Tercukupi sarana di Ekowisata Pampang.<br />Kata kunci: penguatan produk, paket wisata, promosi, Desa Ekowisata Pampang Kartika Fajar Nieamah Wahyuni Fajar Arum Nanik Rianandita Sari Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 STRATEGI PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA GENERASI MUDA MELALUI METODE SOSIODRAMA SEBAGAI LANGKAH PENGUATAN DAYA SAING BANGSA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3266 Pendidikan karakter pada generasi muda menjadi sebuah keharusan, karena kecerdasan berpikir akan menjadi sempurna apabila dilengkapi dengan kecerdasan emosi. Penanaman karakter positif dapat menumbuhkan empati dan kontrol sosial pada generasi muda. Maraknya peristiwa perundungan baik di media sosial maupun di lingkungan sosial dikarenakan minimnya rasa empati yang berdampak pada tidak adanya kontrol sosial. Dipilihnya metode sosiodrama sebagai strategi penanaman pendidikan karakter pada generasi muda, karena penguatan karakter yang ditampilkan pada penokohan dan isi cerita secara tidak langsung akan mengedukasi tanpa adanya unsur menggurui. Sosiodrama yang ditampilkan berwujud teater tradisional yang dikemas modern, padat, dan sarat akan pendidikan karakter.<br />Teater tradisional saat ini tergeser dengan munculnya hiburan-hiburan kekinian yang menyita perhatian para generasi muda. Teater tradisional yang merupakan salah satu warisan para leluhur dinilai kuno dan tidak menarik. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi para penggiat kesenian tradisional dan para akademisi, karena dengan menurunnya minat generasi muda terhadap pertunjukkan teater tadisional akan berdampak pada musnahnya warisan budaya tersebut. Dalam pertunjukkan teater tradisional terdapat banyak nilai pendidikan karakter yang dapat disampaikan melalui cerita yang sarat makna filosofis. Penulisan artikel ini bertujuan untuk (1) menanamkan pendidikan karakter kepada masyarakat Surakarta khususnya pada generasi muda dan (2) memberikan edukasi mengenai seni pertunjukkan teater tradisional kepada masyarakat di Surakarta. Besarnya sebuah bangsa dipengaruhi oleh kuatnya karakter generasi penerus. Oleh karena itu, penanaman pendidikan karakter positif pada generasi muda akan mendukung langkah penguatan daya saing bangsa.<br />Kata Kunci: pendidikan karakter, metode sosiodrama, teater tradisional. Kenfitria Diah Wijayanti, Budi Waluyo, Djoko Sulaksono, Tya Resta Fitriana & Dewi Pangestu Said Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PKM ANAK JALANAN DALAM MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERHITUNG MELALUI BAHAN AJAR TEMATIK SAINTIFIK BERBASIS KEARIFAN LOKAL https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3267 Pentingnya pengetahuan bagi anak tanpa terkecuali menjadi alasan dalam kegiatan pengabdian masyarakat kali ini, diantaranya ketrampilan berhitung yang masih rendah karena putus sekolah dan faktor kemiskinan membuat kelompok anak jalanan di desa Demaan Kudus membutuhkan bimbingan belajar. Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) menggandeng mitra POKJA anak jalanan “Teratai” di Barak Sosial Desa Demaan Kabupaten Kudus. Perlunya bahan ajar yang menarik, relevan dengan minat dan karakteristik anak jalanan. Bahan ajar yang dibuat berbentuk tematik disajikan dalam bentuk bacaan tentang kearifan lokal yang ada disekitar mereka. Dalam bahan ajar tersebut menggunakan pendekatan saintifik dan menyajikan tentang materi ketrampilan berhitung. Bahan ajar tematik saintifik berbasis kearifan lokal yang diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan ketrampilan berhitung mereka. Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah penyelenggaraan program pendidikan berupa sosialisasi, pendampingan bimbingan belajar dan pelatihan. Peserta PKM terdiri dari anak jalanan pada rentang usia sekolah TK dan SD. Pendampingan dilakukan selama 3 bulan dengan berbagai metode seperti ceramah, tutor sebaya, diskusi, dan tematik saintifik. Adapun pelatihan yang dilaksanakan terkait tentang ketrampilan berhitung. Dari hasil kegiatan PKM diperoleh adanya peningkatan ketrampilan berhitung antara sebelum dan sesudah menggunakan bahan ajar tematik saintifik berbasis kearifan lokal. Antusias anak jalanan dalam belajar berhitung selalu meningkat sehingga berpengaruh terhadap pengetahuan mereka. Harapannya kegiatan ini dapat berlanjut dengan peningkatan ketrampilan lainnya seperti pemecahan masalah atau berpikir kritis.<br />Kata Kunci : Anak Jalanan, Ketrampilan berhitung, bahan ajar tematik saintifik, kearifan lokal. Nuhyal Ulia, Yulina Ismiyanti & Leli Nisfi Setiana Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 IMPLEMENTASI KEGIATAN LIBRARY TOUR DI UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI MASYARAKAT https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3268 Di dalam masyarakat kita, literasi masih belum menjadi budaya yang diminati. Untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya literasi, dapat dimulai dari perpustakaan. Perpustakaan adalah pusat informasi dimana di dalamnya banyak tersedia koleksi buku dan berbagai jenis referensi yang dibutuhkan untuk memperkuat keilmuan dan inovasi. Oleh karena itu, perpustakaan memiliki fungsi untuk menciptakan masyarakat yang berliterasi. Melihat begitu pentingnya peran perpustakaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, maka perpustakaan harus mampu menarik minat siswa, guru, mahasiswa, dosen dan masyarakat untuk membaca, menulis dan mencari informasi yang dibutuhkan, sehingga informasi dan koleksi yang ada di perpustakaan dapat dimanfaatkan secara baik dan maksimal oleh seluruh masyarakat. Kegiatan library tour di UPT Perpustakaan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini bertujuan untuk memberi motivasi kepada masyarakat agar lebih meningkatkan minat belajar, meneliti, membaca dan menulis, serta bermanfaat sebagai wahana mengenalkan dunia perpustakaan pada masyarakat, dan mendukung sivitas akademika untuk melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Kegiatan library tour ini diikuti oleh siswa TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, perguruan tinggi, dinas/instansi pemerintah, swasta, dan masyarakat umum. Kegiatan library tour dilaksanakan dengan metode: pertama, pemaparan materi tentang perpustakaan dan budaya literasi, kedua, studi observasi lapangan untuk melihat kondisi perpustakaan, koleksi, sistem, sumberdaya manusia, fasilitas sarana dan prasarana, serta jasa layanan yang ada, dan ketiga, penguatan dan evaluasi pelaksanaan library tour. Hasil implementasi kegiatan library tour ini sangat berdampak positif dan memberikan manfaat untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat. Selain itu, kegiatan library tour sebagai bagian dari gerakan literasi di Perpustakaan Universitas Sebelas Maret ini ikut mendukung Gerakan Literasi Nasional sebagai upaya untuk memperkuat sinergi antar pelaku gerakan literasi dengan menghimpun semua potensi dan memperluas keterlibatan masyarakat dalam menumbuhkembangkan dan membudayakan literasi di Indonesia. Meningkatkan literasi bangsa perlu dibingkai dalam sebuah gerakan yang terintegrasi, tidak parsial, sendiri-sendiri atau ditentukan oleh kelompok tertentu. Gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua stakeholder termasuk perguruan tinggi. Oleh karena itu, peran dan keterlibatan perguruan tinggi dalam setiap kegiatan literasi menjadi sangat penting untuk memperkuat daya saing bangsa.<br />Kata-kata kunci: Library Tour, Perpustakaan, Perguruan Tinggi, Budaya Literasi, Masyarakat Achmad Nur Chamdi & Suyanto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENGEMBANGAN DESA SIPATUHU MENJADI DESA SENTRA SOUVENIR DAN OLEH-OLEH DI KAWASAN WISATA DANAU RANAU KABUPATEN OGAN KOMERING ULU SELATAN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3269 Pengembangan kawasan wisata sudah lama menjadi fokus pemerintah sebagai upaya meningkatkan pendapatan desa, daerah dan negera. Sejalan dengan fokus pemerintah dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, banyak wilayah atau Desa berlomba-lomba menjadi desa mandiri melalui pengembangan desa wisata maupun desa sentra yang menunjang kawasan wisata dengan bantuan dana desa setiap tahun. Akan tetapi, seringkali dijumpai diberbagai daerah banyak desa yang tidak berkembang walaupun sudah mendapatkan bantuan dari dana desa. Hal ini salah satunya dikarenakan desa belum mendapatkan pendampingan secara intensif baik dari pemerintah daerah maupun dari pihak institusi. Salah satu desa yang mempunyai potensi dalam pengembangan desa sentra yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah dan berada di kawasan wisata Danau Ranau yaitu Desa Sipatuhu yang berada di Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. Oleh karena itu, melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilalukan oleh Universitas Baturaja melakukan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) dengan Desa Sipatuhu dapat mengembangkan Desa Sipatuhu menjadi Desa Sentra Souvenir dan Oleh-oleh di Kawasan Wisata Danau Ranau dengan fokus pada tahun pertama yaitu pengembangan kapasitas pengetahuan elemen masyarakat dalam hal ini khususnya pengurus BUMDesa Karya Usaha dan Ibu-ibu PKK dalam melahirkan pemahaman yang utuh pada potensi yang ada di desa dan potensi pariwisata. Metode yang dilakukan pada Program Pengembangan Desa Mitra di Desa Sipatuhu ini diantaranya dengan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan Banding Agung, Pemerintahan Desa Sipatuhu, Pengurus BUMDesa, dan Ibu-ibu PKK dengan serangkaian diskusi Focus Group Discussion (FGD) dan kegiatan peningkatan kapasitas pengetahuan Aparatur Desa Sipatuhu, BUMDesa Karya Usaha, Ibu-ibu PKK. Hasil dari pelaksanaan pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra ini diantaranya meningkatnya kesadaran potensi sumber daya alam aparatur Desa Sipatuhu, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pengurus BUMDesa Karya Usaha dalam memahami regulasi manajemen pengelolaan BUMDesa dan memetakan potensi peluang usaha yang mempunyai potensi pendapatan bagi BUMDesa, dan terbagunnya kesadaran bersama seluruh elemen masayarakat Desa Sipatuhu dalam mewujudkan Desa Sipatuhu menjadi Desa Sentra Souvenir dan Oleh-oleh di Kawasan Wisata Danau Ranau Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Suamtera Selatan.<br />Kata-kata kunci: (Badan Usaha Milik Desa, Desa Sipatuhu, Potensi Wisata, Danau Ranau, Desa Sentra) Bambang Sulistyo Hendra Alfani Akhmad Rosihan Alip Susilowati Utama Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENGUATAN KOPERASI KSM “KELUARGA SANGAT MISKIN” DI DESA WIRUN KECAMATAN MOJOLABAN SUKOHARJO https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3270 Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah Koperasi KSM “Keluarga Sangat Miskin” yang bernama KSP PKH Wirun Wijaya. Permasalahan yang dihadapi mitra terdiri dari 2 bidang yaitu bidang produksi dan bidang manajemen. Secara lebih rinci masalah yang dihadapi koperasi sebagai berikut: a: Bidang produksi: Belum adanya Standar Operasional Manajemen dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Koperasi sehingga proses penghimpunan dana dan penyaluran dana belum ada standar yang baku sehingga sering terjadi kesalah pahaman antar pengurus dan anggota koperasi , b.Bidang manajemen: Keterbatasan SDM pengurus seperti tidak mampu mengoperasikan komputer khususnya pengunaan ms office untuk menunjang administrasi koperasi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini sebagai berikut: a.) bidang produksi: Pelatihan pembuatan dan penerapan SOP pengelolaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) khususnya SOP Penyaluran Dana; b) bidang manajemen: pelatihan menggunakan ms office (excel dan word) serta sistem informasi koperasi yang sederhana akan memudahkan pengurus dalam memberikan pelayanan dan pembukuan koperasi. Kegiatan ini menghasilkan dokumen Standard Operasional Prosedur (SOP) Pinjam Nomor :01/SOP/KSP-PKH-WW/2019. Hasil kegiatan pelatihan menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan nilai post test peserta pada bidang manajemen adalah 43,65% dan pada bidang produksi adalah 49,57 %. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian memberikan peningkatan pemahaman dan ketrampilan bagi pengurus koperasi KSP PKH Wirun Wijaya.<br />Kata-kata kunci: koperasi, standar operasional prosedur, ms office, administrasi Novemy Triyandari Nugroho, Rudi Susanto & Wiji Lestari Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK REMAJA SADAR LINGKUNGAN SEKITAR SM TANJUNG PEROPA DI DESA PUUNDIRANGGA KABUPATEN KONAWE SELATAN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3271 Kawasan hutan Suaka Margasatwa Tanjung Peropa (SM Tanjung Peropa) adalah salah satu kawasan konservasi yang ada di provinsi Sulawesi tenggara (SK Menteri Kehutanan No: 393/Kpts- VII/1986 tanggal 23 Desember 1986). SM Tanjung Peropa tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat terlebih kawasan ini berbatasan langsung dengan pemukiman masyarakat.Kecamatan Laonti merupakan kecamatan terluas dari tiga kecamatan yang berbatasan langsung dengan kawasan SMTanjung Peropa seluas 422,53 Km2. Peran masyarakat dalam pengelolaan kawasan lingkungan hutan sangat diperlukan sebagai daerah penyangga agar kelestarian lingkungan dapat berkelanjutan. Pemahaman sadar lingkungan adalah untuk menjaga kelangsungan lingkungan sebagai bagian dari tujuan pengelolaan kawasan hutan dan untuk memastikan bahwa masyarakat juga dapat menikmati keuntungan dari kelestarian kawasan hutan. Sehinggadiperlukan peningkatan kapasitas dan pengetahuan lokal tentang kelestarian lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN-Tematik ini dilakukan dengan tujuan membentuk kelompok remaja sadar lingkungan, meningkatkan kesadaran remaja tentang fungsi lingkungan kawasan hutan konservasi SM Tanjung Peropa dan melaksanakan aksi sadar lingkungan sekitar SMTanjung Peropa. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif dengan kegiatan berupa orientasi masalah lapangan, pembentukan kelompok remaja sadar lingkungan Desa Puundirangga, pelatihan penyusunan rencana aksi kelompok remaja sadar lingkungan, dan eduwisata bersama kelompok remaja sadar lingkungan.Kegiatan ini mampu meningkatkan kepedulian dan kreaktifitas mahasiswa terhadap permasalahan konservasi hutan dan kelestarian lingkungan, meningkatkan partisipasi dosen dan mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat, terbentuknya kelompok remaja sadar lingkungan dan meningkatnya kesadaranmasyarakat akan fungsi lingkungan SM Tanjung Peropa.<br />Kata Kunci : Desa Pundirangga, Remaja Sadar Lingkungan, SM Tanjung Peropa Sahindomi Bana, Nur Arafah, La Baco S, Abdul Manan, Umar Ode Hasani, Zulkarnain Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PEMANFAATAN GADGET DALAM UPAYA BELAJAR SAHAM DAN INVESTASI SEBAGAI BAGIAN “GERAKAN YUUK NABUNG SAHAM” PADA KARANG TARUNA KELURAHAN KANDANGAN SURABAYA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3272 Pemberdayaan karangtaruna sebagai generasi penerus bangsa di Indonesia bagian terpenting untuk meningkatkan perekonomian nasional. Kelompok Karangtaruna ini merupakan bagian dalam upaya memberdayakan masyarakat guna mencapai tujuan dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Pemberdayaan dilakukan untuk membentuk masyarakat yang mandiri dalam perekonomian. Sebagai bagian dari generasi penerus bangsa, maka sudah selakyaknya meningkatkan kemampuan karangtaruna ini dengan memanfaatkan gadget yang dimiliki untuk bisa menghasilkan dan bisa menjadikan pembelajaran saham dan investasi ini untuk penggalakan pengetahuan tentang pasar modal. Ini sejalan dengan program Bursa Efek Indonesia memulai sebuah gerakan bernama ‘ Yuk Nabung Saham’ semenjak 12 November 2015. Seiring dengan waktu kampanye atau gerakan ini semakin sering didengar oleh masyarakat umum bahwa negara dan Bursa Efek Indonesia mengajak masyarakat jangan hanya menabung uang namun juga menabung saham. Banyak dari kalangan masyarakat terutama kalangan anak muda bahwa saat ini untuk bisa melakukan transaksi saham dan belajar investasi itu sangat mudah, bisa memanfaatkan gadget , yang saat ini telah bisa dijadikan alat untuk akses transaksi saham secara online. Banyak dari kalangan masyarakat dalam hal ini karangtaruna yang tidak mengetahui bahwa belajar saham dan investasi itu bisa dilakukan dimana saja, yang perlu dilakukan adalah mengenalkan pada karangtaruna bagaimana belajar saham dan investasi. Dengan mendukung gerakan Yuuk Nabung Saham ini , maka pemahaman tentang Saham dan Investasi pada generasi muda ini diharapkan bisa mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan jumlah investor muda. Yang ke depannya diharapkan pasar modal Indonesia bisa menjadi tuan di negeri sendiri. Di Indonesia jumlah penduduknya adalah 250 juta penduduk dengan investor atau investasi di pasar modal adalah 1 juta orang saja yang berinvestasi, untuk itu upaya pengenalan pasar modal dengan pemanfaatan gadget ini bisa merupakan sebuah upaya yang menarik kelompok karangtaruna yang bisa merupakan kegiatan positif dan menghasilkan. Saat ini untuk membukan rekening saham juga lebih ringan, tidak harus menunggu memiliki uang berlebih atau uang yang banyak, justru dari dana yang dipunyai ini , bisa menghasilkan dan berkembang menadi tabungan saham yang besar nantinya. Dan pada akhirnya bisa meningkatkan jumlah investor muda, yang akan sangat berpengaruh pada perekonomian Indonesia pada umumnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan pada kelompok karangtaruna Kelurahan Kandangan Kota Surabaya.<br />Kata kunci: Pemanfaatan Gadget, Edukasi Saham , Pemberdayaan Karang Taruna Siti Ning Farida, Ety Dwi Susanti & Nurul Azizah Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENGEMBANGAN PRODUK BATIK TULIS GIRILOYO GUNA MENINGKATKAN MINAT BELI KONSUMEN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3273 Batik Tulis Giriloyo merupakan produk batik yang dihasilkan oleh kelompok pengrajin di Kampung Giriloyo, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ciri khas batik yang dihasilkan adalah batik buatan tangan (batik tulis) motif keraton yang halus, dengan ciri khas warna soga (cokelat). Produk yang dihasilkan telah memiliki kualitas yang bagus dengan jangkauan harga kelas menengah atas. Dalam perkembangannya, kelompok pengrajin telah mengembangkan produknya dengan menghasilkan batik dengan pewarna sintetis dan batik kombinasi (cap dan tulis). Seiring dengan perkembangan trend batik dan minat konsumen maka perlu adanya inovasi melalui pengembangan produk agar dapat semakin menarik minat konsumen.<br />Permasalahan yang dihadapi oleh pengrajin adalah kurangnya keterampilan dalam mengembangkan jenis produk batik selain batik tulis dan batik kombinasi sehingga perlu adanya inovasi baru. Disamping itu masih belum dimanfaatkannya sisa atau perca batik untuk pengembangan produk seperti aneka asesoris.<br />Guna mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu diberikan pembinaan yang berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengrajin dalam mengembangkan produk batik melalui pembuatan batik Eco-printing yang memanfaatkan bahan-bahan alam, seperti: aneka daun, aneka bunga dan kulit kayu. Disamping itu pengrajin perlu diberikan pelatihan keterampilan untuk membuat aneka asesoris berbahan batik, seperti: bando, karet rambut, bros, kalung, dan lain-lain.<br />Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah (1). Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra di bidang manajemen pemasaran khususnya dalam pengembangan produk, dan (2) bertambahnya variasi produk yang dihasilkan yakni batik eco-printing dan aneka asesoris.<br />Kata-kata kunci: Pemasaran, Pengembangan Produk, Minat Konsumen Titik Desi Harsoyo Audita Nuvriasari Anief Fauzan Rozi Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 KETERAMPILAN PENGASUHAN PADA WARGA KAMPUNG NELAYAN DESA TAMBAKBULUSAN KECAMATAN KARANGTENGAH KABUPATEN DEMAK https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3274 Keterampilan dalam pengasuhan sangat dibutuhkan oleh orangtua agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam pengasuhan, diantaranya adalah faktor lingkungan dan faktor pendidikan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga desa nelayan dalam pengasuhan anak dan remaja. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi dalam bentuk pelatihan parenting. Rangkaian kegiatan dimulai dengan perkenalan dan kontrak, penjelasan maksud dan tujuan, serta penyampaian materi pengasuhan yang dibagi dalam 4 sesi/hari. Setelah sesi pelatihan selesai dilanjutkan dengan membentuk support group parenting dan rumah parenting. Setelah program selesai dilakukan pengukuran tingkat pengasuhan yang telah dicapai oleh peserta. Alat ukur yang digunakan adalah Parenting and Family Adjustment Scale (PAFAS). Skala pengasuhan terdiri dari 28 aitem dengan reliabilitas Alpha Cronbach 0,627. Dari 58 peserta diperoleh data latar belakang pendidikan 32.2% lulusan SD, 35.6% lulusan SMP/MTS, 22% lulusan SMA/SMK dan 8.5% lulusan sarjana. Latar belakang pekerjaan diketahui 88% sebagai ibu rumah tangga. Berdasarkan hasil pengukuran diketahui 17,2% peserta memiliki tingkat pengasuhan dalam kategori rendah, 70,7% peserta memiliki tingkat pengasuhan dalam kategori sedang dan 12,1% peserta memiliki tingkat pengasuhan dalam kategori tinggi.<br />Kata Kunci: Pengasuhan, pengetahuan, keterampilan, orangtua Titin Suprihatin, Inhastuti Sugiasih & Sri Wahyuni Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 STRATEGI PENINGKATAN KEWIRAUSAHAAN PADA ANGGOTA KARANG TARUNA “TARUNA KARYA” DUSUN TEGAL DESA JATEN KABUPATEN KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3275 Karang Taruna merupakan salah satu anggota masyarakatyang rata rata masih berusia muda, mereka masih bersemangat besar untuk maju. Tidak terkecuali anggota Karang Taruna di Dusun Tegal Desa Jaten Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar. Permasalahan yang ada adalah beragamnya kondisi sosial ekonomi, pendidikan, status sosial yang ada pada anggota Karang Taruna di Dusun Tegal Desa Jaten tersebut, mereka ada yang bekerja, ada yang sekolah, kuliah dan banyak diantara mereka yang belum bekerja walaupun mereka sebenarnya sudah siap untuk bekerja (masih menganggur). Bagi anggota Karang Taruna yang belum bekerja mereka perlu dibekali ketrampilan berwirausaha untuk menumbuhkan jiwa semangat kewirausahaan agar mau berwirausaha. Target penyuluhan adalah para anggota Karang Taruna di Dusun Tegal Desa Jaten Kecamatan Jaten. Berdasarkan pengamatan, generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna Taruna Karya Dusun Tegal setelah menyelesaikan pendidikan tingkat SMU, sebagian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sebagian kerja di pabrik, dan sebagian besar masih menganggur. Berdasarkan kenyataan tersebut maka target pengabdian ini adalah adanya anggota karang taruna yang masih menganggur dan tertarik sebagai seorang wirausaha. Metode kegiatan adalah Penyuluhan bagaimana menumbuhkan jiwa wirausaha bagi anggota karang taruna di Dusun Tegal Desa Jaten Kecaamatan Jaten,sehingga bisa menumbuhkan peluang kerja. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah sebagai berikut : Melakukan koordinasi dengan ketua karang taruna, mengenai pokok permasalahan yang dihadapi. Bahan-bahan penyuluhan disusun dalam bentuk makalah, kemudian diperbanyak sesuai dengan jumlah peserta penyuluhan. Penyampaian materi penyuluhan digunakan dengan beberapa metode yang relevan antara lain: metode ceramah, tanya jawab, dan diskusi Setelah selesai acara para peserta diberikan angket/kuesioner untuk mengukur sejauh mana tujuan penyuluhan ini tercapai. Teknik evaluasi : dilakukan melalui metode tanya jawab dan kuesioner untuk mengukur kemampuan peserta terhadap materi penyuluhan.<br />Kata Kunci: Kewirausahaan, Penyuluhan, Peluang Kerja. Untung Sriwidodo Sumaryanto Sumaryanto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 SOSIALISASI UU NOMOR 18 TAHUN 2012 TENTANG PANGAN DAN UU NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN: TANGGUNG JAWAB PRODUSEN PANGAN DALAM KEAMANAN PANGAN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3276 Ketidakamanan pangan merupakan salah satu masalah yang dihadapi konsumen maupun produsen kelas bawah. Salah satu variabel yang mempengaruhi keamanan pangan adalah bahan tambahan makanan. Penggunaan bahan tambahan makanan (BTM) sudah diatur dalam peraturan perundangan, namun pada kenyataan masih ditemukan produsen pangan menggunakan bahan yang tidak masuk kategori BTM. Hal ini tidak hanya melanggar peraturan tetapi juga dapat merugikan konsumen. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan produsen dan konsumen pangan olahan tingkat mikro. Materi pengabdian masyarakat tidak hanya mengenai regulasi pangan tetapi juga teknologi pangan. Langkah ini ditempuh agar penerima manfaat selain dapat mengetahui peraturan, juga tahu nama BTM dan bahan tambahan non pangan yang sering ditambahkan dalam makanan dan fungsinya. Berdasarkan hasil kajian terhadap respon penerima manfaat baik produsen maupun konsumen, diperoleh kesimpulan bahwa stelah adanya penyuluhan mereka mengetahi secara tepat BTM dan bahan tambahan non pangan yang dialarang peraturan, penggunaan BTM ada aturannya dan mengetahu bahwa konsumen memiliki hak atas keamanan pangan. Mereka juga mengetahui penggunaan bahan tambahan yang non makanan yang ditambahkan pada makanan akan dikenai sanksi hukum.<br />Kata kunci : tanggung jawab produsen pangan, regulasi keamana pangan, perlindunga konsumen pangan Widiastuti Widiastuti Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENINGKATAN KETRAMPILAN UMKM “ARIEF MEDIA” MELALUI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3277 Pengelolaan Keuangan menjadi salah satu aspek penting bagi kemajuan UMKM.Pengelolaan keuangan dapat dilakukan melalui Akuntansi. Akuntansi merupakan proses sistematis untuk menghasilkan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bagi penggunanya. Penggunaan akuntansi dapat mendukung kemajuan UMKM khususnya dalam hal keuangan. Berdasarkan hal diatas maka metode pengabdiann yang dilakukan adalah pendampingan akuntansi sederhana bagi UMKM. Akuntansi yang diajarkan adalah akuntansi sederhana yang disesuaikan dengan keadaan di UMKM namun tidak meyimpang dari standar dan peraturan yang ada. UMKM dapat mengetahui perkembangan usahanya dan dapat memanfaatkan akuntansi guna mendukung kemajuan UMKM mereka. Akuntansi dalam hal ini tersusunnya laporan keuangan memberikan beberapa manfaat bagi pelaku UMKM, antara lain: (1) UMKM dapat mengetahui kinerja keuangan perusahaan, (2) UMKM dapat mengetahui, memilah, dan membedakan harta perusahaan dan harta pemilik, (3) UMKM dapat mengetahui posisi dana baik sumber maupun penggunaannya, (4) UMKM dapat membuat anggaran yang tepat, (5) UMKM dapat menghitung pajak, dan (6) UMKM dapat mengetahui aliran uang tunai selama periode tertentu.<br />Kata kunci: UMKM, Akuntansi, Laporan keuangan Fadjar Harimurti & Dewi Saptantinah Puji Astuti Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PEMANFAATAN KIDS CORNER DI DESA PAMPANG SEBAGAI SALAH SATU PAKET WISATA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK WISATAWAN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3278 Desa Ekowisata Pampang merupakan salah satu desa wisata yang ada di Yogyakarta yang sedang dalam proses pengembangan potensi wisata. Desa Ekowisata Pampang merupakan suatu desa yang terlerak di Paliyan, Gunung Kidul. Pengeloaan terhadap Desa Pampang sebagai desa Ekowisata mulai dilakukan sejak tahun 2017. Hal ini dilakukan dengan cara pengelolaan potensi wisata oleh masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan seperti jasa pariwisata, kerajinan perak, penyediaan air minum untuk desa, pengelolaan pasar dan gedung serbaguna, simpan pinjam dan bank sampah. Metode pelaksanaan pengabdian yang dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata di bidang edukasi adalah pengembangan fasilitas kids corner yang ada di Desa Pampang, Gunung Kidul dengan pengadaan permainan-permainan jaman dahulu berbahan tradisional seperti kayu. Permainan edukasi yang digunakan pada pengabdian ini berupa puzzle dari kayu yang mengajarkan ilmu sains, kemudian egrang dan otok-otok. Berdasarkan hasil pengabdian dengan pemanfaatan kids corner di desa Pampang bisa terlihat bahwa hal ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan terutama anak-anak kecil. Hal ini terlihat dari ramainya peserta permainan yang mayoritas anak-anak usia Sekolah Dasar. Setiap permainan juga mendapatkan antusias yang sangat tinggi karena kemauan mereka untuk belajar dengan diselingi permainan sehingga tidak membosankan.<br />.<br />Kata-kata kunci: pampang, ekowisata, edukasi, wisatawan, pariwisata Wahyuni Fajar Arum Kartika Fajar Nieamah Nanik Rianandita Sari Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENGEMBANGAN UKM BATIK BAKARAN SEBAGAI BATIK KHAS KABUPATEN PATI JAWA TENGAH https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3279 Batik Merupakan salah satu pakaian khas Indonesia yang harus dilesatrikan. Jenis batik di Indonesia sendiri sangat beragam, salah satunya batik bakaran. Batik bakaran merupakan batik khas kabupaten Pati, Jawa Tengah yang memiliki motif khas. Beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) Batik Bakaran di kabupaten Pati terkadang mengalami permasalahan untuk mengembangkan usaha Batik Bakaran tersebut. Salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengadakan program pengabdian kepada masyarakat untuk memajukan UKM tersebut. Pengabdian masyarakat pada papr ini merupakan pengabdian masyarakat program dari Universitas Diponegoro melalui LPPM lewat program PKUM (Peningkatan Komoditas Unggulan Masyarakat). Salah satu UKM yang menjadi UKM binaan adalah UKM Yuliati-Warno. Strategi mengatasi masalah UKM tersebut dengan membuat analisis SWOT (Strange Weakness Opportunities Threat), kemudian memetakan permasalahan berdasarkan skala prioritas. Salah satu target di tahun pertama ini adalah peningkatan hasil usaha. Cara yang dilakukan dengan pengembangan teknologi tepat guna untuk memajukan UKM tersebut. Alat yang diterapkan ke UKM Yuliati Warno adalah Fider. Penggunaan Fider membantu UKM dalam pengoperasian pembuatan batik seperti mewarnai dan pembuatan pola.<br />Kata-kata Kunci: Pengabdian PKUM, Batik Bakaran, Teknologi Tepat Guna Sugito, Alan Prahutama & Ragil Saputra Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENGEMBANGAN PARIWISATA KREATIF BERBASIS KOMUNITAS DAN BUDAYA LOKAL SEBAGAI USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA POJOK, TAWANGSARI, SUKOHARJO https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3280 Desa Pojok merupakan desa rintisan wisata yang mulai dikembangkan mulai 2017. Dimulai dengan adanya pembibitan tanaman, bank sampah, kini berkembang menjadi kampung warna-warni yang mempunyai banyak spot foto, kafe, wahana permainan anak, rumah kaca hidroponik dan vertical garden. Warga Pojok memang tidak memiliki sumber daya alam untuk menopang wisata tetapi kreativitas warganya merupakan aset. Kelompok Selo Beraksi yang awalnya merintis pembibitan tanaman dan bank sampah mulai menggerakkan muda-mudi dan seluruh kampung untuk memajukan desanya. Desa Pojok terkenal dengan sarung Goyor yang sudah mendunia. Paguyuban Selo Beraksi dengan modal bank sampahnya mampu menghasilkan banyak kerajinan bernilai estetis. Selain itu ibu-ibu juga merintis pembuatan tas tali kor dan pembuatan aneka ragam makanan olahan. Produk-produk unggulan daerah ini belum tersentralisasi dan ditangani dengan manajemen yang baik. Dari sisi budaya, Desa Pojok mempunyai kelompok kesenian wayang orang dan komunitas pemuda kreatif penggiat wisata. Maka dari itu tim pengabdi bermaksud bekerja sama dengan Kelompok Selo Beraksi untuk mengintegrasikan produk kreatif Desa Pojok dan kelompok kesenian dan komunitas kreatif Paguyuban Selo Beraksi. Integrasi ini ada dalam sebuah konsep pariwisata kreatif yang berkearifan lokal, yaitu pasar digital. Pasar digital adalah aksi nyata untuk pemberdayaan masyarakat berbasis industri kreatif yang dikemas menarik sehingga menjadi destinasi wisata. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan utama dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama menggunakan metode instruksional dan dialog melalui kegiatan Diskusi Kelompok Terpumpun/ sosialisasi pengembangan pariwisata kreatif berbudaya kreatif dengan fokus pembuatan pasar digital. Tahap kedua dilakukan persiapan pembangunan pasar, pedagang, pengisi acara dan penetapan pengelola pasar, promosi menggunakan media online, cetak mengenai keberadaan pasar. Tahap ketiga adalah launching pasar. Tahap keempat adalah pendampingan dan monitoring program. Manfaat dari kegiatan ini adalah masyarakat semakin berdaya karena produksi industri kreatifnya semakin berkembang. Selain itu terdapat multiplier effect atas program ini. Dengan demikian income generating Desa Pojok semakin meningkat.<br />Kata kunci: pariwisata kreatif, komunitas, budaya, desa wisata, Pojok. Rysca Indreswari, Muhammad Rustamaji & Irsyadul Ibad Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 SOSIALISASI BUDIDAYA TANAMAN KACANG HIJAU PADA KELOMPOK TANI JETIS KARANGPUNG , KALIJAMBE, SRAGEN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3281 Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berjudul : Sosialisasi budidaya tanamankacang hijau pada kelompok Tani Mulyo Jetiskarangpung, Kalijambe Kabupaten Sragen melibatkan semua anggotanya yang merupakan Petani. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk memberikan wawasan kepada petani tentang pentingnya Budidaya Tanaman Kacanghijau , sehingga lahan sawah masih dapat diusahakan untuk Tanaman Pangan. Tetapi luaran yang diharapkan yaitu adanya perubahan perilaku petani khususnya kelompok tani Mulyo dalam mengelola lahan sawahnya yang lebih berorientasi pada produk pertanian yang aman dan sehat dan memiliki jenis tanaman yang marketable. Mengingat tanaman kacang hijau banyak diperlukan untuk bahan pangan ( industri bakpia, minuman sari kacang hijau, pelengkap sayuran ) Agar Program ini bisa berkelanjutan maka dilakukan evaluasi dan monitoring secara berkala.<br />Kata kunci : Budidaya Kacang Hijau, mengelola, marketable,industri, evaluasi dan monitoring. Saiful Bahri & Dewi Ratna Nurhayati Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 MANAJEMEN PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA PKK DESA NGUNUT KECAMATAN JUMANTONO KABUPATEN KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3301 <p>Permasalahan yang sering muncul dalam pengelolaan keuangan keluarga adalah masih belum cakapnya didalam mengatur keuangan keluarga terutama untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan baik. Sehingga permasalahan yang terjadi kemudian adalah permasalahan bukan berkurang, justru semakin menjadi jadi. Bahkan yang lebih parah, bukan saja mengancam kehidupan keluarganya, namun dapat menurunkan kualitas dalam kehidupan berumah tangga, semua ini dapat terjadi karena belum baiknya dalam pengelolaan keuangan keluarga. Di dalam mengatur keuangan keluarga, sesungguhnya tidak hanya mengatur uang masuk dan keluar agar juga harus dipikirkan memenuhi kebutuhan dasar manusia, namun juga harus dipikirkan dana mana yang akan memenuhi kebutuhan ketika memasuki usia non produktif atau memasuki usia pensiun. Mengatur keuangan sesungguhnya tidak dilakukan ketika hanya memiliki pendapatan besar. Karena berapapun jumlah pendapatan seseorang, ia memiliki potensi untuk hidup diluar batas kemampuan dirinya.Namun meskipun sudah mengatur keuangan dengan baik, terkadang juga muncul masalah keuangan yang bisa mengganggu cashflow keuangan keluarga. Masalah yang kadang terjadi diluar kehendak kita, ataupun hal-hal kecil yang kadang luput dari perhatian kita. Oleh karena itu betapa pentingnya pengelolaan keuangan keluarga, maka semestinya harus di lakukan dengan menggunakan manajemen yang baik, di awali dengan perencanaan, dilaksanakan dengan sebaik-bakinya, kemudian di evaluasi dan di lakukan perbaikan jika dalam pelaksanaanya belum sesuai dengan perencanaan.<br />Kata kunci : manajemen keuangan keluarga, pengelolaan keuangan, cashflow</p> Djoko Kristianto & Suharno Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-19 2019-10-19 KIAT SUKSES MENUMBUHKAN JIWA BERWIRAUSAHA BAGI IBU-IBU PKK DI DESA NGUNUT KECAMATAN JUMANTONO KABUPATEN KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3282 Sasaran yang akan dituju dalam pengabdian masyarakat kali ini adalah Ibu-ibu PKK Desa Ngunut Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar. Ibu-ibu PKK sebenarnya merupakan salah satu aset yang dimiliki di dalam keluarga khususnya dan di wilayah kampung pada umumnya.akan tetapi Mereka belumlah memiliki bekal yang cukup dalam rangka memajukan kampungnya, karena skill, pengalaman dalam bekerja mereka masih sangat minim. Oleh karena itu perlu dikembangkan sikap atau mental untuk mandiri, paling tidak untuk diri mereka sendiri, agar tidak menjadi beban untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu perlu diadakan penyuluhan kewirausahaan untuk Ibu-ibu dengan segala potensinya agar mampu hidup mandiri, memajukan dirinya, mampu menambah pendapatan keluarga, dan masyarakatnya. Istilah kewirausahaan (entrepreneurship) sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, walaupun maknanya belum begitu difahami benar. Masih banyak di antara kita belum menyadari pentingnya kewirausahaan, termasuk para Ibu-ibu PKK di Desa Ngunut Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar. Bertitik tolak dari hal-hal tersebut di atas maka kami merasa terpanggil untuk mengadakan penyuluhan kewirausahaan kepada Ibu-ibu PKK desa Ngunut dalam rangka mengenalkan kewirausahaan dan menyadarkan potensi yang ada di sekitar sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di desa Ngunut Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar. Dari pelaksanaan program pembentukan jiwa wirausaha di desa Ngunut Kecamatan Jumantono melalui penyuluhan menumbuhkan jiwa wirausaha bagi ibu-ibu PKK dapat diambil kesimpulan bahwa warga telah dapat memahami bagaimana memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada disekitar salah satunya singkong yang bisa dijadikan olahan yang bernilai ekonomi. Selain itu warga juga memahami cara pengemasan produk yang baik dan teknik pemasaran yang tepat. Dengan bertambahnya pengetahuan warga tersebut diharapkan warga desa ngunut bersemangat menjadi wirausaha dengan memanfaatkan dan mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada dilingkungan sekitarnya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup.<br />Kata kunci : kewirausahaan, soft skill, potensi. Edi Wibowo & Setyaningsih Sri Utami Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENGEMBANGAN TEKNIK DECOUPAGE PADA TAS ANYAMAN BAGI IBU PKK KELURAHAN TEGALHARJO https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3283 Kegiatan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha perlu dilakukan bagi seluruh elemen masyarakat, salah satunya pada ibu-ibu PKK Kelurahan Tegalharjo Kecamatan Jebres Kota Surakarta yang banyak memiliki waktu luang disela mengurus kegiatan rumah tangga. Kegiatan untuk meningkatkan ketrampilan ini dikemas dengan kegiatan yang interaktif dengan menghadirkan narasumber dosen fakultas ekonomi Universitas Slamet Riyadi. Bentuk kegiatan pengabdian berupa pelatihan Teknik Decoupage, teknik ini adalah teknik memperindah barang yang biasa menjadi produk yang bagus, bernilai seni dan bernilai jual lebih tinggi. Bahan yang digunakan berupa bahan tas anyaman polos yang kemudian dengan teknik decoupage (dari bahasa Perancis yang artinya memotong, mendekorasi), ditempel dengan kertas tissue motif (napkin) dilanjutkan dengan di varnish, akan menghasilkan tas anyaman yang indah. Ketrampilan ini cukup mudah tapi membutuhkan ketelitian dan kelembutan karena kertas tissue yang digunakan sangat halus dan mudah robek jika kurang hati-hati dalam memotong, menempel dan memvarnish. Kegiatan pengabdian dengan memberikan ketrampilan teknis operasional dalam berwirausaha dengan cara memberikan pembekalan ketrampilan teknik decoupage. Tujuannya adalah memberikan ketrampilan dasar untuk memulai usaha. Selanjutnya peserta diberikan pelatihan kewirausahaan, keuangan, pemasaran dan manajemen strategik untuk mengembangkan produk agar bisa dijual di masyarakat dan menambah penghasilan bagi keluarga.<br />Kata kunci: teknik decoupage, wirausaha Dorothea Ririn Indriastuti, Sunarso & Riska Fii Ahsani Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PEMBERDAYAAN PENGELOLAAN PRODUK LOKAL DENGAN MENERAPKAN PRINSIP ZERO WASTE MANGEMENT DI LINGKUNGAN KALISORO, KECAMATAN TAWANGMANGU, KABUPATEN KARANGANYAR, JAWA TENGAH https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3284 Lingkungan Kalisoro termasuk wilayah destinasi wisata unggulan di Kabupaten Karanganyar. Imbas dari wilayah yang strategis ini adalah keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan kawasan wisata, salah satu upaya yang dilakukan masyarakat adalah membuat produk olahan khas daerah. Namun, dampak pengiring cenderung bersifat negatif yaitu pada pengelolaan sampah organik maupun limbah dari sisa produksi. Zero Waste Management merupakan upaya yang mendorong perancangan ulang daur sumber daya, dari sistem linier menuju siklus tertutup, sehingga semua produk dapat digunakan kembali. Konsep dari Zero Waste Management ini salah satunya dengan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Bahan baku lokal yang berupa ubi ungu, sayur dan buah (stroberi) diubah menjadi produk olahan makanan, limbah kulit dan bagian tanaman yang tidak terpakai dapat diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) memberikan nilai lebih karena menjadikan sampah organik menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat serta mengurangi sampah di TPST 3R Kalisoro yang sudah overload. Pupuk Organik Cair yaitu pupuk yang berfase cair yang dibuat dari bahan organik melalui proses pengomposan yaitu fermentasi dalam kondisi anaerob dengan bantuan EM4 sebagai bakteri pengurainya. Kegiatan pembuatan produk olahan dilakukan dengan memberikan inovasi pada resep makanan dan penganekaragaman varian rasa.Beberapa produk yang di inovasi adalah onde-onde goreng dan kripik sayuran. Sisa minyak yang digunakan dari proses pemasakan dapat diolah menjadi sabun cuci tangan, sedangkan Kulit dari buah yang tidak dimanfaatkan seperti jeruk juga dapat dijadikan bahan campuran masker organik.<br />Keywords : Zero waste management, POC, produk olahan, pemberdayaan masyarakat Dewi Puspita Sari, Harlita & Joko Ariyanto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENDAMPINGAN MANAJEMEN CASH FLOW PADA UPPKS TRAMPIL MANDIRI DESA BOLON, KECAMATAN COLOMADU KABUPATEN KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3285 Program UPPKS ( Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera ) keberadaannya membina Ibu-Ibu rumah tangga yang termasuk golongan keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I ( Keluarga miskin ) untuk bisa mendapatkan penghasilan pribadi juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan dengan cara memanfaatkan Sumber Daya Alam di sekitar lingkungan tempat tinggalnya untuk diolah dan dikelola menjadi suatu usaha. UPPKS Trampil Mandiri beranggotakan ibu-ibu rumah tangga di Desa Bolon, kecamatan Tasik Madu, Kabupaten Karanganyar. Setelah dibekali ketrampilan membuat berbagai makanan seperti Karak, Nugget, Tahu Bakso, Sirup Jahe dan beberapa makanan lain, mereka memproduksi sendiri berbagai makanan tersebut di rumah-rumah mereka sendiri. Dengan standar produksi yang sudah ditetapkan oleh UPPKS, mereka memproduksi makanan yang merupakan makanan Halal Sehat Tanpa Borak. Hasil produksi rumahan ibu-ibu rumah tangga tersebut, kemudian dikumpulkan (di pool) pada ketua UPPKS yang kemudian diberi label untuk selanjutnya dipasarkan. Peluang usaha dari produk makanan ini sangatlah besar dan luas karena pangsa pasar masih terbuka, mengingat produk yang dihasilkan adalah produk makanan yang dibutuhkan keluarga. Produk makanan Halal Sehat Tanpa Borak juga menjadi daya tarik tersendiri, mengingat pada saat sekarang kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan sehat semakin meningkat. Pemasaran produk dilakukan melalui beberapa saluran yaitu penjualan langsung, dititipkan ke beberapa toko oleh-oleh dan melalui pemasaran on line. Permintaan produk dari UPPKS Trampil Mandiri pada musim liburan, Hari Raya Lebaran maupun Natal ada lonjakan hampir 100 persen, karena biasanya karak ini dijadikan oleh-oleh, namun demikian belum dilakukan manajemen keuangan yang baik, seperti belum dilakukan pengelolaan aliran kas dengan baik, belum dibuat laporan keuangan walaupun laporan keuangan sederhana, hal ini tentu saja menjadikan kelompok UPPKS ini tidak mengetahui dan mengukur dengan pasti bagaimana perkembangan usaha mereka. UPPKS Trampil Mandiri Desa Bolon dan Tim Pengabdian UNISRI merupakan lembaga yang dapat bersinergi mengembangkan pemberdayaan masyarakat agar usaha rumahan mereka bisa berkembang dengan baik sehingga bisa menambah pendapatan keluarga atau bahkan bisa menjadi andalan pendapatan keluarga. Setelah dilakukan pendampingan oleh Tim Pengabdian FE UNISRI sekarang pengrajin Karak pada UPPKS Trampil Mandiri Desa Bolon sudah melakukan pengelolaan keuangan usaha, misal adanya manajemen aliran kas, baik kas masuk maupun kas keluar, membuat laporan keuangan sederhana sehingga mereka sekarang bisa menghitung laba yang diperoleh dan mengetahui perkembangan usahanya.<br />Kata Kunci : UPPKS, Manajemen Cash Flow, Karak Sehat Tanpa Borak Bolon Suprihatmi Sri Wardiningsih & Retno Susanti Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 MESIN PENGRAJANG KARAK UNTUK MENINGKATAN EFISIENSI PRODUKSI https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3286 Usaha mikro merupakan kegiatan usaha yang dapat memperluas lapangan pekerjaan serta memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat dan dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta berperan mewujudkan stabilitas nasional. Selain itu, usaha mikro adalah salah satu pilar utama ekonomi nasional yang medapatkan kesempatan utama, dukungan, perlindungan serta pengembangan yang secara luas sebagai wujud pihak yang tegas kepada kelompok usaha ekonomi rakyat, tanpa harus mengabaikan peranan usaha besar dan badan usaha milik pemerintah. Salah satu UKM didesa Dukuh adalah centra kerupuk karak, UKM ini dalam proses produksi masih menggunakan alat alat sederhana sehingga sering mengalami kendala, mereka mempunyai semangat untuk maju dan berkembang dan mempunyai harapan adanya alat alat teknologi tepat guna yang lebih efisien dalam hal waktu dan biaya. Kegiatan pengabdian ini akan dilakukan pembinaan kepada UKM centra kerupuk karak di desa Dukuh dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas produk sehingga dapat meningkatkan produksi melalui penerapan inovasi teknologi tepat guna. Kegiatan saat ini yang telah dilakukan adalah diskusi dengan UKM mengetahui problem yang dihadapi kemudian menawarkan solusi yaitu perancangan alat tepat guna. Adapun alat tepat guna yang akan dirancang yaitu : alat produksi mesin pengrajang kerupuk karak dengan bahan bakar listrik. Dari hasil penelitian alat pengrajang yang dihasilkan meningkatkan efisiensi produksi.<br />Kata-kata kunci: Mesin, Pengrajang, Kerupuk karak Sri Sumarni Budi Harjanto Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENGARUH JUMLAH DAN SUDUT PEMASANGAN CUTTER TERHADAP KUALITAS HASIL RAJANGAN PADA MESIN PERAJANG GRUBI UNTUK UMKM DI KABUPATEN KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3287 Grubi merupakan salah satu jenis makanan tradisional yang terbuat dari bahan baku ubi atau ketela. Desa Karanglo merupakan desa di kabupaten karanganyar tepatnya di tawangmangu banyak terdapat UMKM yang memproduksi grubi atau walangan. Pembuatan grubi di tempat tersebut masih dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dirajang secara manual menggunakan pisau. Sebagai salah satu alternatif dalam usaha meningkatkan produktivitas grubi, maka perlu diciptakan sebuah mesin perajang ubi untuk mengganti proses perajang konvensional menjadi mesin semi otomatis. Mesin ini dirancang dengan tujuan untuk merajang ubi atau ketela dengan hasil potongan berupa potongan halus memanjang. Perancangan alat atau mesin perajang grubi ini dikhususkan untuk mempermudah dan mempercepat dalam proses perajangan grubi, sehingga produksi yang dihasilkan akan semakin banyak sehingga lebih efisien dan efektif. Pisau perajang yang terdapat pada mesin perajang grubi sangat berperan penting dalam menghasilkan kualitas hasil rajangan. Jumlah dan sudut pemasangan cutter yang terdapat pada pisau perajang dalam artikel ini terbukti berpengaruh terhadap dimensi stik grubi. Identifikasi karakteristik hasil kualitas rajangan dibagi menjadi 3 katagori yaitu katagori baik, sedang, dan buruk. Sudut dan jumlah cutter penyayat yang paling efektif dalam menghasilkan rajangan adalah kombinasi sudut 3º dengan jumlah cutter penyayat adalah 83 buah.<br />Kata Kunci: grubi, tradisional, jumlah cutter, perajang, sudut Haikal, Agung Supriyanto, Nur Cholis, Yoga Imam Malik & Aris Setiyawan Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 KEWIRAUSAHAAN BAGI KARANG TARUNA DI DESA JATEN, KECAMATAN JATEN, KABUPATEN KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3288 Kegiatan penyuluhan ini dilakukan bagi Karang Taruna Desa Jaten, Kec. Jaten, Kab. Karanganyar. Luaran dari kegiatan ini adalah: meningkatnya pengetahuan peserta mengenai konsep kewirausahaan agar mereka memiliki pengetahuan yang benar; meningkatnya wawasan peserta tentang bagaimana memulai suatu usaha dan memilih jenis usaha dengan benar; meningkatnya wawasan peserta tentang kemungkinan kegagalan usaha dan cara-cara untuk mengantisipasi dan mengatasi kegagalan usaha dan Publikasi Ilmiah dalam Jurnal Ber-ISBN.<br />Kegiatan ini dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: Pemilihan peserta pengabdian kepada masyarakat, yaitu pengurus dan anggota Karang Taruna; Penyampaian materi Penyuluhan, dengan maksud untuk menumbuhkan jiwa wirausaha; Pelaksanaan evaluasi . Evaluasi dilakukan dengan cara: sebelum penyuluhan dilakukan tanya-jawab untuk mengetahui pengetahuan awal setiap peserta tentang kewirausahaan khususnya tehnik atau cara memulai usaha. Setelah penyuluhan selesai dilakukan tanya jawab lagi tentang materi yang sama. Dengan membandingkan hasil jawaban yang telah dilakukan, maka akan diketahui apakah ada peningkatan pengetahuan tentang wirausaha dan ruang lingkupnya.<br />Kata Kunci: Penyuluhan, wirausaha, Manajemen Suprayitno Suprayitno Erni Widajanti Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PELATIHAN INSTALASI LISTRIK TEGANGAN RENDAH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KARANG TARUNA KELURAHAN KARANGASEM KOTA SURAKARTA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3289 Pertumbuhan jumlah bangunan dalam hal ini indekos akibat berdirinya beberapa perguruan tinggi disekitar kelurahan karangasem mengakibatkan banyak instalasi baru disekitar area tersebut. Pelatihan instalasi listrik tegangan rendah dimaksudkan untuk memberi ketrampilan bagi pemuda karang taruna dalam melakukan pemasangan maupun perbaikan instalasi listrik secara mandiri selain itu juga untuk bisa membuat peluang usaha baru. Dengan demikian pemuda karang taruna kelurahan karangasem mempunyai pengetahuan untuk instalasi listrik yang aman sehingga peluang terjadi kesalahan bisa dihindarkan. Pelatihan ini diberikan dalam dua tahap, yaitu tahap pembekalan materi dan tahap pengujian materi, baik secara teori maupun praktek. Dengan pelatihan ini diharapkan peserta memahami dengan baik tentang bahaya listrik dan cara mengamankannya, membaca gambar instalasi, mengukur tegangan, mendeteksi sambungan yang putus, dan dapat membuat instalasi penerangan menggunakan berbagai macam sakelar dan stop kontak. Tingkat keberhasilan peserta diukur dari nilai ujian secara teori maupun praktek, dengan standar nilai minimum 80. Pelatihan ini diikuti oleh 20 pemuda karang taruna yang sebagian besar tidak memiliki pengalaman tentang instalasi listrik, berpendidikan SMA/SMK. Secara umum pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan pemuda karang taruna kelurahan karangasem. Selain bermanfaat bagi peserta, peralatan pasca pelatihan yang diserahkan oleh tim laboratorium instalasi listrik AT Warga Surakarta dapat digunakan untuk membekali dan memberikan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat di wilayahnya dan tim laboratorium instalasi listrik AT Warga Surakarta dapat mengelola pelatihan instalasi listrik tegangan rendah secara mandiri dan berkelanjutan.<br />Kata-kata kunci: karang taruna, pelatihan, peningkatan ketrampilan Moch Chamim & Petrus Heru S Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PENINGKATAN OLAHAN IKAN BANDENG MENUJU PRODUK EKSPOR DI KABUPATEN PATI, JAWA TENGAH https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3290 Bandeng merupakan salah satu komoditas unggulan kabupaten Pati Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan letak kabupaten Pati yang terletak dipesisir utara pantai Jawa membuat budidaya ikan Bandeng di tambak menjadi tergolong mudah. Melalui kemenristek Dikti, salah satu program untuk peningkatan usaha dan memajukan UMKM di kbuapten tersebut adalah dengan pengabdian masyarakat melalui perguruan tinggi yang menjadi fasiliatornya. Salah satu program pengabdian masyarakat adalah Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE). Program IbPE ini bertujuan untuk menstimulus UMKM untuk membuat produk dengan kualitas produk ekspor, walaupun memamng belum bisa benar-benar dilakukan ekspor, tapi setidaknya ada peningkatan kualitas dari produk tersebut. Olahan ikan bandeng merupakan salah satu olahan makanan yang dapat menjadi bahan fokus pengabdian untuk menjadikan kualitas olahan produk ekspor. UMKM yang menjadi binaan pada program ini adalah UMKM Primadona, merupakan UMKM yang mengembangkan olahan ikan bandeng cabut duri. Program yang telah dilakukan untuk menjadikan produk UKM Primadona menjadi kualitas ekspor antara lain PIRT dan sertifikasi Halal.<br />Kata-kata Kunci: Kualitas Ekspor, Bandeng, UKM Primadona Alan Prahutama, Sugito & Hasbi Yasin Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-15 2019-10-15 PEMANFAATAN GOOGLE CENDEKIA SEBAGAI MEDIA BELAJAR PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU SMKN 2 TEGAL https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3293 Peningkatan mutu seorang guru dilihat dari meningkatnya profesionalisme sebagai seorang guru. Salah satu bentuk meningkatknya keprofesionalisme-an seorang guru yaitu meningkatnya kompetensi seorang guru. SMKN 2 Tegal merupakan sekolah menengah kejuruan yang berada di kota Tegal yang sedang berusaha mengingkatkan kompetensi guru-gurunya dengan melakukan penelitian yang kemudian menghasilkan luaran berupa artikel ilmiah. Namun, masih banyak guru-guru yang belum bisa melakukan penulisan artikel ilmiah. Para guru masih kesulitan harus memulai dari mana dan bagaimana menuliskan hasil penelitian-nya kedalam artikel ilmiah. Berdasarkan masalah tersebut, kami mencoba memberikan pelatihan bagaimana memulai dan menuliskan hasil penelitian dengan memanfaatkan Google Cendekia sebagai media pelatihan. Pelatihan diberikan selama satu hari penuh dengan jumlah peserta sebanyak 40 guru. Sebelum memulai pelatihan, setiap guru diwajibkan untuk menentukan tema penelitian yang akan dilakukan. Setelah itu, dilakukan pelatihan dengan menggunakan metode demonstrasi dan praktikum. Pemberian materi diberikan secara step by step dimana peserta akan mempraktekan setiap step yang didemokan. Hasil dari pelatihan menunjukan bahwa sebagian besar guru SMKN 2 Tegal merasa terbantu dengan pelatihan yang diberikan. Sebagian besar guru SMKN 2 Tegal sudah paham apa yang harus dilakukan sebelum menulis artikel. Selain itu, mereka juga sudah paham tentang isi dari sebuah artikel ilmiah.<br />Kata-kata kunci: Google cendekia, artikel ilmiah, guru Dairoh, Slamet Wiyono & Nurul Renaningtias Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-16 2019-10-16 SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NO.22 TAHUN 2009 TENTANG LALU-LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3294 Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberi penjelasan kepada anggota masyarakat mengenai sebagian isi Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang lalu-Lintas dan Angkutan Jalan, Selain itu memberi penjelasan kepada masyarakat tentang disiplin dalam berlalu-lintas. Adapun yang menjadi sasaran adalah anggota masyarakat khususnya kelompok ibu-ibu di wilayah Kalurahan Bumi, Kec. Laweyan. Kota Surakarta. Metode kegiatan dilakukan dengan ceramah dan Tanya jawab. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa pada umumnya masyarakat sudah mengetahui tentang Undang-undang Lalu-Lintas. Namun demikian masih perlu diberikan penjelasan khususnya yang berkaitan dengan disiplin lalu-lintas jika dikaitkan dengan masalah budaya masyarakat. Sebagai contoh adalah jika seorang ibu mengenakan “sanggul” di kepala karena ada hajatan, apakah ketentuan tentang wajib mengenakan helm dalam berkendara juga mutlak berlaku. Demikian juga dengan anak yang secara hukum belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) tetapi sudah mampu mengendarai motor apakah juga masih tidak diperkenankan mengendarai kendaraan bermotor.<br />Kata Kunci : Sosialisasi, Undang-Undang No.22 Tahun 2009 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Jalan Supriyanta & Bambang Ali Kusumo Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-16 2019-10-16 BUDAYA LITERASI BERBASIS DIGITAL BAGI PARA GURU DAN SISWA DI SDN 01 SURUH TASIKMADU KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3295 The rapid flow of global culture is often associated with advances in the fields of communication, technology and science. Progress in these three fields has resulted in a very rapid and rapid process of information dissemination throughout the world. Information dissemination is done through print and electronic media, especially social media in the form of facebook, instagram, line, twitter, and so forth. This also affects the understanding of ideology, religion, culture, norms and values adopted by a society, especially Indonesian society. The influence of this rapid flow of global culture does not only bring positive impacts but also negative impacts which result in an awareness of the nation's cultural values decreasing. The rapid flow of global culture has brought changes to the patterns of thought and action of Indonesian people, especially those among the younger generation who are at an early age and tend to be easily influenced by foreign cultures that are incompatible with the personality and character of the Indonesian people. In addition, with the rapid flow of advances in science and technology, it also has an influence on people's interest in reading. People prefer to use devices in terms of getting information quickly and they are lazy to just read books, newspapers or magazines or even visit the library. Instead, through sophisticated means such as devices to obtain information quickly, it can trap the public in obtaining information that is 'hoax' or fake. So, caution is needed in finding news through social media so that it does not cause its own unrest in social life. For this reason, appropriate efforts and strategies are needed so that young people and educators can maintain the cultural values and identity of the Indonesian people so that they do not lose their personality as Indonesian citizens and can use their devices on social media wisely and be able to foster a literacy culture which is currently still low in Indonesia. For this reason, empowerment is needed to achieve a quality literacy culture that is digital based to make it more interesting. Empowerment is implemented for all components of society ranging from adults, the elderly, adolescents to children. But in this case, empowerment is more specifically focused on students and teachers at SDN 01 Suruh Tasikmadu Karanganyar, which indeed has poor library conditions and low literacy levels. Strengthening society towards independence and prosperity requires empowerment. This is because empowerment requires the excavation of the potential, interests and talents of every citizen indiscriminately. Reading culture can open insight, views and mindsets of someone especially students better, hone their soft skills in society. Cultivating digital-based literacy is carried out to keep pace with the times. This was done to make SDN 01 Suruh Tasikmadu Karanganyar students interested in reading and familiar with books in a fun way.<br />Key Words: Empowering, literacy culture, and digital Ch. Evy Tri Widyahening, Setyasih Harini, Ulupi Sitoresmi Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-16 2019-10-16 SOSIALISASI HAZARD ANALYSIS CRITICAL CONTROL POINT (HACCP) DAN STANDARD SANITATION OPERATING PROCEDURE (SSOP) PADA INDUSTRI PANGAN KECIL DI SIDOMULYO, AMPEL, BOYOLALI https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3302 <p>Industri kecil rumahan banyak berkembang di desa-desa, seiring dengan meningkatnya minat kewirausahaan masyarakat. Produk makanan kering seperti keripik singkong, keripik tempe, stik wortel, dan makanan kering lainnya banyak dihasilkan oleh masyarakat di desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Konsumen jenis makanan ini sangat luas, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Dalam proses produksi keripik singkong dan makanan kering lainnya, banyak kemungkinan bahaya cemaran biologis, bahaya kimia dan bahaya fisik. Dalam rangka menghasilkan produk pangan yang aman dikonsumsi masyarakat, maka perlu diterapkan proses produksi berdasarkan standard-standar keamanan pangan (food safety). Salah satu standar keamanan pangan yang saat ini banyak digunakan dan diakui adalah Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) dan Standard Sanitation Operating Procedure (SSOP). Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk sosialisasi pentingnya HACCP dan langkah-langkah sederhana dalam penerapannya pada skala industri kecil rumahan. Dengan mengetahui HACCP maka keamanan pangan pada proses produksi keripik singkong dan makanan kering lainnya dapat ditingkatkan, khususnya pada industri kecil rumahan di Sidomulyo, Ampel, Boyolali. Dengan dilakukannya sosialisasi pentingnya penerapan HACCP dan SSOP, mitra (produsen keripik dan makanan kering lainnya) mampu mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya cemaran yang terjadi pada proses produksi, sehingga menghasilkan produk yang aman untuk dikonsumsi.<br />Kata kunci : HACCP, SSOP, makanan, keripik</p> Solichatun, Ratna Setyaningsih, Tjahjadi Purwoko Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-19 2019-10-19 PERAN SERTA MASYARAKAT DALAMPENAGGULANGAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3303 <p>Peran serta masyarakat dalam menaggulangi kekerasan dalam rumah tangga, adalah fenomena universal yang dapat terjadi tanpa memandang usia, profesi, tingkat ekonomi maupun pendidikan dari individu yang mengalaminya.Kekerasan fisik pada perempuan tampaknya perlu mendapat perhatian, karena kondisi fisik dan psikis perempuan pada umumnya lebih rentan dibandingkan pria (ditinjau dari segi anatomis dan fisiologis tubuh). Perbedaan kondisi anatomis dan fisiologis antara pria dan perempuan memang bersifat alamiah.<br />Sasaran dalam Pengabdian ini adalah Ibu-Ibu PKK yang berada di desa Colomadu Kabupaten Karanganyardan solusi tentang peran serta ibu PKK dalam menghadapi permasalahan yang khususnya tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Diharapakan tersedianya kelompok-kelompok PKK yang sadar hukum serta mampu mencegah KDRT dan berfungsi sebagai kelompok yang dapat menginspirasi di lingkungannya<br />Kekerasan Dalam Rumah Tangga adalah suatu tindakan berdasarkan perbedaan jenis kelamin yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual atau psikologis, termasuk ancaman tindakan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang, baik yang terjadi di depan umum atau dalam kehidupan pribadi.Pada umumnya, sangat sedikit masyarakat yang tahu adanya kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga, karena sebagian besar menganggap bahwa masa pacaran adalah masa yang penuh dengan hal-hal yang indah. Ini adalah salah satu bentuk ketidaktahuan masyarakat akibat kurangnya informasi dan data dari laporan korban mengenai kekerasan dalam rumah tangga tersebut.<br />Kata Kunci : Kekerasan dalam rumah tangga</p> Shinta Rukmi Budiatuti Copyright (c) 2019 PROSIDING SEMINAR PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (SENADIMAS) 2019-10-19 2019-10-19 PELESTARIAN NILAI RELIGIUS DALAM TRADISI PEMBACAAN NASKAH TULKIYAMAT DI DESA SANROBONE KABUPATEN TAKALAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3581 Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan tradisi pembacaan Naskah Tulkiyamat yang masih dipertahankan oleh masyarakat di desa Sanrobone, kecamatan Sanrobone, kabupaten Takalar. Tradisi ini perlu tetap dijaga dan dilestarikan karena mengandung nilai-nilai ajaran Islam yang berkaitan tentang Tauhid, Syariat dan Muamalah. Nilai religius dalam tradisi pembacan Tulkiyamat ini telah menjadi referensi dan pedoman hidup masyarakat Sanrobone dalam membangun kehidupan bersama kerukunan hidup masyarakat Sanrobone. Namun seiring dengan pengaruh globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tradisi dan makana pembacaan Tulkiyamat ini mulai banyak ditinggalkan oleh generasi muda yang ada di Sanrobone. Kondisi ini berdampak pada perubahan orientasi dan perilaku masyarakat dan khususnya generasi muda di Sanrobone yang lebih memilih gaya hidup yang hedonis dan individualistik dan cendrung meninggalkan ajaran agama dan nilai budaya lokal. Oleh karena itu perlu segera dilakukan upaya sistematis antara lain dengan pelestarian nilai-nilai religius yang terdapat dalam tradisi pembacaan naskah Tulkiyamat di Sanrobone. Upaya pelestarian akan dilakukan dengan melakukan sosialisasi dan membangun partisipasi aktif masyarakat dalam penyebaran informasi dan pengetahuan tentang tradisi pembacaan Tulkiyamat, melakukan kajian dan pemahaman nilai-nilai ajaran Islam dalam naskah Tulkiyamat serta melakukan pelatihan secara berkala dan berkelanjutan dalam belajar membaca naskah Tulkiyamat.<br />Kata Kunci : pelestarian, nilai religius, tradisi pembacaan, naskah, tulkiyamat Nur Setiawati Bisyri Abdul Karim Aris Alimuddin Copyright (c) 2020 SENADIMAS 2020-04-13 2020-04-13 MANAJEMEN PENGELOLAAN KEUANGAN KELUARGA PKK DESA NGUNUT KECAMATAN JUMANTONO KABUPATEN KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3849 Permasalahan yang sering muncul dalam pengelolaan keuangan keluarga adalah masih belum cakapnya didalam mengatur keuangan keluarga terutama untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidup dengan baik. Sehingga permasalahan yang terjadi kemudian adalah permasalahan bukan berkurang, justru semakin menjadi jadi. Bahkan yang lebih parah, bukan saja mengancam kehidupan keluarganya, namun dapat menurunkan kualitas dalam kehidupan berumah tangga, semua ini dapat terjadi karena belum baiknya dalam pengelolaan keuangan keluarga. Di dalam mengatur keuangan keluarga, sesungguhnya tidak hanya mengatur uang masuk dan keluar agar juga harus dipikirkan memenuhi kebutuhan dasar manusia, namun juga harus dipikirkan dana mana yang akan memenuhi kebutuhan ketika memasuki usia non produktif atau memasuki usia pensiun. Mengatur keuangan sesungguhnya tidak dilakukan ketika hanya memiliki pendapatan besar. Karena berapapun jumlah pendapatan seseorang, ia memiliki potensi untuk hidup diluar batas kemampuan dirinya.Namun meskipun sudah mengatur keuangan dengan baik, terkadang juga muncul masalah keuangan yang bisa mengganggu cashflow keuangan keluarga. Masalah yang kadang terjadi diluar kehendak kita, ataupun hal-hal kecil yang kadang luput dari perhatian kita. Oleh karena itu betapa pentingnya pengelolaan keuangan keluarga, maka semestinya harus di lakukan dengan menggunakan manajemen yang baik, di awali dengan perencanaan, dilaksanakan dengan sebaikbakinya, kemudian di evaluasi dan di lakukan perbaikan jika dalam pelaksanaanya belum sesuai dengan perencanaan. Kata kunci : manajemen keuangan keluarga, pengelolaan keuangan, cashflow Djoko Kristianto Suharno Suharno Copyright (c) 2020 SENADIMAS 2020-06-27 2020-06-27 KIAT SUKSES MENUMBUHKAN JIWA BERWIRAUSAHA BAGI IBU-IBU PKK DI DESA NGUNUT KECAMATAN JUMANTONO KABUPATEN KARANGANYAR https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3850 Sasaran yang akan dituju dalam pengabdian masyarakat kali ini adalah Ibu-ibu PKK Desa Ngunut Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar. Ibu-ibu PKK sebenarnya merupakan salah satu aset yang dimiliki di dalam keluarga khususnya dan di wilayah kampung pada umumnya.akan tetapi Mereka belumlah memiliki bekal yang cukup dalam rangka memajukan kampungnya, karena skill, pengalaman dalam bekerja mereka masih sangat minim. Oleh karena itu perlu dikembangkan sikap atau mental untuk mandiri, paling tidak untuk diri mereka sendiri, agar tidak menjadi beban untuk dirinya sendiri. Oleh karena itu perlu diadakan penyuluhan kewirausahaan untuk Ibu-ibu dengan segala potensinya agar mampu hidup mandiri, memajukan dirinya, mampu menambah pendapatan keluarga, dan masyarakatnya. Istilah kewirausahaan (entrepreneurship) sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, walaupun maknanya belum begitu difahami benar. Masih banyak di antara kita belum menyadari pentingnya kewirausahaan, termasuk para Ibu-ibu PKK di Desa Ngunut Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar. Bertitik tolak dari hal-hal tersebut di atas maka kami merasa terpanggil untuk mengadakan penyuluhan kewirausahaan kepada Ibu-ibu PKK desa Ngunut dalam rangka mengenalkan kewirausahaan dan menyadarkan potensi yang ada di sekitar sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di desa Ngunut Kecamatan Jumantono Kabupaten Karanganyar. Dari pelaksanaan program pembentukan jiwa wirausaha di desa Ngunut Kecamatan Jumantono melalui penyuluhan menumbuhkan jiwa wirausaha bagi ibu-ibu PKK dapat diambil kesimpulan bahwa warga telah dapat memahami bagaimana memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada disekitar salah satunya singkong yang bisa dijadikan olahan yang bernilai ekonomi. Selain itu warga juga memahami cara pengemasan produk yang baik dan teknik pemasaran yang tepat. Dengan bertambahnya pengetahuan warga tersebut diharapkan warga desa ngunut bersemangat menjadi wirausaha dengan memanfaatkan dan mengembangkan potensi sumber daya alam yang ada dilingkungan sekitarnya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup. Kata kunci : kewirausahaan, soft skill, potensi Edi Wibowo Setyaningsih Sri Utami Copyright (c) 2020 SENADIMAS 2020-06-27 2020-06-27 PENGEMBANGAN TEKNIK DECOUPAGE PADA TAS ANYAMAN BAGI IBU PKK KELURAHAN TEGALHARJO https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/sndms/article/view/3851 Kegiatan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha perlu dilakukan bagi seluruh elemen masyarakat, salah satunya pada ibu-ibu PKK Kelurahan Tegalharjo Kecamatan Jebres Kota Surakarta yang banyak memiliki waktu luang disela mengurus kegiatan rumah tangga. Kegiatan untuk meningkatkan ketrampilan ini dikemas dengan kegiatan yang interaktif dengan menghadirkan narasumber dosen fakultas ekonomi Universitas Slamet Riyadi. Bentuk kegiatan pengabdian berupa pelatihan Teknik Decoupage, teknik ini adalah teknik memperindah barang yang biasa menjadi produk yang bagus, bernilai seni dan bernilai jual lebih tinggi. Bahan yang digunakan berupa bahan tas anyaman polos yang kemudian dengan teknik decoupage (dari bahasa Perancis yang artinya memotong, mendekorasi), ditempel dengan kertas tissue motif (napkin) dilanjutkan dengan di varnish, akan menghasilkan tas anyaman yang indah. Ketrampilan ini cukup mudah tapi membutuhkan ketelitian dan kelembutan karena kertas tissue yang digunakan sangat halus dan mudah robek jika kurang hati-hati dalam memotong, menempel dan memvarnish. Kegiatan pengabdian dengan memberikan ketrampilan teknis operasional dalam berwirausaha dengan cara memberikan pembekalan ketrampilan teknik decoupage. Tujuannya adalah memberikan ketrampilan dasar untuk memulai usaha. Selanjutnya peserta diberikan pelatihan kewirausahaan, keuangan, pemasaran dan manajemen strategik untuk mengembangkan produk agar bisa dijual di masyarakat dan menambah penghasilan bagi keluarga. Kata kunci: teknik decoupage, wirausaha Dorothea Ririn Indriastuti Sunarso Sunarso Riska Fii Ahsani Copyright (c) 2020 SENADIMAS 2020-06-27 2020-06-27