EVALUASI KEBUTUHAN AIR IRIGASI MENGGUNAKAN APLIKASI CROPWAT 8.0 STUDI KASUS DI DESA CARAWALI KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

Penulis

  • Benny Fakultas Sains dan teknologi pertanian, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Reza Asra Fakultas Sains dan teknologi pertanian, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Rifni Nikmat Syarifuddin Fakultas Sains dan teknologi pertanian, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

DOI:

https://doi.org/10.33061/innofarm.v28i2.13254

Abstrak

Ketersediaan air irigasi yang terbatas menjadi tantangan dalam pengelolaan pertanian berkelanjutan, khususnya di Desa Carawali, Kabupaten Sidenreng Rappang, yang merupakan salah satu sentra produksi padi di Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi pada lahan persawahan di daerah tersebut menggunakan perangkat lunak CROPWAT 8.0. Metode yang digunakan meliputi pengumpulan data klimatologi, curah hujan, jenis tanaman, dan karakteristik tanah, yang kemudian dianalisis dengan pendekatan kuantitatif melalui simulasi CROPWAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air tanaman padi (CWR) selama musim tanam mencapai 741,2 mm, dengan curah hujan efektif sebesar 547,2 mm, sehingga masih diperlukan air irigasi sebesar 435,5 mm. Kebutuhan irigasi tertinggi terjadi pada dasarian ketiga bulan September sebesar 162,4 mm, yaitu pada fase awal pertumbuhan saat curah hujan belum mencukupi.

Kata kunci:

Carawali; CROPWAT 8.0; Desa; jadwal irigasi; Kebutuhan air irigasi; padi.

Unduhan

Diterbitkan

2025-10-30