Mewujudkan Smart Kampung Melalui Pengelolaan Wisata Budaya dan Ekonomi Masyarakat

Sita Yuliastuti Amijaya, Tutun Seliari & Kristian Oentoro

Sari


Smart city atau kota cerdas mengunggulkan sisi penerapan teknologi informasi dalam pengelolaan kota, sehingga warga kota memiliki akses terbaik terhadap fasilitas infrastruktur kota secara lebih efektif dan efisien. Kenyataan yang terjadi pada masyarakat di kampung kota, kepuasan hidup mereka tidak melulu diukur pada aspek penguasaan teknologi dan keterjangkauannya terhadap teknologi informasi. Selain itu terdapat isu penting pada sisi transformasi peralihan dari masyarakat itu sendiri yang belum sepenuhnya mengusai teknologi informasi yang canggih menuju terwujudnya konsep kota cerdas dengan dukungan teknologi informasi yang terintegrasi. Kehidupan masyarakat di kampung kota tetap berjalan dan kualitas kehidupan juga tetap dapat terjaga. Studi ini dilakukan untuk menemukan dimensi kecerdasan kota pada masyakarat kampung terutama melalui parameter smart living dan smart economy. Studi kasus dilakukan pada masyarakat di Kampung Klitren yang bergerak menuju terwujudnya kampung wisata budaya dengan mengangkat kerajinan batik tulis pewarna alam sebagai salah satu andalan produk wisatanya. Tinjauan dimensi smart living dan smart economy dipilih pada penelitian ini untuk mengevaluasi aspek perkembangan wisata budaya dan ekonomi masyarakat melalui usaha kecil menengah (UKM). Metode kualitatif dalam bentuk kegiatan workshop dan pelatihan keterampilan batik tulis pewarnaan alami sesui untuk mengevalusi kedua aspek tersebut diatas.
Kata-kata kunci: kota cerdas, batik tulis, wisata budaya, UKM

Teks Lengkap:

PDF