ANALISIS PENGEMBANGAN WIRAUSAHA BATIK TRADISIONAL DI SEKITAR EMBUNG LANGENSARI, YOGYAKARTA

Kristian Oentoro, Sita Yuliastuti Amijaya & Tutun Seliari

Sari


Batik merupakan warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) asli Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sejak tahun 2009. Kebijakan pemerintah untuk mengenakan seragam batik setiap hari Jumat di beberapa instansi swasta maupun pemerintah juga mendukung peningkatan penjualan batik di daerah masing-masing. Sebagai bentuk penguatan identitas budaya, kota Yogyakarta pada tahun 2014 mendapatkan gelar sebagai kota batik dunia oleh World Craft Council. Kemunculan beberapa pelaku usaha batik tradisional di sekitar Embung Langensari Yogyakarta perlu dikaji karena potensi batik di daerah ini jarang diketahui oleh sebagian besar masyarakat Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan kendala pelaku usaha batik tradisional di sekitar Embung Langensari Yogyakarta. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan metode survei yang melibatkan 32 pelaku usaha batik sebagai responden, sedangkan analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan 56% pelaku usaha batik berasal dari kalangan ibu rumah tangga dan sebagian besar berusia 40-60 tahun. Fenomena berkembangnya wirausaha batik tradisional dari kalangan ibu rumah tangga disebabkan karena kegiatan membatik merupakan pekerjaan sambilan untuk mempersiapkan usaha di masa tua. Hasil penelitian juga memetakan tiga kendala utama, yakni (1) pemasaran batik tradisional, (2) penentuan harga pokok produksi, dan (3) pengembangan motif batik. Pembentukan organisasi pelaku batik tradisional merupakan salah satu solusi agar memperkuat dan menjaga keberlanjutan pengembangan wirausaha batik tradisional.
Kata-kata kunci: Batik, Wirausaha, Embung Langensari, Yogyakarta
PENDAHULUAN
Batik

Teks Lengkap:

PDF